Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kategori Kelas Kata Pada Cerita Rakyat “Sitagan Bulu” Yang Berasal Dari Batak Toba Simaremare, Juni Agus; Padang, Sepmasrina; Sinaga, Amelia K.D.; Sagala, Novita E.
IdeBahasa Vol 5 No 2 (2023): JURNAL IDEBAHASA Vol. 5 No. 2 Desember 2023
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v5i2.149

Abstract

This research aims to determine the categories of word classes contained in the Si Tugan Bulu folklore from the Toba Batak region. In the linguistic dictionary, the definition of morphology is the field of linguistics that studies morphemes and their combinations or parts of language structure which include words and parts of words, namely morphemes. This research used theory of morphemes as discussed by Chaer (2012) where a linguistic concept focusing on the smallest grammatical units in a language. Morphemes carry meaning and function as the foundation of morphology, shaping words and their structures.The method used in this research is the library research method. The results and research of this and the word class categories in the short story "Si Tagan Bulu originating from Toba Batak can be expressed in the form of nouns, adjectives, verbs, prepositions, interjections, conjunctions, reduplications, numarelia, pronouns. demonstrativa introgativa, adverbs.
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO Simorangkir, Chornelyus Dehouq; Sinaga, Amelia K.D.; Saragih, Okki Helena Mandari; Situmeang, Yusnita
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1319

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada anak usia 6 tahun yang berasal dari keluarga campuran suku Jawa dan Batak Toba di Desa Lau Pakam, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan bernama Riska Sitinjak, yang memperoleh bahasa Batak Toba sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan denga malalui wawancara, observasi, partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak memperoleh bahasa pertama secara alami dari lingkungan keluarga dan sosial sejak dini, sedangkan bahasa kedua diperoleh melalui pendidikan formal dan interaksi sosial yang lebih luas. Pemerolehan bahasa pada anak berkembang dari tahap pralinguistik hingga dahap mahir, baik dalam bahasa ibu maupun bahasa keduanya. Faktor lingkungan, dukungan orang tua, serta asupan gizi turut berperan dalam kelancaran dalam pemerolehan bahasa. Sehingga anak dapat menguasai dua bahasa dengan baik tanpa mengalami hambatan perkembangan bahasa yang signifikan.