Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Resistensi Antibiotik kepada Tenaga Kesehatan di RSIA Hikmah Sawi Bangkalan Najib, Sarah Zielda; Zalbi, Firda Maufiratus
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1250

Abstract

Tingginya penggunaan antibiotik dibuktikan dengan data Indonesia menempati urutan ke-8 dari 27 negara di dunia untuk multidrug resistance seperti penggunaan antibiotik golongan amoksisilin 500 mg. Penggunaan antibiotik yang kurang bijak dan irasional adalah penyebab utama terjadinya resistensi antibiotik yang dapat berakibat terjadinya resistensi antimikroba sehingga menyebabkan kegagalan terapi yang fatal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi terhadap tenaga kesehatan mengenai pencegahan resistensi antibiotik.  Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan materi penggunaan antibiotik juga diskusi dengan tenaga kesehatan di RSIA Hikmah Sawi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat terhadap tengana kesehatan di RSIA Hikmah Sawi berjalan dengan baik dan efektif. Peningkatan pemahaman peserta ditandai dengan komitmen tiap peserta untuk lebih bijak dalam menggunakan antibiotik pada pasien-pasien juga membina Masyarakat sekitarnya untuk lebih bijak dalam penggunaan antibiotik.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT Najib, Sarah Zielda; Yanti, Jamila Hamidi; Rohmah, Anisatur
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i1.2513

Abstract

Dalam memberikan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit perlu dilakukan monitoring dan evaluasi demi tercapainya pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga Rumah Sakit diharapkan mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu waktu tunggu pelayanan resep. Waktu tunggu pelayanan resep sesuai peraturan adalah £ 30 menit untuk resep non-racikan dan £ 60 menit untuk resep racikan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di RSIA Hikmah Sawi Kabupaten Bangkalan dengan metode deskriptif observatif dengan pengamatan langsung dan pencatatan waktu tunggu pelayanan resep dalam lembar observasi terhadap seluruh resep pada bulan November 2023. Dari hasil penelitian didapat resep rawat jalan yang dilayani pada bulan November 2023 sebanyak 591 resep yang terdiri dari 567 resep non racikan dan 24 resep racikan. Rata-rata waktu tunggu sampel yang didapat selama penelitian adalah 15,43 menit untuk resep racikan dan 12,67 menit untuk resep non-racikan menunjukkan waktu tunggu pelayanan resep memenuhi persyaratan yang berlaku yaitu waktu tunggu resep racikan adalah £ 60 menit dan waktu tunggu pelayanan resep non racikan £ 30 menit.
Evaluasi kesesuaian resep BPJS terhadap formularium rumah sakit pada pasien rawat inap di RSIA Hikmah Sawi Kabupaten Bangkalan Najib, Sarah Zielda; Yanti, Jamilah Hamidi; Arum, Azzahroh
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1327

Abstract

Dampak dari ketidakpatuhan dalam penulisan resep adalah mutu pelayanan rumah sakit akan tidak optimal karena akan sering terjadi kekosongan obat yang berakibat semakin lamanya waktu pelayanan hingga pembelian obat keluar rumah sakit. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya citra rumah sakit yang pada akhirnya berdampak pada penurunan jumlah pasien. tujuan penelitian untuk mengetahui berapa berapa persentase peresepan  yang sesuai dengan formularium Rumah Sakit Ibu dan Anak Hikmah Sawi selama 3 bulan dari bulan Oktober hingga Desember 2024. metode yang digunakan retrospektif - observasional, yaitu mengamati dan mengevaluasi lembar resep obat yang diambil dari populasi lembar resep pasien rawat inap selama tiga bulan. hasil yang diperoleh Persentase kepatuhan peresepan obat terhadap formularium rumah sakit di unit rawat jalan farmasi antara Oktober dan Desember 2024 yaitu 97,44 % 98,36% dan 97,84 %. Dari hasil tersebut Rumah sakit telah memenuhi standar mutu pelayanan resep terhadap formularium diatas 80%.
Peningkatan Keterampilan Ibu Pasca Melahirkan dalam Pemberian ASI yang Benar di RSIA Hikmah Sawi Najib, Sarah Zielda; Ayuningtyas, Wurry
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i07.2515

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui dan manfaat perlekatan menyusui yang benar menjadi salah satu penyebab kurangnya pengetahuan ibu mengenai bagaimana menyusui yang benar karena perlekatan menyusui merupakan proses penting dalam memberikan nutrisi yang optimal kepada bayi baru lahir. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada ibu pasca melahirkan untuk menyusui yang benar. Metode yang digunakan yaitu pemberian materi edukasi mengenai keberhasilan menyusui menggunakan power point dan alat peraga (boneka bayi dan boneka payudara) yang diberikan oleh dokter anak untuk memperagakan teknik menyusui yang benar yang sebelumnya dilakukan pre-post test. Dari 30 peserta yang mengikuti acara kegiatan Peningkatan keterampilan Ibu Pasca Melahirkan dalam pemberian ASI yang benar di RSIA Hikmah Sawi diberikan materi kemudian diberikan post test dan dihasilkan 28 orang dari 30 peserta mendapatkan informasi baru yang ditunjukkan dengan nilai post testnya meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian materi edukasi dapat diberikan secara optimal. Kegiatan edukadi peningkatan keterampilan Ibu Pasca Melahirkan dalam pemberian ASI yang benar di RSIA Hikmah Sawi berjalan efektif dan memberikan hasil yang signifikan.
Pelatihan Penggunaan Obat dan Alat Laboratorium yang Benar Terhadap Pelajar SMPIT Mutiara Ilmu Bangkalan Najib, Sarah Zielda; Arum, Azzahroh; Adi Febrianty, Ayu Putri; Wibowo, Teguh Setiawan
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i12.1826

Abstract

Edukasi memiliki peran yang penting dan mendasar bagi seseorang dan kelompok Masyarakat. Melalui edukasi maka terjadi transfer pengetahuan sehingga lebih lanjut dapat terjadi perubahan pola piker kea rah yang lebih baik untuk kemajuan dan berdampak positif bagi individu maupun kelompok. Penyalahgunaan obat dewasa ini sudah sering terjadi dan marak terjadi baik di kalangan pelajar, kelompok, maupun masyarakat luas. Untuk itu diperlukan edukasi bagi masyarakat agar dapat mengetahui dampak dari penyalahgunaan obat. Penggunaan alat laboratorium yang benar juga penting diajarkan supaya pelajar dapat menggunakan dengan baik dan benar sebab pada Tingkat Pendidikan yang lebih tinggi juga diperlukan keterampilan penggunaan alat laboratorium. Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Penggunaan Obat dan Alat laboratorium yang benar dimulai dengan pemberian sambutan dari masing-masing instansi yang dilanjut dengan pemaparan materi, pengenalan bentuk obat dan alat laboratorium secara langsung disertai diskusi. Selama pelaksanaan, dibagikan brosure mengenai Penggunaan Obat dan Alat laboratorium yang benar sebagai materi pelatihan kepada para siswa. Kegiatan Pelatihan Penggunaan Obat dan Alat laboratorium yang benar terhadap pelajar SMPIT Mutiara Ilmu Bangkalan berjalan dengan lancar dan efektif. Hal ini ditunjukkan dari pemahaman siswa yang mengisi kuis yang diberikan dengan benar.  Pelatihan ini dapat menjadi solusi untuk pencegahan penyalahgunaan obat dan menurunkan angka tingginya penyalahgunaan obat terutama dikalangan remaja serta menjadi promosi kesehatan masyarakat   melalui pemahaman pelajar tentang penggunaan obat yang benar.