Pawarti Pawarti
Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effectiveness of Pontianak’s Chili Orange Juice as an Alternative Dentin Conditioner Jojok Heru Susatyo; Rusmali Rusmali; Pawarti Pawarti
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v7i1.5711

Abstract

Abstract The use of dentin conditioner is needed on the Glass Ionomer lift so that the surface of the dentin is clean and the glass ionomer cement lift material can well adhere to the clean dentin surface. In its use in the field, the dentin conditioner used is 10% polyacrylic acid or using liquid from diluted Glass Ionomer Cement, this causes the available liquid to run out compared to the powder provided, therefore it is thought to look for alternative materials as a dentin conditioner. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Pontianak chili orange juice on the cleanliness of the smear layer on the tooth surface and the tensile strength of the glass ionomer cement lift after preparation and polishing of the tooth surface.This type of research is an experimental laboratory, the sample used a number of 5 samples per treatment for dentin surface cleanliness and 7 samples per treatment for the tensile strength test. The results obtained were analyzed using a t-test.The results showed that the average surface hygiene of dentin using Pontianak chili orange was 2 while the control mean was 2.2, while the Tensile strength with Pontianak chili orange treatment, it was obtained 1.8 meanwhile the mean control was 3.18.The conclusion of this study is that the use of Pontianak chili oranges is effective for cleaning dentin surfaces but not effective for increased tensile strength.
Penggunaan Kalender Sikat Gigi Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Terhadap Perilaku Menyikat Gigi Pawarti Pawarti; Abral Abral
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.425 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i2.251

Abstract

Pengetahuan siswa tentang menyikat gigi rata rata termasuk dalam kategori baik. Siswa siswi tahu berapa kali menggosok gigi yang benar, kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi, bagai mana cara menggosok gigi yang benar, namun tidak dilaksanakan setiap hari dirumah,Untuk mengingatkan perlu adanya media atau alat bantu agar siswa melakukan sikat gigi secara rutin sehingga menjadi suatu kebiasaan dan bukan suatu paksaan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kalender sikat gigi terhadap perilaku menyikat gigi dan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 4 SDS Suster sebanyak 79 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok ,pengambilan sampel dilakukan secara purposive, jenis penelitian ini adalah penelitian  eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Non Equivalent Control Group  Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan jumlah siswa yang menyikat gigi dengan kategori baik pada kelompok perlakuan dari 36 % siswa sebelum perlakuan menjadi 87% siswa sesudah perlakuan. Uji Paired T test menunjukan adanya perbedaan perilaku menyikat gigi siswa yang diberi kalender  dengan siswa yang diberi penyuluhan tanpa kalender sikat gigi dengan nilai p =0,00 dan rata rata menyikat gigi sesudah perlakuan 1,8 kali per hari (kategori baik) dan pengaruh terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI.S) dengan nilai p=0,00 dan rata rata OHI.S sesudah perlakuan 0,78 sesudah pemakaian kalender sikat gigi. Simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah  ada pengaruh kalender sikat gigi terhadap peningkatan frekuensi menyikat gigi  dan kebersihan gigi dan mulut (OHI.S) pada siswa kelas 4 SDS Suster dan disarankan penggunaan kalender sikat gigi sebagai panduan siswa sebelum siswa mampu secara mandiri melakukan tindakan sikat gigi
Perbedaan Topical Fluoride Application dan Fissure Sealant dalam Mencegah Karies Pada Gigi Molar Satu Pawarti Pawarti; Fathiah Fathiah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.143 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.112

