Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategies for Building Reputation of Tourism Destinations in Semarang Regency on Social Media Rizki Halim; Mohammed Aden Suryana; Rachela Belinda Fatharani; Yofiendi Indah Indainanto
Formosa Journal of Social Sciences (FJSS) Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjss.v3i3.11646

Abstract

This study aims to analyse the tourism promotion strategy implemented by the Semarang Regency Government through Instagram social media, specifically the @pesona_kabSemarang account. The promotion of attractions through social media is one aspect to support sustainable tourism and increase the number of visitors to the destination. The research method used a qualitative approach by selecting posts based on special features, natural and cultural tourism. The results showed that although there were several promoted events and activities, promotional strategies, there was still a lack of user interaction, such as the number of "likes" and comments. The high tourism potential requires strategic efforts to build reputation and attract tourists to Semarang Regency, especially in optimising social media strategies to increase follower engagement in social media accounts and the effectiveness of tourism destination promotion
MEDIA, KEKERASAN, DAN DEMOKRASI: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN DEMONSTRASI KOTA SOLO DI MEDIA DARING Deony Dewanggi Mulyono; Rachela Belinda Fatharani; Rizki Halim
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberitaan tentang demonstrasi yang ricuh di Kota Solo oleh tiga media daring nasional—Kompas, Tempo, dan Tirto. id—menunjukkan perbedaan yang jelas dalam cara mereka membingkai dan membangun realitas sosial serta politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis framing, terungkap bahwa Kompas cenderung menggambarkan demonstrasi sebagai fenomena sosial yang muncul akibat kurangnya komunikasi dan solidaritas dari masyarakat. Di sisi lain, Tirto menyoroti hubungan sebab-akibat antara kebijakan pemerintah, tindakan aparat, dan respons publik dengan pendekatan kritis yang berlandaskan data. Sementara itu, Tempo menghubungkan kejadian setempat dengan konteks nasional melalui gambar yang menampilkan kerusakan dan kekerasan. Perbedaan dalam cara pembingkaian ini berdampak pada bagaimana demonstran diwakili, legitimasi dari aksi protes, dan bagaimana publik melihat peran aparat keamanan dan negara. Hasil penelitian ini menggarisbawahi bahwa media digital tidak hanya berperan dalam menyampaikan berita, tetapi juga menjadi pemain penting dalam membentuk makna, opini publik, serta dinamika demokrasi, khususnya dalam situasi kebebasan berekspresi dan komunikasi krisis di Indonesia.