Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO Heri Soesanto; Sa’adah Sa’adah; Fitriyatus Sholihah; Munari Kustanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.213

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan yang sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing serta merumuskan strategi meningkatan daya saing IKM di Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pemulihan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 83,5% IKM di Kabupaten Sidoarjo memiliki daya saing di tingkat lokal/regional, sebanyak 15,5% IKM berada pada level nasional, hanya 1% yang memiliki daya saing global. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu menerapkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing IKM sehingga memberikan kontribusi yang optimal dalam pemulihan ekonomi. Strategi yang dapat ditempuh mulai dari pendampingan, menjalin kerjasama dengan sektor perbankan, hingga merumuskan regulasi yang mampu memproteksi IKM di Kabupaten Sidoarjo.
IMPLEMENTASI PENYETARAAN JABATAN TERHADAP POLA KARIER PEJABAT FUNGSIONAL HASIL PENYETARAAN DI PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO Munari Kustanto; Wilga Lazul Nuviandra
Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian dan Pengembangan Vol 7 No 1 (2023): Vol. 7 No. 1, Mei 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32630/sukowati.v7i1.350

Abstract

Pada akhir tahun 2021, Indonesia melakukan penyederhanaan birokrasi pemerintahan di daerah. Penyederhanaan dilakukan terhadap ratusan ribu pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah melalui mekanisme penyetaraan ke dalam jabatan fungsional, termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur, penelitian ini menganalisis implementasi penyederhanaan jabatan terhadap pola karier pejabat fungsional hasil penyetaraan di Kabupaten Sidoarjo. Merujuk teori George Edward III ditemukan bahwa implementasi penyetaraan jabatan masih belum optimal baik. Terdapat inkonsistensi dalam regulasi yang mengatur kebijakan penyetaraan, sehingga simplifikasi terhadap kompetensi dan batasan usia pejabat hasil penyetaraan berpotensi menghambat pola karier mereka. Ditemukan jabatan fungsional hasil penyetaraan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensinya. Sebanyak 30% pejabat fungsional hasil penyetaraan telah berusia di atas 53 tahun, sehingga berpotensi mempengaruhi kinerjanya dalam jabatan fungsional. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu melakukan berbagai upaya strategis agar keberadaan pejabat fungsional memberikan dampak positif bagi organisasi.
Creative industry development in Sidoarjo Regency from a community perspective Munari - Kustanto
Inovasi Vol 19 No 2 (2022): JURNAL INOVASI VOL. 19 NO. 2 OKTOBER 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33626/inovasi.v19i2.523

Abstract

The creative industry is one of the sectors most prepared to face today's increasingly dynamic environmental changes. The existence of the community plays an important role in the development of creative industries in an area, including in Sidoarjo Regency. This study aims to analyze the challenges faced by the community in developing creative industries in Sidoarjo Regency as well as to formulate efforts to develop creative industries. Using a qualitative approach, this study utilizes primary data obtained through FGDs as well as secondary data in its analysis. The results show that from a community perspective, the development of creative industries in Sidoarjo Regency faces several challenges related to the mindset of the community and creative industry players, difficulties in accessing banking, unattractive packaging, inadequate supporting infrastructure, weak marketing, and the availability of resources both raw materials and raw materials. man. The development of the creative industry of the tourism population in Sidoarjo Regency demands an important role from the government both as a facilitator and regulator, so that it becomes a catalyst for pentahelix actors. Creative industry development strategies can be carried out through providing educational training and curriculum, encouraging the formation of the non-banking sector, and expanding networks.
PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO Heri Soesanto; Sa’adah Sa’adah; Fitriyatus Sholihah; Munari Kustanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.213

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan yang sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing serta merumuskan strategi meningkatan daya saing IKM di Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pemulihan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 83,5% IKM di Kabupaten Sidoarjo memiliki daya saing di tingkat lokal/regional, sebanyak 15,5% IKM berada pada level nasional, hanya 1% yang memiliki daya saing global. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu menerapkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing IKM sehingga memberikan kontribusi yang optimal dalam pemulihan ekonomi. Strategi yang dapat ditempuh mulai dari pendampingan, menjalin kerjasama dengan sektor perbankan, hingga merumuskan regulasi yang mampu memproteksi IKM di Kabupaten Sidoarjo.
Peningkatan Keuntungan Usahatani di Kabupaten Sidoarjo Melalui Optimasi Pemberian Air dengan Program Linier Fahrul, Fahrul; Kustanto, Munari
CAKRAWALA Vol 15, No 2: Desember 2021
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v15i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa keuntungan optimal usahatani di Kabupaten Sidoarjo melalui pengaturan pola tanam dan pemberian air yang tepat sesuai dengan ketersediaan air. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sidoarjo yang masuk dalam daerah irigasi Delta Brantas. Analisis terhadap data dilakukan menggunakan program linier dengan perangkat lunak Solver pada Microsoft Excel. Optimasi dilakukan terhadap empat skenario dengan empat alternatif masa tanam (MT) yaitu November I, November II, Desember I dan Desember II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario III memberikan keuntungan optimal paling tinggi. Melaluipemaksimalan tanaman padi dan palawija diperoleh keuntungan optimal sebesar Rp. 600.433.180.505,-. Luas tanam MT I adalah padi seluas 21.984 ha, MT II adalah padi seluas 8.386 ha dan palawija (jagung/kedelai) seluas 9.896 ha, serta MT III adalah palawija (jagung/kedelai) seluas 8.110 ha.
Makna Slametan Kematian Bagi Masyarakat Miskin Kota Kustanto, Munari
CAKRAWALA Vol 7, No 2: Juni 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4427.71 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v7i2.161

