Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Ekowisata Potensi Sumber Daya Air Gua Sebagai Laboratorium Alam Pembelajaran Geografi Marlina; Hasriyanti; Rahma Musyawarah; Muntazarah, Fediyatun; Sumarmi; Muliadin
Journal of Edugeography Vol. 12 No. 1 (2024): VOL 12 NO 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/w9nr7r98

Abstract

Pembelajaran geografi yang berkesan tidak sebatas belajar konsep tentang bumi tetapi harus dapat mendekatkan siswa dengan lingkungan sekitar.  Melalui pengelolaan edu-ecotourism menjadi laboratorium alam pembelajaran geografi cocok untuk mengkomunikasikan pengetahuan tentang alam dan mempromosikan nilai-nilai lingkungan demi mencapai cita-cita Sustainable Development Goals (SDGs). Mengembangkan kawasan sebagai laboratorium alam adalah langkah menghadirkan literasi lingkungan untuk pembelajaran geografi yang lebih kontekstual. Kehadiran laboratorium alam sebagai sumber belajar merupakan strategi mencapai tujuan edu-ecoturism. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partispatif, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai laboratorium alam air gua dapat memberikan referensi pengetahuan tentang: sebagai laboratorium alam pembelajaran lingkungan air gua dapat memberikan referensi pengetahuan tentang: (1) edukasi potensi geografis wilayah, (2) edukasi tentang pengelolaan berbasis masyarakat, dan (3) edukasi mitigasi dan adaptasi bencana dalam fungsi air gua sebagai pencegah banjir dan kekeringan. Bentuk usaha pendidikan geografi dalam ekowisata (edu-ecotourism) dapat memberikan pemahaman kepada siswa disekolah dan pada lingkungan masyarakat tentang pentingnya konservasi melalui kegiatan berwisata sambil belajar. Laboratorium alam dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kecintaan siswa tentang sumber daya alam di daerahnya. Akhir pembelajarn geografi di laboratorium alam adalah mengenali lingkungan sekitar, dan membangun sikap dan perilaku siswa tentang lingkungan untuk bertindak pro lingkungan saat kembali pada lingkungan bermasyarakat.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Potensi Kekeringan dan Strategi Mitigasi di Kabupaten Bone Rahma Musyawarah; Mat Rasul; Rahmawati Nurkarima
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/cxx81e71

Abstract

Bencana kekeringan merupakan salah satu ancaman lingkungan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi, ketersediaan air, dan keberlanjutan sektor pertanian. Kabupaten Bone sebagai salah satu wilayah agraris di Sulawesi Selatan memiliki kerentanan terhadap kekeringan yang perlu dikaji secara spasial sebagai dasar dalam menentukan strategi mitigasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wilayah terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Bone serta merumuskan strategi mitigasi yang dapat diterapkan berdasarkan kondisi dan karakteristik wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial melalui metode Weighted Overlay menggunakan ArcGIS 10.8. Parameter yang digunakan meliputi jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan, curah hujan, kerapatan vegetasi, dan suhu permukaan. Selanjutnya, analisis SWOT digunakan untuk menentukan strategi mitigasi berdasarkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi upaya penanggulangan kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Bone didominasi oleh klasifikasi berpotensi kekeringan dengan persentase sebesar 81,85%, sedangkan wilayah tidak berpotensi sebesar 13,05% dan wilayah sangat berpotensi sebesar 5,13%. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi mitigasi yang direkomendasikan berada pada strategi WO (Weakness-Opportunities), yang diarahkan pada pengurangan kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang tersedia. Strategi tersebut meliputi pembentukan forum atau desa tangguh kekeringan, penyuluhan dan pelatihan mitigasi bencana, pengembangan sistem peringatan dini berbasis BMKG dan aplikasi sederhana, gotong royong dalam konservasi air dengan memanfaatkan kearifan lokal, serta integrasi upaya mitigasi kekeringan ke dalam RPJM Desa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah yang lebih adaptif terhadap ancaman kekeringan di Kabupaten Bone.