Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pemetaan Daerah Rawan Banjir dan Strategi Mitigasi untuk Masyarakat Kabupaten Luwu Hasrin, Sri Wahyuni; Mat Rasul
Jurnal Social Science Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flooding is a natural disaster that often hits Indonesia with a detrimental impact, especially for the community, the loss can be in the form of loss of life and material. This research focuses on mapping flood-prone areas in Luwu Regency based on the Spatial Overlay Analysis method based on geographic information system (GIS) and formulating effective mitigation strategies for the people of Luwu Regency. based on the Spatial Overlay Analysis method based on geographic information system (GIS). There are 3 variables used in this research, namely Soil Type, Slope and Rainfall. The mapping results show that some areas in Luwu Regency have a high level of flood vulnerability. The implementation of this mitigation strategy is expected to reduce the risk and impact of flooding and increase community resilience to flood disasters in the future.
Analisis Pemetaan Daerah Rawan Banjir dan Strategi Mitigasi untuk Masyarakat Kabupaten Luwu Hasrin, Sri Wahyuni; Mat Rasul
Jurnal Social Science Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flooding is a natural disaster that often hits Indonesia with a detrimental impact, especially for the community, the loss can be in the form of loss of life and material. This research focuses on mapping flood-prone areas in Luwu Regency based on the Spatial Overlay Analysis method based on geographic information system (GIS) and formulating effective mitigation strategies for the people of Luwu Regency. based on the Spatial Overlay Analysis method based on geographic information system (GIS). There are 3 variables used in this research, namely Soil Type, Slope and Rainfall. The mapping results show that some areas in Luwu Regency have a high level of flood vulnerability. The implementation of this mitigation strategy is expected to reduce the risk and impact of flooding and increase community resilience to flood disasters in the future.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Sebagai Alternatif Pupuk Kimia dan Mendukung Budidaya TOGA di Desa Mallongi-longi Nur Asia; Syuura Annisa Faizin; Riska Faiza Husna; Rini Kausarani; Nur Annisa; Aquila Nurrahma B.; Lulu Fahira; Rifaldi R.; Mat Rasul; Siti Nurviana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i1.27362

Abstract

Masyarakat Desa Mallongi-longi, Kabupaten Pinrang menghadapi permasalahan serius pada sektor pertanian yakni tingginya ketergantungan pada pupuk kimia yang tidak hanya mahal namun juga memiliki dampak terhadap lingkungan. Potensi pertanian yang tinggi mendorong adanya alternatif guna mengatasi masalah tersebut. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan mengatasi masalah tersebut sekaligus mendukung budiaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang menjadi potensi lokal sebagai obat tradisional. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui ceramah dan pelatihan melalui demontrasi langsung, pelaksanaan pengabdian dilaksanakan pada 29 Juli 2025 di Kediaman Kepala Desa Mallongi-longi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pada aspek memahami pengertian sampak organi dari 65% menjadi 90%, pupuk kompos dari 60% menjadi 92%, prosedur pembuatan pupuk kompos dari 55% menjadi 88%, cara pengaplikasian dari 45% menjadi 85% dan manfaat pupuk kompos dari 50% menjadi 95%. Hal ini mengindikasikan program pengabdian efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membuat pupuk kompos sebagai alternatif pupuk kimia dan untuk mendukung budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Dengan telaksananya pengabdian, diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga menciptakan pertanian secara berkelanjutan, mendukung kemandirian masyarakat, terciptanya taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang subur hingga mengoptimalkan pemanfaatan sampah anorganik yang selama ini terabaikan.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Potensi Kekeringan dan Strategi Mitigasi di Kabupaten Bone Rahma Musyawarah; Mat Rasul; Rahmawati Nurkarima
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/cxx81e71

Abstract

Bencana kekeringan merupakan salah satu ancaman lingkungan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi, ketersediaan air, dan keberlanjutan sektor pertanian. Kabupaten Bone sebagai salah satu wilayah agraris di Sulawesi Selatan memiliki kerentanan terhadap kekeringan yang perlu dikaji secara spasial sebagai dasar dalam menentukan strategi mitigasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wilayah terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Bone serta merumuskan strategi mitigasi yang dapat diterapkan berdasarkan kondisi dan karakteristik wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial melalui metode Weighted Overlay menggunakan ArcGIS 10.8. Parameter yang digunakan meliputi jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan, curah hujan, kerapatan vegetasi, dan suhu permukaan. Selanjutnya, analisis SWOT digunakan untuk menentukan strategi mitigasi berdasarkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi upaya penanggulangan kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Bone didominasi oleh klasifikasi berpotensi kekeringan dengan persentase sebesar 81,85%, sedangkan wilayah tidak berpotensi sebesar 13,05% dan wilayah sangat berpotensi sebesar 5,13%. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi mitigasi yang direkomendasikan berada pada strategi WO (Weakness-Opportunities), yang diarahkan pada pengurangan kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang tersedia. Strategi tersebut meliputi pembentukan forum atau desa tangguh kekeringan, penyuluhan dan pelatihan mitigasi bencana, pengembangan sistem peringatan dini berbasis BMKG dan aplikasi sederhana, gotong royong dalam konservasi air dengan memanfaatkan kearifan lokal, serta integrasi upaya mitigasi kekeringan ke dalam RPJM Desa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah yang lebih adaptif terhadap ancaman kekeringan di Kabupaten Bone.