Sari, Diani Qomaradewi Indah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Breathing Exercise dan Mobilisasi Bertahap terhadap Kemampuan Fungsional Pada Pasien Pasca Operasi Double Valve Replacemant: Case Report Ariyanti, Amalia Carissa; Perdana, Suryo Saputra; Gani, Purnomo; Sari, Diani Qomaradewi Indah
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Double valve replacement merupakan sebuah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk mengganti dua katub yaitu katub mitral dan aorta. Periode pasca pembedahan dapat menyebabkan komplikasi oleh karena ketidakaktifan fisik sehingga menyebabkan penurunan kemampuan fungsional. Breathing exercise dan mobilisasi bertahap telah terbukti dapat membantu pasien dalam meningkatkan kemampuan fungsionalnya. Case Presentation: Pasien berusia 53 tahun dengan diagnosa medis post-op DVR e.c possible significant stenosis pada bioprostetic mitral valve (RIW MVR 2011), CHF-RHD (MS, moderate AS, moderate to severe AR, mod-severe TR) dan AF NVR mengalami gangguan respirasi dan penurunan mobilitas fisik. Management and Outcome: Case Report yang dilakukan selama 3 hari pada pasien pasca operasi Double Valve Replacement (DVR) dengan pemberian latihan breathing exercise, active exercise, stretching, serta mobilisasi bertahap dan dilakukan evaluasi setiap akhir pertemuan. Discussion: Evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrumen pengukuran vital sign, NRS, skala borg, medline, serta ICU Mobility scale menunjukkan setelah pemberian terapi yang dilakukan 3 kali mendapatkan hasil adanya penurunan nyeri, sesak, serta peningkatan ekspansi thoraks dan peningkatan kemampuan fungsional. Conclusion: Metode Latihan berupa breathing exercise dan mobilisasi bertahap dapat memberikan pengaruh pada aspek kemampuan aktifitas dan fungsional pada pasien pasca operasi double valve replacement.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Post Atrial Septal Defect Closure: Studi Kasus Amirotuzakiyah, Maryam; Perdana, Suryo Saputra; Setiawan, Purnomo Gani; Sari, Diani Qomaradewi Indah
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction Atrial Septal Defect (ASD) adalah kondisi kelainan jantung bawaan yaitu kecacatan septum atrium yang umum terjadi pada kasus kelainan jantung bawaan. Ciri unik ASD adalah perkembangan klinisnya yang lambat dengan sebagian besar saat usia anak dan remaja bebas gejala, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Prosedur bedah jantung menyebabkan adanya nyeri pada bekas incisi, adanya komplikasi paru dan imobilisasi pada pasien dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kondisi komplikasi lainnya seperti penurunan aktivitas fungsional, penurunan kekuatan otot, penurunan sangkar thoraks, dan peningkatan sputum. Latihan mobilisasi bertahap dan active exercise diperlukan untuk mencegah munculnya komplikasi tersebut. Case Presentation: Pasien berusia 31 tahun dengan diagnosis medis post Atrial Septal Defect Closure (ATV Repair a.i A ASD II 4 cm, High flow Low resistance, L to R shunt, TR severe) dengan keluhan adanya nyeri bekas incisi dan imobilisasi. Pasien post operasi hari pertama dengan kondisi supine lying dengan alat dan selang terpasang ditubuhnya. Terdapat nyeri tekan, gerak dan diam, adanya penurunan sangkar thoraks, dan penurunan aktivitas fungsional. Management and Outcome: Studi kasus yang dilakukan selama 3 hari adalah breathing exercise, active exercise, dan mobilisasi bertahap serta dilakukan evaluasi setiap akhir pertemuan. Discussion: Intervensi fisioterapi yang diberikan pada kasus post ASD Closure adalah breathing exercise, active exercise, latihan batuk efektif, dan mobilisasi bertahap yang bertujuan untuk mengurangi nyeri bekas incisi, mengeluarkan sputum, peningkatan sangkar thoraks, memelihara fleksibilitas dan kekuatan otot serta peningkatan kemampuan fungsional.
Physiotherapy Management in a Patient with Coronary Artery Disease 3VD Post Coronary Artery Bypass Grafting in ICCU: A Case Study Syahma, Hanidah Aulia; Fatmarizka, Tiara; Setiawan, Purnomo Gani; Sari, Diani Qomaradewi Indah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i2.2702

Abstract

Post-Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) patients are at risk of postoperative complications, including pain, respiratory disorders, decreased thoracic expansion, and functional mobility limitations due to surgical procedures and prolonged bed rest in the Intensive Cardiac Care Unit (ICCU). Therefore, physiotherapy during the acute rehabilitation phase is essential to support recovery and prevent further complications. Objective: This study aims to describe physiotherapy management in a patient with Coronary Artery Disease (CAD) three-vessel disease (3VD) post-CABG in the ICCU and to evaluate changes in pain, shortness of breath, thoracic expansion, and functional mobility after physiotherapy intervention. Method: This study used a case report design involving a 53-year-old male patient with complaints of sternotomy pain, shortness of breath, and postoperative mobility limitations. Data were collected through physiotherapy assessment, including vital signs, Numeric Rating Scale (NRS), Borg Scale, thoracic expansion measurement using a meterline, and functional ability using the ICU Mobility Scale. Data were analyzed descriptively by comparing clinical outcomes before and after three physiotherapy sessions. Findings: The results showed decreased resting pain from 5/10 to 3/10, reduced shortness of breath from 2/10 to 0/10, increased thoracic expansion, and improved functional mobility from score 1 to score 3 based on the ICU Mobility Scale. These findings indicate positive clinical progress during the acute rehabilitation phase. Implication: Early physiotherapy intervention through diaphragmatic breathing exercise, deep breathing exercise, active range of motion exercise, and gradual mobilization may support respiratory function, reduce pain, improve mobility, and assist early recovery in post-CABG patients in the ICCU. Originality/Value: This case report provides specific clinical evidence regarding comprehensive physiotherapy management in a CAD 3VD post-CABG patient during intensive cardiac care, particularly through measurable outcomes in the acute rehabilitation phase.