Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efek Mulligan Mobilization with Movement (MWM) terhadap Kemampuan Fungsional pada Individu dengan Kasus Osteoarthritis Lutut: A Case Report Ayundasari, Nabila; Pristianto, Arif; Putra, Guntur Rusmana
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Osteoarthritis lutut merupakan penyakit sendi degeneratif yang biasanya disebabkan oleh keausan dan hilang tulang rawan sendi secara progresif. Osteoarthritis (OA) lutut sering terjadi pada lanjut usia dengan gejala klinis yang umum terjadi adanya nyeri lutut yang muncul secara bertahap dan memburuk saat beraktivitas, lutut terasa kaku dan bengkak, nyeri setelah duduk atau istirahat dalam jangka lama. Penderita OA lutut mengalami peradangan sinovial dan fibrosis kapsul sendi yang menimbulkan rasa nyeri dan hilang rentang gerak sendi sehingga berpengaruh pada penurunan kemampuan fungsional sehari-hari. Case Presentation: Seorang laki-laki penderita OA lutut kanan dengan keluhan nyeri saat berjalan jauh, jongkok, dan naik turun tangga. Dilakukan upaya fisioterapi untuk meningkatkan kemampuan fungsional sehari-hari dengan intervensi Mulligan Mobilization with Movement (MWM). Management and Outcome: Pemberian intervensi Mulligan MWM dilakukan pada posisi weight bearing dan non-weight bearing dengan arah rotasi medial dan anterior glide. Setelah dilakukan terapi sebanyak tiga kali didapatkan hasil adanya penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), dan peningkatan kemampuan fungsional. Discussion: Pada intervensi Mulligan MWM terdapat mekanisme neurofisiologis pada level spinal dengan gerakan lutut berulang sehingga dapat mengurangi intensitas nyeri. Adanya efek biomekanis mengakibatkan perubahan pola gerak sendi yang terbatas sehingga dapat memulihkan rentang gerak optimal. juga, efek neurologis gerakan aktif dan pasif dapat merangsang reseptor sensorik dan mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat. Informasi tersebut berpengaruh pada persepsi nyeri dan propioseptif yang bisa meningkatkan pengendalian motorik dan koordinasi motorik sehingga terjadi peningkatan kemampuan fungsional. Conclusion: Adanya efek untuk peningkatan kemampuan fungsional pasien OA lutut dengan Mulligan Mobilization with Movement (MWM).
Physical Therapy Management for Post OP Tibia Plateu Dextra: A Case Study Prasetyo, Hanif Kemal; Widodo, Agus; Putra, Guntur Rusmana
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2022: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.064 KB)

Abstract

Introduction: Fracture or fracture is a form of bone continuity disorder caused by direct or indirect trauma. Fracture treatment is divided into 3 stages, namely restoring the position of the bone to its anatomical shape, maintaining the position of the bone for some time / immobilization and restoring function / rehabilitation, so that a patient will be able to return to activities without significant obstacles. Physiotherapy with various exercise therapy modalities can reduce pain and improve LGS so that patients can be active and productive again. Exercise therapy that is usually given to improve LGS is conventional exercise therapy such as passive stretching and special mode exercise therapy such as hold relax.Case Presentation:Mrs. T was 52 years old on May 6, 2022 while walking the patient fell while descending 1 stair due to wrong support and then fell with support on the outer right knee which caused the bone to fracture / crack after that surgery was carried out on May 7 , 2022 and the patient was treated for 4 days until May 11, 2022. After that the patient is referred by a rehabilitation doctor to perform physiotherapy actions at PKU Muhammadiyah Sukoharjo Hospital Management andOutcomes:Patients undergo therapy three times in two weeks with a physiotherapy program that includes Infra Red, TENS, Quadriceps Set, Hamstring and Gastroc Stretching, Mobilization Exercises on the legs, Kicking exercises using Ankle, Kicking exercises with the therapist's body resistance. Patients were evaluated using the Visual Analog Scale (VAS) and Manual Muscle Testing (MMT).Conclusion:After receiving physiotherapy treatment with physiotherapy modalities and exercise therapy plus a home program that has been carried out by the patient, the results are decreased pain, increased muscle quality and decreased edema in the patient's right leg.
Management Fisioterapi pada Kasus post Orif 1/3 Distal Radius di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo Panrus, Ali Imroni Muhammad; Rahayu, Umi Budi; Putra, Guntur Rusmana
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur merupakan gangguan pada kesinambungan struktur tulang. Umumnya, ketika mengalami kecelakaan, tangan secara otomatis menjadi korban untuk menopang atau menahan beban saat jatuh, dan dengan posisi tangan yang sedikit terputar, fraktur 1/3 distal radius dapat terjadi. Inframerah mampu menghasilkan panas lokal yang bersifat superfisial dan disarankan untuk kondisi subakut guna mengurangi rasa sakit dan peradangan. Pemijatan merupakan teknik terapi yang memanfaatkan gerakan tangan atau alat pada jaringan tubuh yang lembut, dengan keahlian gerakan tangan yang bertujuan untuk meraih kenyamanan dan menjaga kesehatan.Case Presentation: Desain penelitian ini dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memahami manajemen fisioterapi dalam kasus pasca ORIF 1/3 radius distal. Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada seorang pria berinisial Tn. A.S yang berusia 44 tahun, bekerja di sektor swasta, tinggal di Songgorunggi Desa Kepuh Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Pasien mengunjungi poli fisioterapi dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan dan kaku saat digerakkan.Management and Outcome: Pasien menerima pijatan dan latihan terapi selama 1 minggu dengan 3 pertemuan, serta dosis 3 kali dalam 4 minggu dengan durasi setiap sesi 10-15 menit. Evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan Rentang Gerak (ROM), Pengujian Otot Manual, Skala Penilaian Numerik dan WHDI.Conclussion: Setelah menjalani intervensi dengan masase dan terapi latihan sebanyak 3 kali pertemuan, diperoleh hasil perubahan yang cukup signifikan.