Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menjelajahi Opini Publik tentang Celebrity Fad Diets: Sentimen Twitter dan Analisis Netnografi: Exploring the Public Opinion on Celebrity Fad Diets: Twitter Sentiment and Netnographic Analysis Kusuma, Ardyanisa Raihan; Putri, Sheila Amara; Rahmawati, Anisah Firdaus; Wijanarko, Mutiara Arsya; Arini, Shintia Yunita; Atmaka, Dominikus Raditya; Nor, Norfezah Md; Shahid, Nadiatul Syima Mohd; Jannah, Sa’idah Zahrotul
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i3.2025.460-468

Abstract

Background: Celebrity fad diets have garnered significant attention in recent years. Celebrity diets often gain popularity through social media, particularly Twitter, where users engage in discussions, debates, and promotions of various diet trends. Objectives: To analyze Indonesian’s public sentiment surrounding celebrity fad diets on Twitter social media using netnographic from twitter. Methods: This research used a mixed-methods approach with both qualitative and quantitative methods to find the public sentiments of the 5 chosen diets. The data were obtained through snscrape from GitHub, a Python-based tool that enables users to access various types of Twitter data, such as user profiles, hashtags, live tweets, top tweets, users, single or threaded tweets, list posts, communities, and trends. Results: Positive sentiment was found to be more prevalent than negative sentiment over the years, and the number of tweets increased each year. Intermittent fasting emerged as the most discussed diet on social media, likely due to its resemblance to fasting practices observed by Indonesia's Muslim population. On the other hand, the Atkins diet was the least talked-about, possibly because of its complex nature. Conclusions: The prevalence of Ketogenic and Very Low-Calorie Diet discussions in the context of Indonesian and K-Pop culture underscores the need for a nuanced understanding of these diets and their potential implications for health. Future research should consider diverse data sources, expand sample sizes, and collaborate with experts to gain a more comprehensive understanding of public opinions on diets.
Optimalisasi Pemasaran Digital dan Penguatan Legalitas Usaha bagi UMKM Desa Tambaksawah: Implementasi Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Media Sosial Sediono, Sediono; Pusporani, Elly; Jannah, Sa’idah Zahrotul; Mardianto, M. Fariz Fadillah; Yoani, Alfredi; Pramesti, Helfira Lady Ari; Nabila, Ainaya Zakiyah; Karima, Sasy Okti
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8282

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan kawasan industri dengan potensi besar pada sektor UMKM, termasuk Desa Tambaksawah yang telah mengembangkan berbagai produk makanan dan kerajinan tangan. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam perizinan usaha, pemasaran terbatas, serta kurangnya pemahaman mengenai legalitas usaha. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada Maret – September 2023 bertujuan memperluas jangkauan pemasaran melalui digital marketing dan meningkatkan pemahaman terkait legalitas usaha. Kegiatan meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Sebanyak 9 UMKM berhasil membuat akun TikTok dan 30 video promosi diproduksi sebagai strategi branding digital. Selain itu, UMKM mulai beralih dari pemasaran berbasis WhatsApp menuju penggunaan media sosial yang lebih luas, sehingga meningkatkan visibilitas produk dan peluang perluasan pasar. Secara umum, kegiatan berjalan baik, ditunjukkan oleh hasil kuesioner yang mayoritas menyatakan pelaksanaan sangat baik. Meski demikian, penerapan informasi perizinan masih perlu ditingkatkan, karena baru sekitar 50% pelaku UMKM yang telah mendaftarkan usahanya.