Panrus, Ali Imroni Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Management Fisioterapi pada Kasus post Orif 1/3 Distal Radius di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo Panrus, Ali Imroni Muhammad; Rahayu, Umi Budi; Putra, Guntur Rusmana
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Fraktur merupakan gangguan pada kesinambungan struktur tulang. Umumnya, ketika mengalami kecelakaan, tangan secara otomatis menjadi korban untuk menopang atau menahan beban saat jatuh, dan dengan posisi tangan yang sedikit terputar, fraktur 1/3 distal radius dapat terjadi. Inframerah mampu menghasilkan panas lokal yang bersifat superfisial dan disarankan untuk kondisi subakut guna mengurangi rasa sakit dan peradangan. Pemijatan merupakan teknik terapi yang memanfaatkan gerakan tangan atau alat pada jaringan tubuh yang lembut, dengan keahlian gerakan tangan yang bertujuan untuk meraih kenyamanan dan menjaga kesehatan.Case Presentation: Desain penelitian ini dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memahami manajemen fisioterapi dalam kasus pasca ORIF 1/3 radius distal. Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada seorang pria berinisial Tn. A.S yang berusia 44 tahun, bekerja di sektor swasta, tinggal di Songgorunggi Desa Kepuh Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Pasien mengunjungi poli fisioterapi dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan dan kaku saat digerakkan.Management and Outcome: Pasien menerima pijatan dan latihan terapi selama 1 minggu dengan 3 pertemuan, serta dosis 3 kali dalam 4 minggu dengan durasi setiap sesi 10-15 menit. Evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan Rentang Gerak (ROM), Pengujian Otot Manual, Skala Penilaian Numerik dan WHDI.Conclussion: Setelah menjalani intervensi dengan masase dan terapi latihan sebanyak 3 kali pertemuan, diperoleh hasil perubahan yang cukup signifikan.