Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pergeseran Desain Komunikasi di Media Sosial Nanang Arianto
Jurnal Komunika Islamika : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Kajian Islam Vol 7, No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jki.v7i1.7904

Abstract

Perkembangan komunikasi yang terjadi  di media sosial  sangatlah kompleks. tidak dipung kiri lagi, bahwa rekayasa  sosial yang terjadi ditengah-tangah  masyarakat banyak disebabkan oleh faktor media sosial. Penelitian ini mengangkat tentang pergeseran jejaring sosial  yang bukan sekedar menginformasikan banyak hal, namun bisa juga untuk kepentingan tertentu seperti memobilisasi  massa. Ia bergeser menjadi tidak produktif dihadapan masyarakat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, pendekatan kajian isi dengan fokus kajian media sosial facebook, whatsapp, twitter dan instagram. Menggunakan teori  komunikasi  jarum suntik, peneliti ingin menyampaikan ada beberapa pergeseran desain komunikasi melalui media sosial.
The Effectiveness of Learning Using Social Media during the Covid 19 Pandemic in Higher Education Ismail Hanif Batubara; Kholidah Nur; Ali Topan Lubis; Nanang Arianto
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i2.1908

Abstract

This study explains the factual about learning using online media during long-distance lectures during the Covid 19 epidemic. Some students are used as a source of information using a qualitative approach method. By using behaviorism and cognitive theory.Online Distance Learning can take advantage of social media with virtual online learning via video conferencing, teleconferences, in groups on social media. Social media is a way out to get rid of boredom or stress from studying at home. These are new conditions for faculty and students, Makathe role of lecturers is very much needed in managing or managing learning starting from planning, organizing, actuating and evaluating in order to increase the effectiveness of the teaching and learning process during the COVID-19 pandemic.
History Ideas from Heritage of Building Sites Negeri Malayu Padang Kingdom in Tebing Tinggi Nanang Arianto; Datuk Imam Marzuki; Siti Rahma Harahap; Susanti Hasibuan; Elismayanti Rambe
Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Vol 8 No 3 (2021): Konfrontasi, September
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/konfrontasi2.v8i3.160

Abstract

Historical and archaeological heritage for religious purposes, especially in the area. The conservation of the cultural heritage of the Padang Malay Kingdom in Tebing Tinggi requires the role of various parties such as the city government, cultural observers, academics and community participation in a social movement that loves local architecture to foster a sense of pride in the local artifacts that still exist. Therefore, this study describes the meaning of the idea as well as the government's attention from the legacy of the Malay Kingdom of Padang, Tebing Tinggi City. By using research methodology Interpretation is an effort to achieve a correct understanding of facts, data and symptoms. Using the theory of cultural areas (Trancik, 1986), namely an integrated area is an area consisting of elements physically having an orderly structure, normally paying attention to actors, cultural context, and roots, and functionally having an integrated network. The integration components in the aspect of norms describe cultural values and behavior of taste, creativity, and initiative.
Manajemen Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Dalam Pengembangan Dakwah Islamiyah nanang arianto
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 1 (2021): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.948 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v1i1.443

Abstract

Mengembalikan fungsi dan peran masjid sebagai sentral aktivitas dakwah islamiyah merupakan keharusan, karena potensi masjid jika dikelola dan dikembangkan dengan baik dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas umat islam. Namun realitasnya bahwa potensi masjid itu belum terkelola secara optimal sebagai pusat pengembangan dakwah islamiyah. Sehingga Penelitian ini menawarkan pentingnya sebuah manajemen (melalui Badan Kemakmuran Masjid) yang secara khusus bertugas mengatur pengelolaan masjid sebagai sentral pengembangan dakwah islamiyah. Adapun fungsinya meliputi; Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan, dan Pengawasan serta Analisis SWOT nya. Sedangkan dalam aktualisasinya dilaksanakan dalam tiga level; pertama menyusun manajemen setiap masjid, kedua mendesain kegiatan masjid secara terstruktur, ketiga yaitu membangun jaringan kerjasama antar masjid.
Kegiatan Dakwah Dalam Pengambangan Agama di Masjid Raya Al-Mukminin Desa Pakpahan Nanang Arianto; Rahmi Wahyuni
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 01 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.953 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i01.830

