Andi Octamaya Tenri Awaru
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Praktik Illegal Fishing Pada Masyarakat Batudaka Kabupaten Tojo Una Una Sulawesi Tengah Andi Arielsya Juniarto; Andi Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 7 No 3 (2023): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL & BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v7i3.164

Abstract

This research aims to find out: (1) Factors that encourage people to carry out illegal fishing in Batudaka sub-district. (2) Illegal forms of fishing in the Batudaka community. The data collection technique used is interviews/interviews/documentation. Type of descriptive qualitative research. Formally, to find out about illegal fishing practices in Batudaka District. The qualitative data analysis technique goes through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity technique uses validity and reliability testing techniques. The research results show that (1) factors that encourage people to engage in illegal fishing include: economy, livelihood, needs, activities. (2) Illegal forms of fishing in the Batudaka community include: fish bombing, anesthesia, tiger trawling, compressors, and poisoning.
Strategi Pengembangan Usaha Roti Daeng Makassar Nurhidayah, Nurhidayah; Yustina; Andi Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 1 No. 1 (2023): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.262 KB) | DOI: 10.59435/jimnu.v1i1.41

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk merumuskan strategi pemasaran yang dapat diterapkan Usaha Roti Daeng agar dapat meningkatkan penjualan. Metode analasisi data menggunakan analisis SWOT dan analisis Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh Usaha Roti Daeng adalah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan lebih mengaktifkan website, melakukan promosi melalui media, meningkatkan jumlah produksi, membuka cabang baru, merekrut karyawan khusus mengelolah media sosial, menjaga harga jual tetap terjangkau, karyawan melakukan promosi serta meningkatkan jumlah saran transportasi penjualan roti.
Tren Mendaki Gunung sebagai Gaya Hidup Mahasiswa Gen Z Universitas Negeri Makassar Yusuf, Rezkia; Hasnawi Haris; Andi Octamaya Tenri Awaru
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana mahasiswa Gen Z di Universitas Negeri Makassar memaknai aktivitas mendaki gunung, dan 2) bagaimana praktik mendaki gunung direpresentasikan di media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif-interpretatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap beberapa mahasiswa Universitas Negeri Makassar yang aktif dalam kegiatan pendakian. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann sebagai dasar untuk memahami bagaimana makna sosial terbentuk melalui interaksi dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena mendaki gunung di kalangan mahasiswa Gen Z memiliki dinamika makna yang beragam. Aktivitas mendaki tidak hanya dimaknai sebagai sarana rekreasi atau pelarian dari rutinitas, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang berperan dalam pembentukan citra diri di ruang digital. Sebagian besar informan menyebutkan bahwa ketertarikan mereka berawal dari ajakan teman, pengaruh media sosial, dan keinginan mengikuti tren yang sedang populer. Namun, terdapat pula mahasiswa yang menilai mendaki sebagai ruang refleksi diri dan cara untuk lebih dekat dengan alam. Media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi sarana utama untuk merepresentasikan pengalaman mendaki melalui unggahan foto, video, dan narasi yang sering disesuaikan agar tampak menarik di mata publik. Sementara lainnya melihat aktivitas berbagi tersebut sebagai bentuk ekspresi diri. Secara keseluruhan, hasil penelitian memperlihatkan bahwa mendaki gunung di kalangan mahasiswa Gen Z tidak lagi sekadar kegiatan fisik, tetapi telah menjadi simbol eksistensi dan konstruksi identitas sosial di era digital. Fenomena ini menggambarkan adanya dialektika antara alam sebagai ruang pengalaman nyata dan media sosial sebagai ruang representasi diri. Kata Kunci : Tren Mendaki Gunung, Gaya Hidup, Mahasiswa Gen Z