Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Berbasis Kesetaraan Gender Bagi Warga Terdampak Proyek PLN Cisokan Kabupaten Bandung Barat Bhaskara, Ignasius Loyola Adhi; Deti, Regina; Wiharani, Annisa Paramita; Agastya, Dyah Ayunda; Maurits, Reisha Hermana
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v8i2.753

Abstract

The construction of the Cisokan Hydroelectric Power Plant (PLTA) in West Bandung Regency has significantly impacted the surrounding community. Even though it increases electricity availability and provides economic benefits, this project also raises problems, especially for women's communities, including issues of violence, sexual harassment, and gender inequality, by referring to the values of Sustainable Development Goals (SDGs) #1 (Eradicating Poverty) and #5 (Gender Equality). This service aimed to empower women through increasing knowledge and skills in the community, especially vulnerable groups such as women, to strengthen their social resilience against the negative impacts of social issues and gender inequality in hydropower development. Activities involved training, mentoring, and Focus Group Discussions (FGD) with the participation of 54 Fatayat NU cadres in Rongga Village and Cipongkor Village. The results included increased women's organizing, increased financial management and digital marketing skills of local MSMEs, and confirmation of residents' situation through FGDs. The potential for sustainability of this program was immense through the involvement of Fatayat NU and PLN in continuing existing activities and organizing. Keyword: Inequality, Gender, SDGs, MSMEs, empowerment Abstrak Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cisokan di Kabupaten Bandung Barat memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat sekitar. Meskipun meningkatkan ketersediaan listrik dan memberikan manfaat ekonomi, proyek ini juga menyulut permasalahan, terutama terhadap komunitas perempuan, termasuk isu kekerasan, pelecehan seksual, dan ketidaksetaraan gender dengan merujuk pada nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) #1 (Menghapus Kemiskinan) dan #5 (Kesetaraan Gender). Pengabdian ini bertujuan untuk pemberdayaan perempuan melalui penambahan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, terutama kaum rentan seperti perempuan, guna memperkuat ketahanan sosial mereka terhadap dampak negatif isu sosial dan ketidaksetaraan gender dalam pembangunan PLTA. Metode pengabdian meliputi observasi, pelatihan, pendampingan, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan partisipasi 54 kader Fatayat NU di Desa Rongga dan Desa Cipongkor. Hasil pengabdian mencakup pengorganisasian perempuan yang lebih terstruktur, peningkatan keterampilan dalam pengelolaan finansial dan pemasaran digital UMKM masyarakat sekitar, serta konfirmasi situasi yang dihadapi oleh warga melalui FGD. Potensi keberlanjutan program ini sangat besar melalui keterlibatan Fatayat NU dan PLN dalam melanjutkan kegiatan serta pengorganisasian yang sudah terjalin. Kata kunci: Ketidaksetaraan, Gender, SDGS, UMKM, pemberdayaan
Pendekatan Kolaboratif dalam Pencegahan Calon Pekerja Migran Non-Prosedural Indonesia Wiharani, Annisa Paramita; Bawono, Kishino; Triwibowo, Albert; Ayunda, Dyah; Sari, Yulia Indrawati; Dewi, Elisabeth A. S.
SUBAKTYA: UNPAR COMMUNITY SERVICE JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2025): (DESEMBER 2025) SUBAKTYA: UNPAR Community Service Journal
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sucsj.v2i2.9280.45-63

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun pengelolaan yang tidak optimal menimbulkan masalah serius. Menurut BP2MI, sebagian besar masalah PMI disebabkan oleh migrasi non-prosedural. Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah dengan masalah PMI non-prosedural tinggi. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat desa di Kecamatan Jampang Kulon, Sukabumi, untuk meningkatkan kesadaran tentang migrasi aman. Kegiatan mencakup sosialisasi dan diskusi interaktif dengan calon PMI, keluarga, dan tokoh masyarakat. Program ini menargetkan kelompok berpendapatan menengah ke bawah dan melibatkan perempuan serta laki-laki yang berpotensi menjadi PMI non-prosedural. Tema yang dibahas meliputi informasi PMI, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), perekrut bertanggung jawab, SBMI, dan pelaporan masalah PMI. Hasilnya termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, partisipasi aktif, dukungan aparat desa, serta penerapan model kerja sama antar lembaga untuk keberlanjutan program. Mitra utama, yaitu Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kab. Sukabumi, Yayasan AKATIGA, dan International Organization for Migration (IOM) Indonesia. SBMI akan berkolaborasi dengan tim pelaksana untuk memfasilitasi para peserta, yaitu calon PMI, pasangan/keluarga calon PMI, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama; serta berkoordinasi dengan tim pelaksana untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan lokal. Yayasan AKATIGA akan berkolaborasi dengan tim pelaksana  dalam hal riset, identifikasi dan pemetaan isu, serta membantu pendalaman materi sosialisasi. Terakhir, IOM Indonesia akan  berkolaborasi dengan tim pelaksana untuk pendalaman materi sosialisasi yang mengacu pada pedoman (modul) terkait migrasi aman serta berkoordinasi dengan tim pelaksana untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan terkait.