Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Document On Human Fraternity For World Peace and Living Together: Perlawanan Terhadap Terorisme dan Komitmen pada Perdamaian Dunia Meo, Reinardus L; Timur, Fauzia Gustarina Cempaka; Afifuddin, Moch
JURNAL LEDALERO Vol 23, No 1 (2024): Jurnal Ledalero Edisi Juni 2024
Publisher : Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31385/jl.v23i1.363.42-58

Abstract

The purpose of this article is to elucidate and promote the key points of the Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together. This historic document, signed in Abu Dhabi by Pope Francis and Grand Imam of Al-Azhar Ahmad Al-Tayyeb, emphasizes human brotherhood for world peace and coexistence. This grand and magnificent agenda sidesteps a number of significant challenges, including terrorism. Terrorism is viewed as a threat that must be condemned in all of its manifestations. Terrorism is a global offense that threatens international peace and security. Therefore, resistance is required. This resistance is the responsibility of more than a few stakeholders. This article intends to demonstrate a commitment to world peace by combating terrorism through the use of qualitative research techniques, literature studies, and other sources. The Document on Human Fraternity calls on all believers to unite in the struggle against terrorism and for global peace. Keywords: Human Fraternity, Humanity, Peace, Terrorism, World Peace
ANALISIS PEMBERDAYAAN PRAJURIT PEREMPUAN DALAM MISI PERDAMAIAN DUNIA (STUDI KASUS SATUAN TUGAS BATALYON GERAK CEPAT TNI KONTINGEN GARUDA XXXIX-C MONUSCO TA. 2021 - 2022) Triastuti, Eka; Afifuddin, Moch; Sutanto, Rudy
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 2 (2026): 2026 Februari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i2.757

Abstract

Konflik berkepanjangan di Republik Demokratik Kongo mendorong keterlibatan komunitas internasional, termasuk Indonesia, dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui MONUSCO. Seiring berkembangnya mandat operasi perdamaian yang menekankan pendekatan human security, pemberdayaan prajurit perempuan menjadi elemen strategis dalam meningkatkan efektivitas misi, khususnya pada perlindungan masyarakat sipil, perempuan, dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan prajurit perempuan dalam misi perdamaian dunia dengan studi kasus Satuan Tugas Batalyon Gerak Cepat Tentara Nasional Indonesia Kontingen Garuda XXXIX-C MONUSCO Tahun Anggaran 2021–2022. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan dari unsur pimpinan TNI, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, serta prajurit perempuan yang terlibat langsung dalam penugasan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan landasan teori perdamaian, konsep pemberdayaan perempuan, dan teori optimalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan prajurit perempuan telah dilaksanakan melalui pelibatan dalam fungsi operasional, komunikasi sosial, dan kegiatan kemanusiaan. Kehadiran prajurit perempuan meningkatkan kepercayaan masyarakat lokal serta efektivitas penanganan isu sensitif berbasis gender. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan jumlah personel perempuan, hambatan budaya lokal, serta kebutuhan penguatan kebijakan dan pelatihan berperspektif gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan prajurit perempuan berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan misi perdamaian dan perlu dioptimalkan secara berkelanjutan.