Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Legal Analysis of the Interests of Legal Protection for Victims of Criminal Acts of Defamation Due to the Actions of Debt Collectors Siti Handayani Herdiyanti; Alfie, Dhea; Mijan; Kurniati, Yeti; RAS, Hernawati
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v3i8.10906

Abstract

This study analyzes the interests of legal protection for victims of criminal acts of defamation committed by debt collectors. Indonesian laws and regulations, such as the Criminal Code (KUHP) and the Electronic Information and Transactions Law (ITE), provide a legal basis for protecting victims, but significant challenges remain in law enforcement. Difficulties in providing evidence, lengthy legal processes, and a lack of understanding of legal rights reduce the effectiveness of existing protections. Inconsistent law enforcement is also a major obstacle. This study recommends simplifying the legal process, increasing access to legal aid, increasing legal awareness, and strengthening law enforcement to improve legal protection for victims
Alleged Violation of Article 17 of Law Number 5 of 1999 Regarding Transportation Management Services for Shipping (Export) of Clear Lobster Seeds, Decision Number 04/KPPU-I/2021 Decision Date 09 June 2022 Alfie, Dhea; Permana, Diki; Santoso, Edi
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v3i8.10907

Abstract

This study examines the alleged violation of Article 17 of Law Number 5 of 1999 related to the transportation management services for the delivery (export) of clear lobster seeds, based on the Decision of the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) Number 04/KPPU-I/2021 dated June 9, 2022. In this case, there are strong indications that several business actors have carried out unhealthy market control practices, which have a negative impact on business competition in the transportation management sector for clear lobster seeds in Indonesia. This study analyzes the impact of the alleged violations on business actors, service quality, innovation, and the development of the national fisheries sector. The conclusions drawn emphasize the importance of law enforcement and regulatory reform to maintain healthy competition in this sector. Recommendations provided include stricter law enforcement, regulatory reform, increased innovation, and protection for small business actors and fishermen affected  
Perlindungan pasien dalam malpraktik medis berdasarkan Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan dalam perspektif teori keadilan Alfie, Dhea; Wiradirja , Imas Rosidawati; Durahman , Dani
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 5 (2026): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/47n1rd80

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya kasus malpraktik medis yang menimbulkan kerugian serius bagi pasien, baik berupa cacat permanen, kebutaan, hingga kematian. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas perlindungan hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang pada dasarnya menjamin hak pasien atas pelayanan yang aman, bermutu, dan berkeadilan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara norma hukum dan realitas, di mana pasien sering berada dalam posisi lemah ketika menghadapi proses hukum. Dalam konteks ini, teori keadilan John Rawls dan teori keadilan Pancasila digunakan sebagai pisau analisis untuk menilai sejauh mana hukum kesehatan telah benar-benar berpihak pada pasien korban malpraktik medis. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan terkait kasus malpraktik, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menilai kesesuaian antara norma hukum dan implementasi perlindungan pasien. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, perlindungan hukum terhadap pasien korban malpraktik menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 masih belum berjalan optimal. Meskipun secara normatif hak pasien telah dijamin melalui kewajiban tenaga kesehatan, hak atas informasi, dan mekanisme pertanggungjawaban perdata, pidana, maupun administratif, implementasi di lapangan belum sepenuhnya efektif karena beban pembuktian sangat berat, akses terhadap rekam medis terbatas, dan sanksi administratif seringkali dianggap ringan sehingga tidak menimbulkan efek jera. Kedua, upaya preventif untuk mencegah terjadinya malpraktik medis belum maksimal. Standar operasional prosedur masih sering diabaikan, pengawasan profesi belum konsisten, dan akuntabilitas lembaga kesehatan belum transparan, sehingga risiko kelalaian tetap tinggi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya reformasi hukum kesehatan dengan memperkuat akses keadilan bagi pasien, mempertegas tanggung jawab tenaga kesehatan, serta memperkuat mekanisme pengawasan agar prinsip keadilan substantif benar-benar terwujud dan hukum berpihak pada kelompok rentan. Penelitian ini memberikan saran agar pemerintah memperkuat regulasi dan mekanisme pembuktian dalam kasus malpraktik medis sehingga tercapai perlindungan hak pasien secara adil. Selain itu, aparat penegak hukum dan institusi kesehatan perlu menegakkan standar profesi secara konsisten untuk menjamin keadilan bagi semua pihak sesuai amanat UUD 1945 dan nilai Pancasila