Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dan Semangat Kerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo S, Mawar Angraini; Anul, Eugaria; Alfiansyah, Arya; Nurjannah, Nurjannah; Nugraha, Yuda Satria
YUME : Journal of Management Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i3.7519

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan keselamatan kerja dan semangat kerja terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 44 pegawai yang bekerja di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel acak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kesehatan keselamatan kerja dan semangat kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo. Adapun secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kesehatan keselamatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo, sedangkan variabel semangat kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo. Kata Kunci: kesehatan keselamatan kerja; semangat kerja; produktivitas kerja AbstractThis study aims to determine the effect of occupational health and safety and work spirit on employee work productivity at the Palopo City Fire and Rescue Service. The number of samples used was 44 employees working at the Palopo City Fire and Rescue Service. The sampling technique used was a random sampling technique. Data collection was carried out through interviews and observations using questionnaires as a tool. The analysis technique used was multiple linear regression analysis. The results of the study showed that the variables of occupational health and safety and work spirit simultaneously had a significant effect on employee work productivity at the Palopo City Fire and Rescue Service. As for partially, the results of the study showed that the variables of occupational health and safety did not have a significant effect on employee work productivity at the Palopo City Fire and Rescue Service, while the variables of work spirit had a significant effect on employee work productivity at the Palopo City Fire and Rescue Service. Keywords: occupational health and safety; work spirit; work productivity.
MSME Development Based on Dynamic Capability Analysis and Upgrading Global Value Chain Riyanto, Mohammad Aqil; Alfiansyah, Arya
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 7 No. 1 (2025): Dinasti International Journal of Digital Business Management (December 2025 - J
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijdbm.v7i1.6167

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are a vital sector proven to be resilient during economic crises, but now face significant challenges in the form of digital disruption and global competition. This study aims to analyze MSME development strategies in facing the digital economy era through the Dynamic Capabilities and Global Value Chain Enhancement approaches. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach, utilizing observational data and a review of related literature. The research results show that to survive, MSMEs must possess dynamic capabilities that include adaptability, the ability to absorb new technologies, and innovative capabilities. Furthermore, MSMEs need to upgrade in the global value chain through three phases: improving technology-based production processes (process improvement), improving product concepts and philosophies (product improvement), and shifting functions to become active brand owners in digital marketing (functional improvement). In conclusion, the integration of e-commerce technology mastery, product innovation, and digital ecosystem support is crucial for MSMEs to increase competitiveness and national income.
Business Judgment Rule dan Pertanggungjawaban Direksi Dalam Kejahatan Korporasi Tindak Pidana Korupsi: Studi Perbandingan Indonesia–Amerika Serikat Alfiansyah, Arya; Zumrotussaadah, Mutiara Devi; Hamid, Haidar Saleh Al
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8988

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan Business Judgment Rule (BJR) dalam konteks pertanggungjawaban direksi terhadap tindak pidana korupsi di Indonesia dan membandingkannya dengan penerapannya di Amerika Serikat. BJR adalah doktrin yang memberikan perlindungan kepada direksi perusahaan terhadap keputusan bisnis yang diambil dengan itikad baik, kehati-hatian, dan tanpa konflik kepentingan. Di Indonesia, BJR diatur dalam Pasal 97 ayat 5 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tetapi penerapannya sering kali terbentur dengan hukum pidana, khususnya dalam kasus korupsi yang melibatkan perusahaan negara. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi batas perlindungan BJR di Indonesia serta menganalisis perbandingannya dengan standar yang berlaku di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum (comparative approach) dan analisis kasus untuk mengidentifikasi batas perlindungan BJR di Indonesia serta menganalisis perbandingannya dengan standar yang berlaku di Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, BJR cenderung dikesampingkan dalam kasus korupsi BUMN karena fokus pada kerugian negara, dengan tingkat kriminalisasi keputusan bisnis mencapai sekitar 60-70% dari total kasus direksi BUMN yang diproses. Sebaliknya, di Amerika Serikat, BJR memberikan perlindungan lebih kuat melalui mekanisme presumption of validity dan enhanced scrutiny yang lebih terukur, dengan hanya sekitar 15-20% kasus direksi yang berujung pada pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini juga menawarkan rekomendasi mengenai reformulasi kebijakan hukum untuk menciptakan keseimbangan antara perlindungan terhadap direksi dan penegakan hukum yang efektif terhadap tindak pidana korupsi.