Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Semiotic Analysis: Religious Values of “Batammat Kaji” In The Series of Traditional Malay Marriages in Asahan District Hasibuan, Rial Sukma; Kholil, Syukur; Mailin, Mailin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.7242

Abstract

This research aims to analyze the symbolic meaning and religius values contained in the “Batammat Kaji” ritual and how these values are communicated through symbols and ritual interactions. This research uses a qualitative approach with semiotic analysis methods. Data was obtained through observation, in-depth interviews and documentation studies. The research results revealed that the “Batammat Kaji” ritual contains symbols that represent the teachings of the Islamic religion and the beliefs of the local Malay community. The verbal and non-verbal communication processes that occur during rituals function to build social bonds, strengthen Malay cultural identity, and convey religius messages. Religius values, such as faith, piety and spirituality, are strongly integrated into every stage and element of the ritual, reflecting the efforts of Malay society to harmonize cultural traditions and Islamic religius teachings. The conclusion of this research provides a more comprehensive understanding of the religius values contained in the “Batammat Kaji” tradition and how these values are communicated through symbols and ritual interactions by the Malay community in Asahan Regency. These findings can contribute to Malay cultural studies, cross-cultural communication studies, and understanding of the integration of religion and tradition in society.
PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF ISLAMI SOSIAL MEDIA BAGI SISWA SMA AL MA’SUM KELURAHAN SIDODADI KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Abdul Kholik; Lakum; Ismail Nasution; Ilham; Irwanto; Rial Sukma Hasibuan
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli- Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Al Ma’sum Kisaran dalam memproduksi video kreatif Islami yang edukatif dan relevan dengan perkembangan teknologi digital. Pelatihan ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif, khususnya dalam menyebarkan nilai-nilai Islam melalui media digital. Metode pelaksanaan meliputi tahapan penyampaian materi, praktik pembuatan video, dan pendampingan teknis. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep videografi, teknik dasar pengambilan gambar, penggunaan aplikasi pengeditan video, serta strategi penyampaian pesan Islami yang efektif. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII dan yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam seluruh rangkaian pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta berhasil memproduksi video kreatif Islami dengan tema yang beragam, seperti edukasi agama, motivasi Islami, dan pesan moral. Selain itu, pelatihan ini juga mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya konten Islami dalam menghadapi tantangan era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan potensi kreatif siswa dan menjadi langkah awal dalam mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai Islam. Keberlanjutan program ini dapat diwujudkan melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi dengan institusi pendidikan lainnya.
PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF ISLAMI SOSIAL MEDIA BAGI SISWA SMA AL MA’SUM KELURAHAN SIDODADI KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Abdul Kholik; Lakum; Ismail Nasution; Ilham; Irwanto; Rial Sukma Hasibuan
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli- Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Al Ma’sum Kisaran dalam memproduksi video kreatif Islami yang edukatif dan relevan dengan perkembangan teknologi digital. Pelatihan ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif, khususnya dalam menyebarkan nilai-nilai Islam melalui media digital. Metode pelaksanaan meliputi tahapan penyampaian materi, praktik pembuatan video, dan pendampingan teknis. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep videografi, teknik dasar pengambilan gambar, penggunaan aplikasi pengeditan video, serta strategi penyampaian pesan Islami yang efektif. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII dan yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam seluruh rangkaian pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta berhasil memproduksi video kreatif Islami dengan tema yang beragam, seperti edukasi agama, motivasi Islami, dan pesan moral. Selain itu, pelatihan ini juga mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya konten Islami dalam menghadapi tantangan era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan potensi kreatif siswa dan menjadi langkah awal dalam mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai Islam. Keberlanjutan program ini dapat diwujudkan melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi dengan institusi pendidikan lainnya.
Islamic Communication Principles as a Framework for Cultural Transformation: Ethical Integration in Contemporary Social Contexts Arianto, Nanang; Hasibuan, Rial Sukma; Desiana, Desiana; Hasibuan, Susanti
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v7i1.458

Abstract

This article aims to analyze the principles of Islamic communication as an ethical and strategic framework in supporting cultural transformation amidst modern social challenges. This study uses a qualitative method with a library research approach, reviewing various literature on Islamic communication and cultural change. The results of the study indicate that eight main principles of communication—clarity, openness, relevance, humility, respect, homophily, heterophily, and acculturation—have a significant contribution in creating ethical, inclusive, and contextual communication patterns. These principles are rooted in Islamic values ​​and are manifested in six speech styles (qaulan) mentioned in the Qur'an, namely: qaulan sadida, baligha, ma'rufa, karima, layyinan, and maysura. This article offers an integrative approach that not only places the principles of Islamic communication as a guideline for da'wah, but also as a cultural strategy that can accommodate the dynamics of multicultural society and the digital era. The implications of this study indicate that Islamic communication can be a transformative instrument that encourages just and civilized social change. This study recommends further field-based studies to explore the implementation of these principles in real life, especially in contemporary religious, educational, and da'wah media institutions. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip komunikasi Islam sebagai kerangka etis dan strategis dalam mendukung transformasi budaya di tengah tantangan sosial modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), mengkaji berbagai literatur tentang komunikasi Islam dan perubahan budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa delapan prinsip utama komunikasi—kejelasan, keterbukaan, relevansi, kerendahhatian, penghormatan, homofili, heterofili, dan akulturasi—memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan pola komunikasi yang etis, inklusif, dan kontekstual. Prinsip-prinsip ini berakar dari nilai-nilai Islam dan terwujud dalam enam gaya tutur (qaulan) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu: qaulan sadida, baligha, ma’rufa, karima, layyinan, dan maysura. Artikel ini menawarkan pendekatan integratif yang tidak hanya menempatkan prinsip komunikasi Islam sebagai pedoman dakwah, tetapi juga sebagai strategi kultural yang mampu mengakomodasi dinamika masyarakat multikultural dan era digital. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi Islam dapat menjadi instrumen transformatif yang mendorong perubahan sosial yang adil dan beradab. Penelitian ini merekomendasikan studi lanjut berbasis lapangan untuk menggali implementasi prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan nyata, khususnya di lembaga keagamaan, pendidikan, dan media dakwah kontemporer.