Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INTRODUCTION OF THE SYMBOL OF THE SCOUTING MOVEMENT DURING SCOUTING EDUCATION ORENTATION Nasywa Salsabila; Auliah Fitriani; Mutiara Khairani
Journal of Quality Islamic Education Research Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : CV. Asry Persada Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The type of research used in this research is qualitative research. The data collection techniques carried out in this research are as follows: (1) Observation (Observation documentation and traiangulation. Results of research on the orientation process in Scout education by and for oneself with the help of each member, so that its practice can be carried out on one's own initiative, full of awareness, independence, concern, responsibility and moral attachment, both as an individual and as a member
ANALISIS HUKUM KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KEHIDUPAN SOSIAL INDONESIA Adinda Namirah; Haifa Fatharani Putri D; Khairunnisa Rahma Hasani; Nadya Yusrina Fauhani; Nasywa Salsabila; Rahila Puspa Zahra; Edi Suresman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i1.9524

Abstract

ABSTRAK Fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) cukup menarik perhatian masyarakat Indonesia semenjak beberapa tokoh masyarakat menjadi korban dan melaporkan terkait tindakan kekerasan yang dialaminya. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan suatu tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota keluarga yang merasa memiliki kekuasaan dan kekuatan kepada anggota keluarga yang lebih lemah. Umumnya korban dalam tindakan ini adalah perempuan dan anak-anak. Dalam penelitian ini penulis ingin memahami perspektif Islam dan pandangan masyarakat Indonesia terhadap tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam mengkaji hal tersebut, penulis menggunakan metode gabungan (kualitatif-kuantitatif). Pendekatan kualitatif dilakukan melalui metode deskriptif dengan mengkaji ayat-ayat al-Quran, hadist-hadist, dan hukum KUHP terkait tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sedangkan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang yang merupakan masyarakat Indonesia. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif masyarakat memandang KDRT yang terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan, sanksi sosial yang umum diterima pelaku berupa pengasingan dari lingkungannya, sanksi sosial dipandang tidak efektif untuk menghukum pelaku, dan pelaku KDRT seharusnya diberikan hukuman pidana yang setimpal. Kata kunci: Kekerasan, Rumah Tangga, Hukum Islam, KUHP, Sanksi sosial ABSTRACT The phenomenon of domestic violence (KDRT) has attracted the attention of Indonesian citizens ever since several public figures became victims and reported the violence they experienced. Domestic violence is an act of violence committed by family members who have more power and authority over their family members who are considered to be weaker. The victims of this act are commonly women and children. In this research, the author wants to understand the Islamic perspective and the views of Indonesian society regarding acts of domestic violence (KDRT). In examining this, the author uses a mixed method (qualitative-quantitative). The qualitative approach is carried out through a descriptive method by examining verses of the Holy Quran, Hadiths, and the Indonesian Criminal Code (KUHP) related to acts of domestic violence, while the quantitative approach uses data collection techniques in the form of questionnaires with a number of samples totalling 57 Indonesian citizens. The findings of this study indicate that the community's perspective on domestic violence that occurs in Indonesia is alarming. Social punishment often involves isolating perpetrators from their neighborhoods. Social punishments are ineffective in penalizing perpetrators, and individuals who commit domestic violence should receive appropriate criminal penalties. Keywords: Violence, Domestic, Islamic Law, Criminal Code, Social punishment
KUTIPAN Ananda Setiawan; Aril Pratama; Aulia Indah Pratiwi; Chelsya Afrina; M. Ilham Rizki Saputra; Maria Agustina; Nasywa Salsabila; Soleh Hafiz
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kutipan merupakan bagian penting dalam penulisan ilmiah yang berfungsi untuk mendukung argumen, memberikan bukti, atau merujuk pada sumber otoritatif. Secara umum, kutipan didefinisikan sebagai pengambilan sebagian teks dari sumber lain yang digunakan dalam karya tulis untuk memperkuat ide atau penjelasan. Fungsi kutipan mencakup peningkatan kredibilitas, penghargaan terhadap pemikiran orang lain, serta membantu pembaca untuk melacak sumber informasi lebih lanjut. Jenis-jenis kutipan terbagi menjadi kutipan langsung, yang mengutip secara verbatim (persis) dari sumber, dan kutipan tidak langsung, yang mengutip ide atau pendapat sumber dengan menggunakan kata-kata sendiri. Prinsip dalam mengutip meliputi kejujuran akademik, menjaga integritas informasi, serta mencantumkan sumber kutipan dengan tepat sesuai dengan standar gaya penulisan yang digunakan. Cara membuat kutipan langsung adalah dengan mencantumkan teks sumber secara utuh dalam tanda kutip, sedangkan kutipan tidak langsung dilakukan dengan merangkum atau menulis kembali ide dari sumber tersebut dengan kata-kata sendiri tanpa mengubah makna aslinya.
EVALUASI KELAYAKAN BISNIS SYARIAH: STRATEGI UNTUK MEMULAI USAHA YANG SESUAI DENGAN PRINSIP ISLAM Nasywa Salsabila; Chika Sucita; Avrilia Avrilia; Mahdalena Mahdalena
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas evaluasi kelayakan bisnis dalam perspektif syariah serta strategi yang dapat diterapkan oleh calon pengusaha muslim untuk memulai usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Bisnis syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menekankan kepatuhan terhadap nilai-nilai etika Islam seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Evaluasi kelayakan mencakup aspek kesesuaian produk atau jasa dengan hukum Islam, penggunaan akad yang sah, sumber modal yang halal, serta manajemen yang etis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai literatur terkait ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk membangun usaha berbasis syariah, diperlukan pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip syariah, kerja sama dengan lembaga keuangan syariah, penerapan manajemen keuangan yang transparan, serta inovasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Artikel ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan bisnis syariah, seperti kurangnya pemahaman masyarakat, perbedaan interpretasi syariah, dan persaingan dengan bisnis konvensional. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi, regulasi, dan pengawasan yang lebih optimal agar bisnis syariah dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Serbuk Jamu Tradisional Di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Ekonomis Riyadah, Mawaddatur; Septy Deas Hidayatus Sholihah; Fina Tri Handayani; Wardah Fidausi; Vedya Griesa Andhara; Yusril Ma’ruf; Nasywa Salsabila; Hafidz Nur Luthfi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17682

Abstract

Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung dikenal sebagai kampung jamu dengan tradisi produksi jamu cair yang telah berlangsung turun-temurun. Namun, keterbatasan daya simpan jamu cair menjadi kendala dalam perluasan pasar dan peningkatan nilai ekonomis produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi jamu tradisional berbentuk serbuk guna memperpanjang daya simpan, serta memperkuat nilai ekonomis dan branding desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan model pelatihan dan praktik langsung (learning by doing). Peserta terdiri dari 16 orang, meliputi penjual jamu, pelaku usaha mikro kecil (UMK), dan ibu rumah tangga. Praktik pembuatan serbuk jahe dilakukan melalui tahapan pengupasan, pencucian, penghalusan, penyaringan, perebusan, penambahan gula bertahap, kristalisasi, dan penghalusan ulang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan serbuk jahe dengan tekstur halus, daya simpan lebih lama, serta lebih praktis untuk dikemas dan dipasarkan dibandingkan jamu cair. Inovasi ini terbukti meningkatkan pemahaman teknis peserta sekaligus membuka peluang usaha rumahan berbasis potensi lokal. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam penguatan ekonomi masyarakat serta branding Desa Mojotrisno sebagai kampung jamu yang inovatif dan bernilai tambah.