Abstract

Slametan kematian menjadi salah satu budaya religious yang masih banyak dianut oleh masyarakat. Fenomena slametan kematian yang masih dilaksanakan oleh masyarakat miskin kota menarik untuk diungkap, apalagi dalam kehidupan ekonomi yang cukup sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis makna slametan kematian bagi masyarakat miskin kota. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang berusaha memahami pemahaman informan terhadap fenomena yang muncul dalam kesadarannya. Penelitian ini mengambil Kelurahan Rangkah di Kota Surabaya sebagai lokasi dengan informan adalah mereka yang termasuk masyarakat miskin kota tetapi tetap melakukan slametan kematian. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive.
The Downstreaming of Investment Services: A Strategy to Achieve Investment Targets amid the Disruption Era in Lebak District Barsei, Adhityo Nugraha; Firmansyah, Nurhuda; Kustanto, Munari; Alita, Endriana Wahyu
BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Vol. 31, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted global community and economy. As the pandemic began to subside, the government initiated various strategies for economic recovery. Investment is one of the policy instruments to improve the local economy. The Investment and One-Stop Integrated Service Agency (DPMPTSP), hereafter coined the Department of Investment, has implemented different strategies to achieve regional investment targets. Data indicate a decline in Foreign Direct Investment (FDI) due to the pandemic, however, an increase in Direct Investment (DI) is also observed, contributing to the achievement of investment targets. This study aims to examine the strategies applied by the Department of Investment of Lebak District to achieve these targets. A qualitative descriptive approach was employed, while data were collected through in-depth interviews and documentation. Data analysis was conducted using ATLAS.ti software by coding data, opening a network, and drawing conclusions from collected data. The results reveal a "downstreaming" strategy for integrated investment services, which includes: Investment Information System, Investment Forum, approach through the Head of District, and Ease of Service for prospective investors (upstream) and existing investors to obtain Business Identification Numbers (NIB), make investments, and complete the Investment Activity Report (LKPM) (downstream). This study contributes to developing public sector innovation in investment. Future research can explore the correlation of investment achievements with labor absorption and regional income in Lebak District.
PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO Soesanto, Heri; Sa’adah, Sa’adah; Sholihah, Fitriyatus; Kustanto, Munari
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 7 No 1 (2023): June 2023
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v7i1.213

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peranan yang sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing serta merumuskan strategi meningkatan daya saing IKM di Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pemulihan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis memperlihatkan bahwa 83,5% IKM di Kabupaten Sidoarjo memiliki daya saing di tingkat lokal/regional, sebanyak 15,5% IKM berada pada level nasional, hanya 1% yang memiliki daya saing global. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu menerapkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing IKM sehingga memberikan kontribusi yang optimal dalam pemulihan ekonomi. Strategi yang dapat ditempuh mulai dari pendampingan, menjalin kerjasama dengan sektor perbankan, hingga merumuskan regulasi yang mampu memproteksi IKM di Kabupaten Sidoarjo.
Makna Slametan Kematian Bagi Masyarakat Miskin Kota Kustanto, Munari
Cakrawala Vol. 7 No. 2: Juni 2013
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v7i2.161

Abstract

Slametan kematian menjadi salah satu budaya religious yang masih banyak dianut oleh masyarakat. Fenomena slametan kematian yang masih dilaksanakan oleh masyarakat miskin kota menarik untuk diungkap, apalagi dalam kehidupan ekonomi yang cukup sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis makna slametan kematian bagi masyarakat miskin kota. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang berusaha memahami pemahaman informan terhadap fenomena yang muncul dalam kesadarannya. Penelitian ini mengambil Kelurahan Rangkah di Kota Surabaya sebagai lokasi dengan informan adalah mereka yang termasuk masyarakat miskin kota tetapi tetap melakukan slametan kematian. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive.
Peningkatan Keuntungan Usahatani di Kabupaten Sidoarjo Melalui Optimasi Pemberian Air dengan Program Linier Fahrul, Fahrul; Kustanto, Munari
Cakrawala Vol. 15 No. 2: Desember 2021
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v15i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa keuntungan optimal usahatani di Kabupaten Sidoarjo melalui pengaturan pola tanam dan pemberian air yang tepat sesuai dengan ketersediaan air. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sidoarjo yang masuk dalam daerah irigasi Delta Brantas. Analisis terhadap data dilakukan menggunakan program linier dengan perangkat lunak Solver pada Microsoft Excel. Optimasi dilakukan terhadap empat skenario dengan empat alternatif masa tanam (MT) yaitu November I, November II, Desember I dan Desember II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario III memberikan keuntungan optimal paling tinggi. Melaluipemaksimalan tanaman padi dan palawija diperoleh keuntungan optimal sebesar Rp. 600.433.180.505,-. Luas tanam MT I adalah padi seluas 21.984 ha, MT II adalah padi seluas 8.386 ha dan palawija (jagung/kedelai) seluas 9.896 ha, serta MT III adalah palawija (jagung/kedelai) seluas 8.110 ha.