Muzakkir S.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Impelementasi Asas Tarâdin dalam Bisnis Online (Telaah Surat An-Nisa Ayat 29) Muzakkir S.
TAFAQQUH Vol. 1 No. 2 (2016): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/zw5n5n82

Abstract

Dinamika fenomena dan problematika yang dihadapi manusia abad ini sering kali dihadapkan pada pengujian keluasan dan kedalaman ajaran Islam. Semua tata ruang hidup manusia tidak lepas dari corak dan keragaman dinamika yang terus berkembang tanpa henti sementara finalisasi nash sudah terhenti di era Rasulullah. Bisnis dengan segela kreativitas dan inovasi yang berkembang mengambil andil dalam membaca ajaran Islam secara komprehensif dan menguji syumuliyah atau komplisitas Islam sebagai ajaran agung yang dibawa Muhammad saw. Fenomena E-Comerrce yang berkembang begitu pesat abad ini merupakan fenomena yang sedikit tidak membawa pada sikap re-thingking terhadap konsep muamalah klasikal konvensional atau mencari formulasi fikih konstruktif dan responsif terhadap persoalan bisnis modern. Kajian ini berusaha mengungkapkan implementasi dari salah satu konsep muamalah yang sangat urgen namun menentukan legalitas dari suatu muamalah yang dijalani, sehingga relevan dengan titah serta ajaran Islam yang sudah dipetakan dalam nash al-Qur’an dan hadits. Terlebih ketika hal itu disoroti dari aspek Dilalah Al-Nash yang ada dalam al-Qur’an, dan penelitian ini akan mengkaji fenomena E-Comerrce dari sudut pandang ayat al-Qur’an surat An-Nisa ayat 29. Secara yuridis, E-Comerrce masih relevan dengan rumusan fikih klasikal selama prinsip-prinsip syariah tidak dilanggar dan dihilangkan dari substansi kontrak yang dilakukan. Refleksi dari prinsip kerelaan bisa divisualisasikan dalam ucapan, tulisan dan isyarat, dan ketiga bentuk sikap ridho tersebut bisa diimplementasikan dan bisnis online.  
Relevansi Pemahaman Pegawai Tentang Produk Bank Syariah dan Implikasinya Terhadap Nasabah (Studi Kasus Di Bank NTB Syariah) Muzakkir S.
TAFAQQUH Vol. 2 No. 1 (2017): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/wz984w79

Abstract

Perkembangan Bank Syari’ah di Indonesia patut mendapat apresiasi. Perubahan dan perkembangan baru dalam sistem perbankan di Indonesia telah menemukan konsep paradigma sistemnya. Di bidang sumber daya manusia merupakan salah satu kendala dalam pengembangan perbankan syari’ah, dan itu disebabkan karena sistem ini masih belum lama dikembangkan. Penelitian ini membahas tentang relevansi pemahaman pegawai terkait tentang produk bank syariah yang ada di Bank NTB Syariah cabang Selong. Setidaknya penelitian ini berusaha memecahkan dua problem penting yaitu 1) Bagaimana pemahaman pegawai tentang produk Bank Syari’ah? Dan 2) Bagaimana impilikasi pemahaman pegawai terhadap nasabah di PT. Bank NTB Syari’ah Cabang Selong?. Dalam  penelitian ini, peneliti menggunakanpendekatan kualitatif dengan  beberapa  pertimbangan,  pertama  metode  kualitatif  lebih  mudah penyesuaiannya apabila  berhadapan dengan  kenyataan. Kedua, menyajikan   secara   langsung hakekat hubungan antara peneliti dan   responden. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Keseluruhan penelitian diperoleh melalui pengumpulan data dengan melakukan 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Hasil penelitian ini Pemahaman pegawai di Bank NTB Syari’ah Cabang Selong masih rendah, hanya sebagian kecil yang benar-benar memahami tentang Bank Syari’ah baik dari produk-produk dan akad-akadnya, sedangkan sebagian hanya sekedar tahu tentang Bank Syari’ah, namun tentang produk dan akad-akad masih kurang paham, itupun setelah menempuh pelatihan di Bank NTB Syari’ah Cabang Selong. Pemahaman pegawai terhadap produk Bank NTB Syariah berpengaruh kepada Meningkatkan jumlah nasabah dan Meningkatkan volume pendapatan Bank.
Respon Masyarakat Banyumulek Terhadap Pariwisata Syariah Dalam Meningkatkkan Kesejahteraan Masyarakat Muzakkir S.; Hermawati
TAFAQQUH Vol. 3 No. 1 (2018): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/5xz1fm06

