Reformasi birokrasi menjadi agenda strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Birokrasi yang masih cenderung kaku, hierarkis, dan lamban responsif terhadap perubahan menimbulkan berbagai persoalan pelayanan publik, rendahnya akuntabilitas, serta menurunnya kepercayaan masyarakat. Di Indonesia, berbagai upaya reformasi telah dilakukan, namun hasilnya masih belum optimal sehingga diperlukan kajian teoritis yang lebih komprehensif berbasis perkembangan ilmu administrasi negara modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan teknik content analysis. Sumber data berasal dari literatur ilmiah nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan terkait reformasi birokrasi dan administrasi publik. Analisis dilakukan melalui pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, serta triangulasi sumber untuk menghasilkan sintesis konseptual yang kritis dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teori administrasi negara modern dari Old Public Administration, New Public Management, hingga New Public Governance memberikan kerangka analisis yang saling melengkapi dalam memahami reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi di Indonesia masih menghadapi hambatan struktural, budaya organisasi, kualitas sumber daya manusia aparatur, serta ketidaksiapan transformasi digital. Selain itu, penerapan prinsip good governance terbukti menjadi elemen penting dalam mengatasi patologi birokrasi seperti korupsi, inefisiensi, dan rendahnya akuntabilitas. Transformasi digital juga berperan sebagai akselerator reformasi, meskipun masih terkendala kesenjangan infrastruktur dan kapasitas aparatur. Reformasi birokrasi tidak dapat hanya bertumpu pada pendekatan tunggal, melainkan membutuhkan integrasi antara pembaruan kelembagaan, transformasi budaya, penguatan kepemimpinan, pengembangan SDM, serta pemanfaatan teknologi digital secara inklusif. Pendekatan teoritis administrasi negara modern memberikan landasan penting dalam membangun model reformasi birokrasi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan di Indonesia.