Susatyo, Jojok Heru
Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengetahuan Pengunjung Tentang Instruksi Pasca Pencabutan Gigi Di Pusat Pengobatan Mata Dan Gigi : Pengetahuan Pengunjung Tentang Instruksi Pasca Pencabutan Gigi Di Pusat Pengobatan Mata Dan Gigi Reny Augtri Soviana; Dian Femala; Jojok Heru Susatyo; Budi Suryana
Dental Therapist Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.891 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v3i1.617

Abstract

Visitors who had their teeth extracted at the Eye and Dental Treatment Center (PPMG) Pontianak City did not follow the instructions given by the operator after having their teeth extracted. From the results of a field survey conducted, about 35% - 50% of patients who extracted teeth did not follow more than 1 post-extraction instruction. The result of ignoring this can have an impact on the healing of wounds from tooth extraction. The purpose of this study was to determine the knowledge of visitors about post-tooth extraction instructions at the Center for Eye and Dental Medicine (PPMG) Pontianak City 2015. This study used a descriptive method which was conducted on 57 respondents who were taken using purposive sampling technique for 2 weeks, data collection techniques through three stages, namely the initial stage, the implementation stage, and the final stage then processed using SPSS version 18.0 and presented in tabular form. The results showed that most of the respondents had good knowledge of the category, namely 30 people (52.6%), while respondents who had sufficient knowledge were 14 people (24.6%) and respondents who had less knowledge were 13 people (22, 8%). Knowledge of post-tooth extraction instructions is important in order to provide understanding to the patient to prevent complications after tooth extraction. Pengunjung yang melakukan pencabutan gigi di Pusat Pengobatan Mata dan Gigi (PPMG) Kota Pontianak tidak mengikuti instruksi yang diberikan oleh operator setelah melakukan pencabutan gigi. Dari hasil survey lapangan yang dilakukan, sekitar 35% - 50% pasien yang mencabut gigi tidak mengikuti lebih dari 1 instruksi pasca pencabutan gigi. Akibat dari mengabaikan hal tersebut dapat berdampak pada penyembuhan luka bekas pencabutan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan pengunjung tentang instruksi pasca pencabutan gigi di Pusat Pengobatan Mata dan Gigi (PPMG) Kota Pontianak Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan terhadap 57 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling selama 2 minggu, teknik pengumpulan data melalui tiga tahap yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan dan tahap akhir kemudian diolah menggunakan SPSS versi 18.0 serta disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian terlihat bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik yaitu 30 orang (52,6%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan kategori cukup yaitu 14 orang (24,6%) dan responden yang memiliki pengetahuan kategori kurang yaitu 13 orang (22,8%). Pengetahuan tentang instruksi pasca pencabutan gigi penting dilakukan agar memberikan pemahaman kepada pasien untuk mencegah terjadinya komplikasi pasca pencabutan gigi.
The Effectiveness of Pontianak’s Chili Orange Juice as an Alternative Dentin Conditioner Jojok Heru Susatyo; Rusmali Rusmali; Pawarti Pawarti
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v7i1.5711

Abstract

Abstract The use of dentin conditioner is needed on the Glass Ionomer lift so that the surface of the dentin is clean and the glass ionomer cement lift material can well adhere to the clean dentin surface. In its use in the field, the dentin conditioner used is 10% polyacrylic acid or using liquid from diluted Glass Ionomer Cement, this causes the available liquid to run out compared to the powder provided, therefore it is thought to look for alternative materials as a dentin conditioner. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Pontianak chili orange juice on the cleanliness of the smear layer on the tooth surface and the tensile strength of the glass ionomer cement lift after preparation and polishing of the tooth surface.This type of research is an experimental laboratory, the sample used a number of 5 samples per treatment for dentin surface cleanliness and 7 samples per treatment for the tensile strength test. The results obtained were analyzed using a t-test.The results showed that the average surface hygiene of dentin using Pontianak chili orange was 2 while the control mean was 2.2, while the Tensile strength with Pontianak chili orange treatment, it was obtained 1.8 meanwhile the mean control was 3.18.The conclusion of this study is that the use of Pontianak chili oranges is effective for cleaning dentin surfaces but not effective for increased tensile strength.
Perbedaan Pengaruh Pengolesan dan Perendaman Alkohol 70% terhadap Penurunan Angka Hitung Kuman pada Alat Kedokteran Gigi Jojok Heru Susatyo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.375 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.72

