Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh internalisasi nilai-nilai Islam (X) terhadap terbentuknya sarjana yang holistik (Y) di STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang. Internalisasi nilai-nilai Islam diasumsikan sebagai faktor yang signifikan dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian diambil dari mahasiswa aktif di STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur tingkat internalisasi nilai-nilai Islam dan aspek-aspek keholistikan lulusan. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antara variabel X dan Y. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan (koefisien korelasi Spearman = 0,906), meskipun tidak linier. Indikator Refleksi Diri pada variabel X mendapat skor tertinggi (7,75), sementara Praktik Ibadah memperoleh skor terendah (6,56), menandakan bahwa pemahaman nilai-nilai Islam baik, namun praktik ibadah perlu ditingkatkan. Pada variabel Y, Dimensi Sosial mendapat skor tertinggi (7,84), sementara Dimensi Intelektual terendah (6,56), yang menunjukkan perlunya penguatan aspek intelektual. Instrumen penelitian valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,959). Penelitian ini menyarankan peningkatan praktik ibadah, penguatan dimensi intelektual, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum untuk membentuk karakter mahasiswa yang lebih holistik.