Nasrul Za, Nasrul Za
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket yani, irma; masrullita, masrullita; Nasrul Za, Nasrul Za; sulhatun, sulhatun; sylvia, novi; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.16699

Abstract

Masalah besar di negeri pada masa ini yaitu energi. Keperluan akan energi setiap tahunnya akan meningkat. Pemanfaatan sumber energi alternatif yang potensial di Indonesia adalah biomassa yang sering di temui di lingkungan sekitar. Bahan yang digunakan untuk bahan baku penelitian ini yaitu limbah ampas tebu dan tempurung kelapa. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji apakah briket yang dibuat memiliki kualitas yang baik sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan bahan baku ampas tebu (saccharum officinarum L) dan tempurung kelapa dengan perekat tepung tapioka menggunakan variasi konsentrasi perekat 5%, 10% dan 15% serta variasi perbandingan bahan baku 30:70, 50:50 dan 100:0. Pembentukan  briket arang dilangsungkan dengan menggunakan metode karbonasi untuk mengganti bahan membentuk zat arang dengan membakar di area tertutup dengan udara yang minim. Uji proximate dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbandingan ampas tebu dan tempurung kelapa dengan perbandingan bahan baku 50:50 dengan perekat 10% merupakan arang terbaik dengan kualitas: kadar air 5,46%, kadar abu 7,73%, Volatile matter 12,57%, dan nilai kalor yang didapatkan sebesar 5313,09 kal/g. Dari hasil penelitian ini menampilkan bahwasanya arang briket yang didapat bagus dan tidak mudah hancur. Pemilihan limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dijadikan bahan baku alternatif dalam pembuatan arang. Pemilihan perekat tepung tapioka dapat dimanfaatkan, karena tepung tapioka benar dapat menaikkan kadar arang briket yang dihasilkan. 
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KENTANG MERAH (Solanum Tuberosom L) DENGAN CARA FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI (saccharomyces cerevisiae) Fajar, Aidil; Muhammad, Muhammad; Meriatna, Meriatna; Hakim, Lukman; Nasrul ZA, Nasrul ZA; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20020

Abstract

Kentang merah (Solanum Tuberosum L.) berfungsi sebagai sumber penghasil bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar terbarukan, dipilih sebagai bahan baku karena kandungan karbohidratnya yang signifikan. Kentang merah ini mengandung gula, selulosa, dan pati. Dibandingkan bahan bakar fosil lainnya, pemanfaatan bioetanol lebih bermanfaat bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penggunaan kentang merah sebagai sumber energi alternatif untuk produksi bioetanol dan menganalisis bagaimana variasi waktu dan jumlah ragi berdampak pada kuantitas bioetanol yang dihasilkan. Pada percobaan ini kentang merah diolah dengan ukuran 80 mesh, menggunakan ragi sebanyak 4 gram, 6 gram, 8 gram, dan 10 gram. Lama fermentasi yang diteliti adalah 2, 4, 6, dan 8 hari. Teknik yang digunakan meliputi hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Penelitian ini mengukur hasil, kepadatan, dan konsentrasi bioetanol. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen dan kepadatan optimal terjadi pada lama fermentasi 8 hari dengan 10 gram ragi, menghasilkan masing-masing 6,962 dan 0,8182, sedangkan konsentrasi bioetanol tertinggi juga tercatat pada 8 hari fermentasi dengan massa ragi sebesar 10 gram. Tingkat konsentrasi dipengaruhi oleh durasi fermentasi dan jumlah ragi yang digunakan.