Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toxic Masculinity Tokoh Ken Pada Film Barbie Live Action 2023 Wicaksono, Katon Dicken Adi; Nur, Fitrinanda An
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v9i2.10975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik maskulinitas toksik yang berasal dari karakteristik maskulinitas yang disalahartikan pada sosok Ken. Toksik maskulinitas adalah karakteristik gagah yang pada dasarnya, namun hal ini menjadi toxic atau salah arah ketika pria dituntut harus memiliki dan menunjukkan maskulinitas secara berlebihan hingga merugikan orang di sekitarnya. Hal ini tercermin dalam film ini melalui tokoh Ken yang selalu mengedepankan konsep patriarki. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske, yang terdiri dari tiga tingkatan pengkodean: tingkat realitas (lingkungan dan perilaku), tingkat representasi (setting dan angle kamera), dan tingkat ideologi (realitas dan representasi sebagai kode ideologi). Hasil analisis mencakup tanda-tanda verbal dan nonverbal, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan percakapan tokoh Ken. Karakter Ken juga sering menunjukkan memiliki kekuasaan dan status sosial yang tinggi agar bisa dihormati oleh orang lain, berperilaku kasar dan agresif, serta mendominasi orang lain, serta berusaha tampil macho untuk menyembunyikan ketidaksempurnaannya, yang merupakan contoh negatif dari dominasi maskulinitas yang dipaksakan, disalahpahami, dan disalahgunakan. Selain itu, film ini mencerminkan ideologi individualisme yang kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya.
Peningkatan Literasi PKK Argosari, Sedayu, Bantul melalui Membacakan Nyaring Hariyanti, Nunik; Mahanani, Wahidah; Nabilah, Rifdah Zulfah Ghina; Salim, Mufid; Nur, Fitrinanda An
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i1.17648

Abstract

Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul is strategically located because it connects three regencies, namely, Bantul, Kulon Progo, and Sleman. This strategic location needs to be balanced with sufficient knowledge and literacy for the community. This literacy ability is how an individual can process information and knowledge for life skills. Currently, the people in Argosari Village, Sedayu, Bantul are still faced with literacy and low interest in reading. Therefore, this community service program aims to improve the community's ability in the field of literacy and help reduce household waste through processing and reading aloud. The method used in training to read aloud is the stages of preparation, implementation, and after reading. The partners involved in this activity are the PKK group from Kalurahan Argosari, Sedayu, Bantul, DIY. The result of the activity is that increasing literacy can be started from the family consistently at home for 15 minutes every day by reading aloud. The impact of this activity is that the people who previously already had the provision of information became increasingly knowledgeable so that they had great potential to be applied in their respective homes.