Abstract

Abstract: Topical Fluoride Application And Fissure Sealant To Prevent Dental Caries Permanent First Molars. Anatomy pits and fissures of teeth are caries initiation vulnerable areas of the permanent molars that grow at the age of 6 years where children can not perform oral hygiene. Caries prevention can be done by closing the pits and fissures or application of fluoride (topical fluoride application) on the surface of the teeth. The purpose of this study was to analyze the difference fissure sealants and topical application of fluoride to prevent dental caries of first permanent molars. This study was a quasi-experimental study with time series, a sample was taken by purposive 117-second grade students of SDN District of North Pontianak. Data were analyzed using t-test. The result showed that fissure sealant more effective in caries prevention of first permanent molar than topical fluoride application where there were none caries teeth after and month fissure sealant, 25% sealant partially off and 11% fully off. Teeth that have done fluoride after 6 months of 3.9% of dental caries, the eighth month of 5.4% of dental caries. There was a significant difference between the effectiveness of fissure sealants with topical application of fluoride to prevent dental caries in first permanent molars p-value < 0.05, after 6-month p-value: 0.004 and after 8-month p-value: 0.001.Abstrak: Topical Fluoride Application Dan Fissure Sealant Untuk Mencegah Karies Pada Gigi Molar Satu Permanen. Anatomi pit dan fisura gigi merupakan daerah rentan inisiasi karies gigi molar satu permanen yang tumbuh pada usia 6 tahun anak belum bisa melakukan kebersihan mulutnya. Pencegahan karies dapat dilakukan dengan cara menutup pit dan fissure atau pengolesan fluor (topical fluoride application) pada permukaan gigi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan efektivitas fissure sealant dan topical fluoride application untuk mencegah karies gigi molar satu permanen anak usia 6 sampai 7 tahun .Penelitian ini merupakan experimental semu dengan studi time series , evaluasi perlakuan dilakukan setelah 3 bulan, 3 bulan dan 8 bulan, Sampel diambil secara purposive yaitu 117 siswa kelas 2 SDN Kecamatan Pontianak Utara. Analisis data menggunakan uji t tes. Hasil penelitian menunjukan fissure sealant lebih efektive mencegah karies pada molar satu permanen dibanding topical fluoride application pada tindakan fissure sealant setelah 8 bulan tidak ada gigi karies, 25 % sealant lepas sebagian dan 11% lepas seluruhnya. Gigi yang dilakukan pengolesan fluor setelah 6 bulan 3,9% gigi karies, bulan ke delapan 5,4% gigi karies, Ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara fissure sealant dengan topical flouride application dalam mencegah karies gigi molar satu permanen dengan nilai p <0,05, yaitu pada bulan ke 6 (enam) nilai p : 0,004 dan pada bulan ke 8 (delapan) nilai p : 0,001.
Asam Asetat Sebagai Dentin Conditioner Alternative Pada Tumpatan Glass Ionomer Pawarti Pawarti; Jojok Heru Soesatyo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.7 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i2.274

Abstract

Bahan tumpatan glass ionomer terdiri dari bubuk dan cairan. Pemakaian  dentin conditionerbiasanya diambil dari cairan tumpatan  yang berakibat  cairan habis terlebih dahulu  dan tersisa bubuk tumpatan terbuang sia sia Sehingga diperlukan solusi pemakaian bahan dentin conditioneralternatif.  Penelitian ini akan meneliti  penggunaan asam asetat 20%  dan 15% sebagai dentin condisionerterhadap kekuatan perlekatan tumpatan glass ionomer pada permukaan enamel untuk tindakan fissure sealant. Jenis penelitian  ini menggunakan  experimental semu. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling siswa usia 6-7 tahun. Gigi yang diberi perlakuan adalah gigi 46 dan gigi 36 sebagai kontrol. Bahan dentin conditioneryang digunakan sebagai kontrol adalah  asam poliakrilik 10 %. Uji beda  rata rata Wilcoxon Signed Ranks antara kelompok asam asetat 15%  dengan kelompok control p=0,145 dan asam asetat 20% dengan kelompok kontrol p=0,377 angka ini menunjukkan  tidak terdapat perbedaan yang signifikan.Uji Kruskal Wallis  ketiga kelompok perlakuan asam asetat 20%, asam asetat 15% dan kontrol didapatkan nilai  p= 0,66 artinya  tidak ada perbedaan yang bermakna kekuatan perlekatan tumpatan glass ionomer  pada ketiga kelompok tersebut. Hasil ini menunjukan bahwa asam asetat 15% dan asam asetat 20% dapat dikatakan efektif sebagai dentin condisioner alternatif.