Abstract

Peranan pariwisata dalam pembangunan Negara pada garis besarnya berintikan tiga segi: ekonomi (sumber daya), sosial (penciptaan lapangan kerja), dan kultural (memperkenalkan kebudayaan kepada wisatawan). Lombok merupakan salah satu pulau yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat sering disebut sebagai the hidden of paradise. Penelitian ini membahas tentang Respon Masyarakat Banyumulek terhadap Parawisata Syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya penelitian ini berusaha memecahkan dua problem penting yaitu 1) Bagaimana pemberdayaan  ekonomi masyarakat berbasis pariwisata di Desa Banyumulek perspektif ekonomi Islam? Dan 2) Bagaimana upaya pemerintah dalam mengembangkan wisata syariah di Desa Banyumulek untuk mensejahterakan masyarakat?. Dalam  penelitian ini, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  normatif dan sosiologis dimana peneliti hanya mempokuskan pada satu kasus yang sesuai dengan judul yang diteliti. Keseluruhan penelitian diperoleh melalui pengumpulan data dengan melakukan 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah Respon Masayrakat Desa Banyumulek terkait dengan wisata syariah sangat baik dan bagus karena bisa meningkatkan truts para pelancong yang dating ke NTB guna menikmati aneka ragam dan variasi sajian wisata yang serba menarik. Serta dalam pengembangan wisata syariah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemrintah Desa Banyumulek melakukan beberapa upaya yang bisa mendorong para pengerajin dengan terus menerus meningkatkan etos kerja yang baik sehingga bisa membuat roda ekonomi yang mereka lakukan.
Wakaf Uang dan Implikasi Sosial Perspektif Ushul Fiqh Muzakkir S.
TAFAQQUH Vol. 4 No. 2 (2019): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/weq3qb81

Abstract

Wakaf merupakan salah satu dari bagian philanthropy Islam yang berpotensi mensejahterakan manusia. Kesejahteraan itu bukan hanya dirasakan oleh penerima wakaf, namun akan berimplikasi pada kondisi sosial kemasyarakatan. Pemahaman tentang wakaf masih didominasi pada literasi obyek wakaf tertentu seperti tanah, bangunan, dan benda-benda tidak bergerak lainnya. Namun perkembangan dinamika sosial serta intensitas hajat manusia dalam mengaktualisasikan kepedulian dan kepekaan sosial pada sesama menjadikan pola literasi kajian wakaf semakin berkembang, baik pada tataran pengelolaan, kelembagaan, mekanisme dan obyek wakaf seperti wakaf uang serta wakaf surat-surat berharga lainnya. Perkembangan tersebut mengharuskan kajian dari berbagai sisi termasuk di dalamnya kajian sosial dan kajian ushul fiqh. Dalam kajian ushul fiqh dikenal satu konsep yang disebut dengan maqhasid syariah yang titik temunya adalah kemaslahatan. Sebagai sebuah wasÄil (perantara), wakaf uang memiliki tujuan yang sama dengan wakaf lain pada umumnya, yaitu maqÄsid (tujuan) mensejahterakan masyarakat.
Kajian Hadits Pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Tentang Sistem Distribusi Hasil Usaha Dalam Lembaga Keuangan Syariah Muzakkir S.
TAFAQQUH Vol. 5 No. 2 (2020): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/xv3mq611

Abstract

Semua hasil usaha yang dikelola dalam Lembaga Keuangan Syariah sudah seharusnya menggunakan sistem yang tidak merugikan salah satu pihak yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Basis  akuntansi  merupakan  prinsip-prinsip  akuntansi  yang  menentukan  kapan  pengaruh  atas transaksi  atau  kejadian  harus  diakui  untuk  tujuan  pelaporan  keuangan.  Basis  akuntansi  mana yang  dipakai oleh  suatu  organisasi  tertentu,  tergantung  pada  kebijakan  dan  kondisi  yang  ada. Terlepas  dari  basis  akuntansi  mana  yang  dipakai, tulisan ini akan menjelaskan kedua  basis akuntansi  ini  yang ada dalam praktek, baik pada sektor privat  maupun  sektor  publik  termasuk  pemerintahan, guna mengkaji Fatwa Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 14/DSN-DSN/IX/2000 Tentang Sistem Distribusi Hasil Usaha Dalam Lembaga Keuangan Syariah. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan studi hadits terhadap dasar hukum yang termuat dalam Fatwa DSN tentang Sistem Distribusi Hasil Usaha dalam Lembaga Keuangan Syariah. Pendekatan ini diharapkan bisa mendeskripsikan kerangka konseptual terkait dasar pijakan hukum dalam menetapkan fatwa