Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Produk Afirmasi “Cheermail” Terhadap Peningkatan Iklim Kerja Positif Karyawan di PT. Baruga Asrinusa Development Auralia M, Nurul; Fiqh, Salsabila; Tridinistari, Divka; Zainuddin, Kurniati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 4 (2024): Madani, Vol. 2, No. 4 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12579655

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of the affirmation product "Cheermail" in enhancing a positive work climate, including emotional well-being, work motivation, interpersonal relationships, and appreciation culture at PT. Baruga Asrinusa Development. This experimental research utilized a pretest-posttest design. A total of 71 respondents from various departments completed a pretest before the implementation of Cheermail and a posttest after its implementation. Data were collected via Google Forms with the aid of QR codes and analyzed using SPSS 26 software, employing descriptive statistical analysis, correlation tests, and paired sample T-tests. The questionnaire respondents were predominantly millennials, comprising 70% of the sample, with the majority from the residential sales department at 25%. Female respondents made up 60% of the sample, while males constituted 40%. Pretest results showed a mean score of 24.58, while posttest results significantly increased to a mean score of 47.68. Statistical analysis revealed a mean increase of 22.189, with a standard deviation of 3.844 and a t-value of 50.634. The p-value (sig) of 0.991 < 0.05 indicated a significant relationship between the use of Cheermail and the improvement of a positive work climate among employees at PT. Baruga Asrinusa Development. This study demonstrates that Cheermail is effective in enhancing the overall positive work climate within the company, including strengthening the appreciation culture, fostering a more collaborative work environment, and triggering a positive domino effect. Future recommendations include integrating Cheermail into broader employee development programs and expanding its usage scope.
Hubungan Antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Fear Of Missing Out (Fomo) pada Remaja Pengguna Aktif Media Sosial di Kota Makassar Fiqh, Salsabila; Khumas, Asniar; Sufartianingsih , Eka
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i3.5687

Abstract

Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan remaja di Kota Makassar berpotensi memicu munculnya fear of missing out (FoMO), yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat FoMO pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 410 responden berusia 15–21 tahun yang berdomisili di Kota Makassar dan teridentifikasi sebagai pengguna aktif media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho untuk mengukur hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan FoMO (r = 0.399). Analisis lanjutan mengungkap bahwa dimensi penggunaan media sosial pada waktu senggang, penggunaan di tempat umum, serta motif penggunaan memiliki hubungan signifikan dengan FoMO. Sebaliknya, penggunaan media sosial pada saat stres dan saat kegiatan akademik tidak menunjukkan hubungan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar kecenderungan remaja mengalami FoMO. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengelola penggunaan media sosial secara bijak, termasuk edukasi literasi digital dan penguatan kesehatan mental, guna meminimalkan dampak negatif terhadap kesejahteraan psikolosgis remaja.