Widad, Zinatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP GURU IDEAL PERSPEKTIF AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ ULUMUDDIN Widad, Zinatul; Syauqillah, Muhammad
Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi September
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/jis.v4i2.2030

Abstract

Tuntutan profesional sebagai guru sangat diwajibkan dimiliki oleh seorang guru, tuntutan utamanya yaitu mendidik, membimbing, mengajar, melatih, mengarahkan, menilai, serta mengevaluasi peserta didik. Seperti yang kita ketahui, guru merupakan sosok yang di gugu dan ditiru. Maka dari itu, guru yang dapat dijadikan figure, yang mampu menjadi panutan dan selalu memberi teladan, dapat menguasai ilmunya dengan baik itu dapat di kategori kan dengan guru ideal. Abu Hamid Muhammad al-Ghazali atau yang sering kita ketahui dengan panggilan al-Ghazali merupakan sufiyah yang banyak mengulas masalah keguruan, serta menempatkan posisi guru sebagai profesi yang sangat mulia. Fokus penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dan merelevansikan antara konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-faktual (factual approach) dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan bahan primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin meliputi; 1.) Menyayangi Peserta Didik; 2.) mengajar dengan Ikhlas; 3.) menyampaikan Materi secara Komprehensif; 4.) Bijaksana; 5.) Menghormati Ilmu lain; 6.) Memahami Perbedaan Kecerdasan; 7.) Fleksibilitas dan Adaptabilitas; serta 7.) Sebagai Uswatun Hasanah. Sedangkan relevansi nya dapat kita lihat dari beberapa konsep yang dijelaskan dalam Kurikulum Merdeka. Konsep guru ideal yang tercantum dalam kitab Ihya’ Ulumuddin memiliki pengertian dan tujuan yang selaras dengan Kurikulum Merdeka tentang beberapa konsep guru ideal diantaranya; mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik, kreatif dalam mengajar, aktif dalam mengembangkan diri, mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, menjadi teladan, serta menjadi agen transformasi bagi sistem pendidikan.
Pemodelan Fungsi Linear Titik Impas (BEP) sebagai Strategi Optimalisasi Laba dan Analisis Sensitivitas Biaya: Studi Akademik Wirausaha Katering Widad, Zinatul; Darmayanti, Rani; A'maliyah, Nadhifatul
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 12 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.vi.19007

Abstract

Sektor wirausaha katering mikro dihadapkan pada tantangan keberlanjutan yang signifikan, terutama kerentanan terhadap volatilitas harga bahan baku, seperti kenaikan harga minyak atau ayam, yang secara langsung menggerus margin keuntungan yang tipis. Kondisi pasar yang sensitif harga ini menuntut basis pengambilan keputusan manajemen keuangan yang presisi dan berbasis data. Oleh karena itu, studi akademik ini secara fundamental bertujuan untuk menerapkan pemodelan Fungsi Linear Titik Impas (BEP) sebagai alat strategis utama untuk optimalisasi laba dan pengujian ketahanan bisnis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif melalui pendekatan studi kasus mendalam pada dua wirausaha katering nyata, yakni JS Catering dan Cemal Cemil. Metode ini memungkinkan pembangunan model BEP yang realistis dalam satuan unit dan rupiah. Selain itu, penelitian ini secara kuantitatif akan mengukur tingkat keamanan operasional melalui Margin of Safety (MOS), serta melakukan Analisis Sensitivitas Biaya terhadap faktor-faktor risiko eksternal. Data primer dan sekunder dari studi kasus diolah secara ketat untuk dekomposisi biaya yang akurat menjadi biaya tetap Fixed Cost (FC) dan biaya variabel Variable Cost (VC), termasuk mengatasi isu biaya gabungan yang sering ditemukan di UMKM. Hasil analisis menunjukkan adanya sensitivitas tinggi pada wirausaha katering terhadap kenaikan biaya variabel. Simulasi peningkatan biaya variabel (VC) sebesar 10% menyebabkan pergeseran BEP yang signifikan dan penyusutan MOS secara drastis.. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan terintegrasi Fungsi Linear BEP dan Analisis Sensitivitas Biaya merupakan strategi prediktif risiko yang esensial, menyajikan rekomendasi konkret untuk mencapai optimalisasi laba berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang kompetitif.