Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

Pemberdayaan Guru Dalam Pembelajaran Daring Menggunakan Standardized Platform Eko Purwanti; Mariska Intan Sari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.379 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.871

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik. Dengan adanya kebijakan pembelajaran secara daring dikarenakan adanya anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing dan dalam rangka mencegah kluster covid-19 di sekolah, maka sekolah-sekolah dituntut agar tetap dapat memberikan pembelajaran efektif kepada peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) ini ditujukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam pembelajaran daring. Secara lebih spesifik, kegiatan abdimas ini ditujukan untuk membangun pembelajaran daring dengan cara melakukan pendampingan kepada guru-guru di sebuah sekolah menengah atas negeri di Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Metodologi yang dilakukan meliputi mengadakan pelatihan teknis LMS (Learning Management System) kepada tim Informasi dan Teknologi (IT) sekolah, dan kemudian dilanjutkan dengan mengadakan Training of Trainer (TOT) kepada 10 orang guru yang akan menjadi mentor bagi para guru-guru di sekolah, dan akhirnya pelatihan penggunaan LMS kepada seluruh guru-guru di sekolah dilakukan sebagai rangkaian akhir dari kegiatan abdimas ini. Hasil dari abdimas ini adalah tersedianya laman pembelajaran daring di sekolah menengah atas negeri di Kasihan, Bantul, Yogyakarta tersebut. Kegiatan abdimas ini membawa implikasi positif terhadap pembelajaran daring di sekolah tersebut. Mengingat bahwa kegiatan abdimas ini sangat dibutuhkan oleh sekolah menengah atas negeri tersebut dan sangat kontekstual dengan situasi pandemi saat ini, maka kegiatan yang sejenis dapat pula direduplikasi dan ditawarkan di sekolah lain.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU SMA MUHAMMADIYAH 4 YOGYAKARTA DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING MELALUI “MUPAT BELAJAR” Mariska Intan Sari; Eko Purwanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.261 KB) | DOI: 10.18196/ppm.42.880

Abstract

Sekolah sebagai salah satu agen pendidikan yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia harus selalu meningkatkan kualitasnya terutama dalam pengajaran. Pandemi Covid-19 menuntut sekolah untuk dapat terus melaksanakan proses KBM dengan baik, meskipun semua dilakukan secara daring. Penggunaan LMS “Mupat Belajar” yang berbasis Moodle dapat menjadi salah satu solusi untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. “Mupat Belajar” ini sudah digunakan selama semester ganjil 2020/2021. Akan tetapi, ada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan “Mupat Belajar” yang harus segera diselesaikan agar tujuan utama dari keberadaan “Mupat Belajar” ini dapat dicapai secara maksimal oleh pihak sekolah, yaitu tampilan awal mata pelajaran yang masih beragam, penggunaan fitur, dan aktifitas di “Mupat Belajar” yang belum maksimal. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, dilakukanlah pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta khususnya enam orang tim Informasi dan Teknologi (IT) sekolah dan juga sepuluh orang guru trainer yang telah ditunjuk sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan agar guru-guru yang tergabung dalam tim IT dan guru trainer tersebut mempunyai keterampilan yang memadai sehingga dapat memberikan pelatihan kepada guru-guru yang lain. Selain itu, monitoring terhadap pembelajaran daring di sekolah juga dilakukan untuk merumuskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk perbaikan implementasi “Mupat Belajar” kedepannya.