Abstract

Kegiatan Dakwah merupakan wujud dari pengembangan ajaran Agama Islam. Dengan melalui dakwah maka kita dapat menikmati indahnya ajaran Agama Islam. Kegiatan dakwah merupakan keharusan yang melekat dalam diri setiap muslim untuk merealisasikannya dalam bentuk, metode, serta konsep yang kondisional, Seperti halnya kegiatan dakwah dalam pengembangan agama di Masjid Raya Al-Mukminin Desa Pakpahan. Melihat sangat pentingnya Kegiatan dakwah dalam pengembangan agama, maka yang menjadi latar belakang rumusan masalah diatas adalah: memperhatikan bagaimana pelaksanaan kegiatan dakwah dalam pengembangan agama di Masjid Raya Al-Mukminin Desa Pakpahan, Kemudian apa saja tantangan dalam kegiatan dakwah dalam pengembangan Agama di Masjid Raya Al-Mukminin Desa Pakpahan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis data yang bersifat deskriptif, maka metode ini memiliki fungsi sebagai prosedur dalam penelusuran masalah yang akan diteliti dengan menggambarkan obyek dan subyek penelitian sesuai fakta dilapangan. Kemudian dalam pengumpulan datanya melalui observasi, dokumentasi dan wawancara berdasarkan penelitian yang kami laksanakan. Dengan adanya agenda kegiatan dakwah di Masjid Raya Al-Mukminin Desa Pakpahan, merupakan upaya untuk menyebarluaskan ajaran islam dan sekaligus mengupayakan pengembangan agama khususnya pada lingkungan yang minoritas. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasannya pengelolaan kegiatan dakwah Masjid Raya Al-Mukminin Desa Pakpahan memiliki agenda dakwah yang terarah dan terstruktur dalam setiap agenda dakwahnya.
EKSISTENSI DAKWAH BIL-HAL PERANGKAT DESA DALAM MEMBENTUK KARAKTER REMAJA DI BANJAR MALAYU KECAMATAN BATANG NATAL Hasibuan, Leli Arnita; Hasibuan, Susanti; Arianto, Nanang
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v3i1.10486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program/bentuk dakwah bilhal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu, peran perangkat desa dalam membentuk karakter remaja serta faktor pendukung dan pengahambat dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kualitatif, dimana dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif serta pengumpulan data yang dilakukan dengan beberapa cara yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik tringulasi sumber, tringulasi teknik serta tringulasi waktu. kemudian dalam menganalisis data peneliti melakukan langkah-langkah berupa pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan.. Adapun hasil dari temuan penelitian eksistensi dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja di desa Banjar Malayu ialah sudah membaik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, dilihat dari kegiatan-kegiatan dan program kerjasama antara perangkat desa seperti menyediakan fasilitas dalam pengembangan kegiatan, menyantuni anak yatim/piatu serta yang kurang mampu, Peran perangkat desa dalam membentuk karakter remaja melalui dakwah bil-hal yaitu berperan dalam memberikan nasehat, sebagai pembimbing dengan mengadakan pengajian, yasinan serta latihan kegiatan lainnya berperan sebagai teladan yang baik bagi remaja. Faktor pendukung dan penghambat dakwah bil-hal perangkat desa dalam membentuk karakter remaja faktor pendukung, antusias masyarakat yang tinggi dalam memotivasi anak remajanya utuk mengikuti kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial yang dilaksanakan pada program kegiatan NNB (Naposo Nauli Bulung), motivasi dari orang tua/orang terdekat. Faktor penghambat, pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma islam, kurangnya dana untuk melengkapi fasilitas hambatan dari dalam diri remaja .
An Examination of Refressive Da'wah in Khaled Aboe El-Fadl's Perspective on the Implementation of Qanun Syariah in Aceh susanti-hasibuan; nanang arianto; Datuk Imam Marzuki; desiana
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 8 No. 01 (2025): Wasilatuna: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v8i01.2149

Abstract

The implementation of Qanun Syariah in Aceh is considered something of a dilemma. On the one hand, the implementation of the Qanun is considered to violate the provisions of Indonesian positive law, on the other hand, in the process of implementing the Qanun, the Al-Quran and Hadith are used as a basis, and it contains repressive da'wah, da'wah by making the government the perpetrator of structural da'wah, which can pressure the public to obey the teachings. Islam. This research uses a qualitative method which is research that focuses on activities, relationships, situations and conditions in the field. In carrying out this research, the author went directly to institutions related to the implementation of Qanun Islamic Sharia in Aceh, such as: Wilayatul Hisbah, Islamic Sharia, Governor, DPRA, MPU, Ministry of Law and Human Rights. The results of this research state that Qanun Syariah according to Khaled Abou el Fadl is a contemporary form of da'wah that is included in government structures. Banda Aceh has the authority to carry it out in accordance with the legitimacy of the State.
MANAJEMEN PELAYANAN HAJI DI KANWIL KEMENAG KABUPATEN MANDAILING NATAL Jasa Hasibuan, Ahmad; Arianto , Nanang; Hasibuan , Susanti
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 1 No. 6 (2024): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v1i6.2833

