Ali Fikri, Ahmad Wildan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI SEBAGAI BAGIAN PERIZINAN INVESTASI APARTEMEN Pradika, Agun; Ilmi, M. Miftahul; Murtadho, Muhammad Naufal; Ali Fikri, Ahmad Wildan
Citra Justicia : Majalah Hukum dan Dinamika Masyarakat Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/cj.v25i2.4411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dalam perizinan investasi pembangunan Apartemen atau rumah susun komersial. PBG dan SLF merupakan dua komponen krusial dalam memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, kualitas, dan regulasi yang berlaku dalam sektor properti. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis dokumen untuk mengidentifikasi bagaimana peran persetujuan bangunan gedung (PBG) dan sertifikat laik fungsi (slf) sebagai bagian dari perizinan investasi dalam pembangunan rumah susun komersial atau apartemen dan bagaimana pertanggungjawaban pengembang rumah susun komersial atau apartemen dalam perjanjian pengikatan jual beli tanpa sertifikat laik fungsi (SLF). Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Secara keseluruhan, PBG dan SLF memainkan peran penting dalam perizinan investasi pembangunan rumah susun komersial atau apartemen dengan memastikan bahwa pembangunan dilakukan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku, serta bangunan yang dihasilkan aman untuk digunakan. Sebelum UU Cipta Kerja, proses yang panjang dan kompleks dapat menghambat investasi, sedangkan setelah UU Cipta Kerja, proses yang lebih sederhana dan cepat memberikan kepastian hukum yang lebih baik dan mengurangi hambatan birokrasi, sehingga mendorong investasi dan menciptakan iklim investasi yang lebih efisien di Indonesia. 2) Pertanggung jawaban pengembang rumah susun komersial atau apartemen dalam PPJB tanpa SLF melibatkan pemenuhan standar keselamatan, transparansi informasi, komitmen tertulis, kompensasi dan ganti rugi, tanggung jawab hukum, serta pemeliharaan dan perbaikan. Hal ini penting untuk melindungi hak-hak pembeli dan memastikan bahwa pembangunan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meskipun ada perbaikan signifikan dalam proses perizinan, pengawasan yang ketat dan transparansi informasi tetap diperlukan untuk memastikan pembangunan yang aman dan sesuai dengan regulasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan iklim investasi di sektor properti komersial di Indonesia.
The Ambiguity of the 'Public Policy Clause in the Execution of Foreign Arbitration Awards in Indonesia Ali Fikri, Ahmad Wildan
JUNCTO: Jurnal Ilmiah Hukum Vol 7, No 1 (2025): JUNCTO : Jurnal Ilmiah Hukum JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/juncto.v7i1.5892

Abstract

Arbitration has appeared as a leading forum in settlement dispute commercial international. stated that execution decision arbitration international can implemented if not contrary to public policy. Usage This clause gives rise to confusion in interpretation and become the cause failure execution decision arbitration foreign so that required study about what is the cause confusion? and how to execute it so still can implement? This research is research that uses method study law normative equipped with an approach legislation, comparison and approach conceptual work done in a way descriptive analytical in to study interpretation clause in regulation applicable legislation, cases that occur in various countries to compared to as well as concepts as solution. Research results state that uses This clause is contained in the AAPS Act 1999 and Article V of the New York Convention for limit implementation arbitration foreign. Decision arbitration foreign need acknowledged or ratified in the country were implementation execution. Public policy not only concerning interest individual or group just but more to objective together, interests general, or citizens in general. Rejection decision arbitration based on policy public need condition outside usual, namely " threat" real and serious to interest fundamental society." The situation This also happened in India, the European Union and Russia with various each solution. In order not to be ambiguous, Execution decision should load certainty just law, principle consensualism, fair and equal treatment, and violation characteristic final and binding decision. It is hoped that this article will come as reflection stakeholders’ policy for escort 'public policy' clause general ' so as not to obstacle for execution decision arbitration foreign.