Nazarani, Monica Mutiara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GAYA KEPEMIMPINAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN BELAJAR INKLUSIF DI PERGURUAN TINGGI Nazarani, Monica Mutiara; Sanofa, Gerin Lady; Hasanuddin, Mega Aulia; Damayanti, Suryani; Putri, Nira Sania
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 5 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas penerapan gaya kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dalam konteks pendidikan tinggi, dengan fokus pada penciptaan lingkungan belajar yang inklusif. Ki Hajar Dewantara, sebagai pelopor pendidikan nasional, mengembangkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Tiga prinsip utama yang diusungnya, yaitu "Ing Ngarsa Sung Tulada" (pemimpin harus memberikan contoh yang baik), "Ing Madya Mangun Karsa" (pentingnya kolaborasi dan partisipasi), dan "Tut Wuri Handayani" (mendukung dan memfasilitasi perkembangan siswa), menjadi landasan dalam membangun suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis praktik-praktik kepemimpinan yang mendukung inklusi di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip tersebut tidak hanya meningkatkan partisipasi mahasiswa dari berbagai latar belakang, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan kolaborasi di antara mereka. Dengan menciptakan lingkungan yang inklusif, mahasiswa dapat belajar untuk saling menghargai dan berkomunikasi dengan baik, yang merupakan keterampilan penting di dunia kerja. Diharapkan artikel ini dapat memberi kontribusi dalam membangun kebijakan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan semua mahasiswa di Indonesia, serta mendorong pemimpin pendidikan untuk mengadopsi gaya kepemimpinan yang lebih humanis dan berorientasi pada pengembangan karakter.
Analisis Alternatif Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Dalam Sistem Pengelolaan Sampah di Kelurahan Keramasan Kota Palembang Dabbara, Ayman Ashary; Eurolia, Ratna Yosefin; Nazarani, Monica Mutiara; Nababan, Natalia Magdalena; Adzan, Galuh Efnol
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v7i2.274

Abstract

Penelitian ini menganalisis alternatif kebijakan pengelolaan sampah yang berorientasi pada masyarakat di Kelurahan Keramasan, Palembang. Fokus dari studi ini adalah untuk mengenali masalah, menganalisis hambatan dalam pelaksanaan kebijakan, serta merumuskan saran kebijakan yang tepat. Metodologi yang diterapkan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tujuh orang informan, dan studi dokumen. Analisis dilakukan dengan menghubungkan hasil lapangan dengan kerangka Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) beserta enam kriteria evaluasi kebijakan menurut Dunn. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Kelurahan Keramasan belum memiliki tempat penyimpanan sampah (TPS/TPS3R), layanan pengangkutan terbatas akibat kekurangan kendaraan, dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang pemisahan sampah, sehingga pembuangan ke sungai dan pembakaran menjadi praktik yang umum. Penelitian ini menawarkan empat alternatif kebijakan kemudian dievaluasi menggunakan penilaian dengan kriteria Dunn, hasilnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat mendapatkan skor tertinggi dan direkomendasikan sebagai pilihan utama, meskipun perlu digabungkan dengan penyediaan infrastruktur, digitalisasi, dan penegakan hukum demi keberlanjutan. Implementasi yang terintegrasi diharapkan dapat mengurangi akumulasi sampah, memperbaiki kualitas lingkungan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam jangka panjang. Penelitian ini memberikan landasan bagi kebijakan Pemerintah Kota Palembang serta pemangku kepentingan lokal untuk merancang intervensi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan infrastruktur.