Abstract

The main problem of this research is how is the management of services for Hajj pilgrims (Study at the Ministry of Religion of Mandailing Natal Regency)? The main problem is then broken down into several sub-problems or research questions, namely: 1) How is the management of services for Hajj pilgrims at the Mandailing Natal Regency Ministry of Religion office? 2) What are the supporting and inhibiting factors in the service of Hajj pilgrims at the Mandailing Natal Regency Ministry of Religion Office? This type of research is qualitative research with the research approach used being: Management and psychology. The data sources obtained in this research are the Head of the Hajj Organizing Section, Hajj Organizing Section Staff, and Hajj pilgrims. Furthermore, the data collection methods required in this research, the author uses interviews and documentation methods. Then, data processing and analysis techniques are carried out through three stages, namely: observation, comparative analysis, and drawing conclusions.
Peran Mudir dalam Menanamkan Moderasi Beragama Demi Mencegah Tindak Terorisme di Lingkungan Pesantren Mustahafawiyah Mandailing Natal Arianto, Nanang; Datuk Imam Marzuki; Susanti Hasibuan; Desiana
Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Vol. 5 No. 2 (2024): Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/tjiss.v5i2.8411

Abstract

Mudir is actually the highest leader in the Islamic boarding school and is an icon of the Islamic boarding school itself. The mudir must be at the forefront and be the spearhead of the Islamic boarding school's progress. Mudir must also play a role in preventing the flow of radicalism from spreading within the Musthafawiyah Islamic boarding school. And currently H. Mustafa Bakri Nasution is believed to be the mudir of the Musthafawiyah Islamic boarding school who has a very important role in maintaining the ideological traditions of the Musthafawiyah Islamic boarding school. The aim of this research is to see the role of H. Mustafa Bakri Nasution as the mudir of the Musthafawiyah Islamic boarding school in preventing radicalism from targeting its students, and how the mudir's efforts to implement the ideology of religious moderation within the Musthafawiyah Islamic boarding school environment. The purpose of this study is to see how the role of H. Mustafa Bakri Nasution as the head of the Musthafawiyah Islamic boarding school in preventing radicalism that targets his students, and how the head's efforts to implement religious moderation in the Musthafawiyah Islamic boarding school environment. This study uses a qualitative methodology by making students, educators and the head as data collection instruments and using descriptive as a technique for describing it. The results of this study indicate that the role of the head of the Musthafawiyah Islamic boarding school in preventing the entry of radicalism is by controlling the curriculum to comply with the Ministry of Education and Technology and controlling the quality of ustadz/ustadzah as educators at the Islamic boarding school. In addition, the head is selective about thoughts that come from outside, and collaborates with parties who contribute to bringing Islamic thought that develops in accordance with Islamic teachings that have become a traditional ideology in the Mustafawiyah Islamic boarding school environment.
Islamic Education Based on the Integration of Religious Character and Entrepreneurship in Islamic Boarding Schools Ikbal, Muhammad; Arianto, Nanang; Arif, Marlian
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v15i2.1084

Abstract

Islamic boarding schools are unique Islamic educational institutions that have existed for more than a century. Their continuity is supported by their ability to innovate, as demonstrated by the Al-Junaidiyah Mandailing Natal Islamic Boarding School. One of its important innovations is the integration of entrepreneurial character alongside the strengthening of religious values. In this regard, this study aims to analyze the cultivation of religious and entrepreneurial character through integrated Islamic education. This study employs a qualitative research method based on case studies. Data collection includes interviews, observations, and document analysis. Data analysis is conducted using the Miles, Huberman, and Saldana model. The findings reveal that Al-Junaidiyah Islamic Boarding School not only focuses on deepening religious knowledge but also equips students with entrepreneurial values to enhance their competitiveness in society. These values are instilled through the strong commitment of the kyai and pesantren administrators. The planting methods used include integration-based learning, modeling, habituation, discipline, and a reward and punishment system. This study also develops Bourdieu's theory of cultural capital, emphasizing the importance of spiritual and dogmatic aspects in the process of internalizing religious values.