Abstract

Abstract: Differences Influence Basting and Immersion Alcohol 70% Decrease Score Against Germs Count on Tools Dentistry. The purpose of research is to determine the effect difference basting and soaking with alcohol 70% of the germ count rate reduction on dentistry tool. This study is a quasi-experimental research. The population in this study are dental tools that have been used in the dental clinic nursing care services. The sampling technique used purposive sampling. The results showed that all treatments yielded significant results in reducing the number of germ count dentistry tool. Treatment basting and soaking with 70% alcohol for 2 minutes provides the most optimal results in reducing the bacteria count and gives a  negative result in the identification of Staphylococcus sp. and Streptococcus sp.Abstrak: Perbedaan Pengaruh Pengolesan Dan Perendaman Alkohol 70% Terhadap Penurunan Angka Hitung Kuman Pada Alat Kedokteran Gigi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan pengaruh pengolesan serta perendaman dengan alkohol 70% terhadap penurunan angka hitung kuman pada alat kedokteran gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian adalah alat kedokteran gigi yang telah dipakai di klinik pelayanan Asuhan Keperawatan gigi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua perlakuan memberikan hasil yang signifikan menurunkan angka hitung kuman pada alat kedokteran gigi. Perlakuan pengolesan dan perendaman dengan alkohol 70% selama 2 menit memberikan hasil yang paling optimal dalam menurunkan angka hitung kuman dan memberikan hasil negatif pada identifikasi kuman Staphylococcus sp. dan Streptococcus sp.
PENGETAHUAN GIZI IBU HAMIL BERDAMPAK PADA PERKEMBANGAN BENIH GIGI SUSU PADA JANIN Ghassani Fildzah; Jojok Heru Susatyo; Budi Suryana
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v4i2.1082

Abstract

Wanita hamil perlu menyantap makanan yang bergizi seimbang untuk menunjang perkembangan benih gigi susu yang sudah dimulai sedari janin berada di dalam kandungan. Asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu hamil bisa memengaruhi perkembangan benih gigi susu pada janin. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang asupan gizi untuk perkembangan benih gigi susu pada janin di UPT Puskesmas Siantan Tengah. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif, dengan 633 ibu hamil sebagai populasi dan 87 ibu hamil sebagai sampel penelitian, sampel diambil mengenakan metode accidental sampling, data yang didapat ialah data primer melalui penggunaan kuesioner. Hasil penelitian dari 87 responden berdasarkan pengetahuan, data tertinggi didapatkan pada kriteria pengetahuan sedang berjumlah 41 orang (47,12%), pengetahuan berdasarkan usia didapatkan data tertinggi pada kriteria pengetahuan sedang dengan usia 20-35 tahun berjumlah 41 orang (47,12%), pengetahuan berdasarkan pendidikan terakhir didapatkan data tertinggi pada kriteria pengetahuan sedang dengan pendidikan terakhir SMA/SMK berjumlah 33 orang (37,93%), pengetahuan berdasarkan pekerjaan didapatkan data tertinggi pada kriteria pengetahuan sedang pada responden ibu rumah tangga berjumlah 40 orang (45,98%). Banyaknya responden dengan pengetahuan sedang dan kurang tentang asupan gizi untuk perkembangan benih gigi susu pada janin bisa menjadi penyebab buruknya kualitas gigi anak dikemudian hari