Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keparahan Infeksi Dengue pada Anak: English PUTU AYUNDA TRISNIA; SARASWATI LAKSMI DEWI; SRI MASYENI
Hang Tuah Medical Journal Vol 23 No 1 (2025): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v23i1.844

Abstract

Dengue infection is one of the significant global health problems, especially in children. This paper aims to identify factors that affect the severity of dengue infection in the child population. The factors analysed included age, infection status, obesity, viral genome and Ns1 protein titers of dengue. Children who are younger and have an obese nutritional status tend to experience more severe symptoms. In addition, high NS1 titers, viral genomes, and secondary infections also contribute to a higher risk of infection. Detecting warning signs is important because it can be used as a predictor of more severe dengue infection.
Pemberdayaan Kader Posyandu di Desa Bayung-Gede Bangli dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Makanan Bergizi Seimbang Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Ayunda Trisnia; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.252-256

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia. Anak yang menderita stunting mungkin tidak dapat mencapai potensi genetik dan kesehatan mereka yang ideal. Salah satu faktor yang menyebabkan stunting adalah pemberian makanan bayi dan anak yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi. Pola pengasuhan, keragaman dalam pemberian makanan, dan pengetahuan ibu atau pengasuh tentang makanan dengan gizi seimbang adalah faktor lain yang berkontribusi pada masalah ini. Data di Kabupaten Bangli menunjukkan angka stunting pada balita di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani-Bangli pada tahun 2022 masih cukup tinggi. Dari data hasil pengukuran angka kecukupan gizi diketahui bahwa asupan protein pada anak balita stunting di Desa Bayung Gede jauh di bawah angka kecukupan gizi anak seusianya. Berdasarkan analisis situasi tersebut maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kader Posyandu Desa Bayung Gede-Kintamani tentang praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) dengan gizi seimbang. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan peserta dari rata-rata skor pengetahuan 6,41 menjadi 8,91 (p<0.05) yang dilihat dari peningkatan nilai pre-test dan post-test. Dengan kegiatan ini kader diharapkan dapat memberikan contoh resep makanan dengan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari kepada ibu-ibu di Desa Bayung Gede-Kintamani. Dalam kegiatan ini juga diberikan paket ayam buras serta demplot kepada keluarga balita yang memerlukan sehingga diharapkan keluarga balita tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri terutama asupan proteinnya. Kata Kunci: gizi seimbang, kader posyandu, PMBA, Bayung Gede
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Sederhana Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Putu Ayunda Trisnia; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.67-70

Abstract

Anak – anak identik dengan dunia bermain. Bermain merupakan salah satu media anak untuk mengembangkan kreativitas dan belajar termasuk melatih sel otaknya untuk mempelajari hal baru yang berkaitan dengan kognitif anak. Pada era teknologi saat ini, penggunaan ponsel pintar semakin berkembang dan marak digunakan pada kalangan anak usia dini. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan ponsel pintar pada anak usia dini tidak sedikit yang menunjukkan efek buruk seperti penurunan motorik dan sensorik anak, gangguan pada hubungan sosial dan perilaku bahkan penurunan kognitif anak. Permainan edukatif anak yang tersedia pada lingkungan disekitar anak akan dapat membantu pengalihan anak dalam menggunakan ponsel pintar. Dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita, permainan edukatif juga dapat dibuat dengan mudah. Posyandu merupakan wadah kegiatan ibu dan anak di wilayah cakupannya yang memiliki kegiatan rutin seperti pemantauan tumbuh kembang anak. Anak biasanya dibawa ke posyandu untuk dimonitor tumbuh kembangnya dan biasanya anak bermain disela kegiatan tersebut. Kader posyandu juga berperan menyampaikan informasi dan edukasi terkait tumbuh kembang anak. Banjar Tengah Blahbatuh memiliki posyandu yang mengadakan kegiatan rutin setiap bulannya. Banjar ini juga memiliki jumlah balita yang cukup banyak. Berdasarkan informasi yang didapat, penggunaan ponsel pintar di kalangan balita pada banjar ini tergolong cukup banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyediakan pelatihan kepada kader posyandu Banjar Tengah Blahbatuh terkait pembuatan alat permainan edukatif (APE) sederhana yang dapat digunakan dan diterapkan di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu lebih memahami alat permainan edukatif (APE) dan lebih sering menggunakannya.