Negari, Anita Siwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI KELAS 4 SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN GROBOGAN Negari, Anita Siwi; Handayani, Diana Endah; Suyitno, Suyitno
Indonesian Journal of Elementary School Vol 4, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v4i1.17969

Abstract

Konteks penelitian yang melatarbelakangi penelitian ini adalah implementasi Pembelajaran berdiferensiasi merupakan bagian dari program Sekolah Penggerak, salah satu program yang mendukung tercapainya kebebasan belajar (Kurikulum Merdeka). Program tersebut menitik beratkan pada pengembangan hasil belajar siswa secara menyeluruh melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila yang memuat kompetensi dan karakter dimulai dari sumber daya manusia (kepala sekolah dan guru) yang berkualitas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana langkah-langkah pembelajaran berdiferensiasi kelas 4 sekolah dasar di Kabupaten Grobogan? (2) Apa saja Faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran berdiferensiasi kelas 4 sekolah dasar di Kabupaten Grobogan? (3) Bagaimana implementasi pembelajaran berdiferensiasi kelas 4 sekolah dasar di Kabupaten Grobogan? Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Subjek penelitian pada penelitian survei ini menggunakan Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan dari narasumber atau sumber data yang lain adalah metode observasi, angket, dan dokumentasi. Penelitian ini difokuskan pada penerapan pembelajaran diferensiasi kelas 4 sekolah dasar di Kabupaten Grobogan dan penghambat implementasi pembelajaran berdiferensiasi kelas 4 sekolah dasar di Kabupaten Grobogan. Hasil survei menemukan bahwa 3 dari 5 sekolah pada dasarnya telah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan baik, baik dari segi tahapan pelaksanaan maupun status pelaksanaan. Sementara itu, kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi adalah keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi.Kata Kunci:: Implementasi, Pembelajaran Diferensiasi, Kabupaten Grobogan, Sekolah Penggerak, Kurikulum Merdeka.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR ABAD KE-21: STUDI LITERATUR Negari, Anita Siwi; Sari, Yunita; Ulia, Nuhyal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24499

Abstract

Pembelajaran terdiferensiasi merupakan pendekatan strategis dalam menghadapi keberagaman karakteristik peserta didik di abad 21, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran terdiferensiasi melalui studi pustaka artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit tahun 2019–2025. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan teknik pengumpulan data berdasarkan telaah sistematis sumber primer, yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terdiferensiasi memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterlibatan belajar, capaian akademik, dan pengembangan karakter peserta didik. Strategi dominan yang digunakan meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk, dengan mempertimbangkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Kendala utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan kompetensi guru, kurangnya sumber daya pendukung, dan resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran konvensional. Upaya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan dukungan kebijakan, dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan penerapan diferensiasi di sekolah dasar. Selain itu, adaptasi terhadap konteks lokal dan pengembangan komunitas praktisi pendidikan dianggap penting untuk memperluas praktik pembelajaran terdiferensiasi secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan studi lapangan lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran terdiferensiasi dalam berbagai kondisi sosial dan geografis di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi pendidikan dalam merancang pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era global saat ini.