Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GERAKAN LITERASI MASYARAKAT DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Setiawan, Agus; tayeb, Irfan; Waliyudin, Waliyudin
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 1 No. 2 (2024): July (2024)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v1i2.257

Abstract

Gerakan literasi pengabdian masyarakat di pendidikan format menjadi ujung tombak dalam mengatasi literasi dasar masyarakat di desa, hal ini sebagai upaya mendorong maju perkembangan anak dalam mengatasi dampak perilaku negatif di tengah masyarakat. Lokus desa parangina salah satu desa di kecamatan sape yang literasi dasarnya tidak sedang baik-baik saja, maka untuk mengatasi permasalahan literasi ini perlu dilakukan dengan metode dengan tahapan sebagai berikut; 1). Melakukan koordinasi dengan masyarakat. 2). Ceramah menyampaikan materi literasi. 3). Melakukan pendampingan. Kegiatan gerakan literasi dapat memberikan manfaat wawasan kepada anak dan bagi orang tua. Temuan kegiatan pengabdian gemar literasi masyarakat adalah; 1). Mewujudkan pendidikan yang berkualitas sebab dalam proses pembelajarannya memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas berkarya, berkreasi dan berimajinasi. 2). Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media berupa mewarnai memberikan motivasi kepada anak untuk memahami literasi (membaca dan menulis). 3). Adanya dukungan orang tuan dan masyarakat dalam kegiatan gemar literasi, hal ini diwujudkan dalam rekomendasi anak-anaknya untuk belajar di program literasi serta adanya dukungan tempat di masyarakat
Lokakarya dan Pendampingan Program Guru Penggerak Indonesia Maju Angkatan 7 Kabupaten Bima tayeb, Irfan
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 2 No. 1 (2025): January (2025)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v2i1.306

Abstract

Masalah yang dihadapi kompetensi guru, dan kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran. Tujuan program guru penggerak mendorong guru memiliki kompetensi yang memadai berupa kualitas pengajaran, kreatif guru dalam memanfaatkan ekosistem pengajaran. Metode Kegiatan program guru penggerak angkatan 7 dilaksanakan pada Januari-Juli 2023, tempat SMPN 2 Bolo Kabupaten Bima, jumlah peserta 61 orang yang mengikuti lokakarya. Kegiatan pendampingan berjumlah 4 orang calon guru penggerak (CGP). Tahapan kegiatan lokakarya pembukaan, presensi, umpan balik, review, latihan, praktik, dan penutup. Pelaksanaan kegiatan pendampingan dengan metode diskusi, aksi nyata. Hasil. Bahwa guru penggerak menyampaikan prakarsa perubahan level diri selama di sekolah, serta memberikan dampak terhadap lingkungan sekolah. Kemampuan guru menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengendalikan diri, teliti, dan kreatif. Guru penggerak mampu memahami masalah yang dihadapi oleh sekolah, sehingga solusinya dengan menerapkan coaching dan supervisi yang tepat. Guru penggerak dapat mengidentifikasi kekuatan dirinya yang dapat mendukung program sekolah yang sudah direncanakan. Panen hasil belajar sebagai eksplorasi capaian guru penggerak dalam memberikan pengajaran yang kreatif disertai beberapa media pembelajaran serta produk-produk inovasi yang dihasilkan oleh guru penggerak dan peserta didik. Kesimpulan akumulasi pengetahuan guru penggerak melalui peningkatan kemampuan kegiatan lokakarya dan pendampingan individu yang efektif, sehingga guru penggerak mampu membangun komunitas lingkungan belajar, penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang efektif, kreatif dalam pengajaran dan pemilihan media yang tepat untuk mencerdaskan peserta didik.
Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Gantao Sebagai Ekspresi Kegiatan Kebudayaan Masyarakat Bima Irfan, Irfan; Amar, Khairul; Faidin, Nahrul; Bahri, Samsul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Devotion regarding the traditional sports game Gantao is one of the traditional game cultures of the Bima people which has an aesthetic value of movements using bare hands, which is played by 2 warriors to carry out dexterous movements to attack each other. which was accompanied by several strains of traditional Bima music. The problem with the traditional sport of gantao is that people have never received socialization about gantao, and studios rarely participate in performance activities to strengthen socialization. The method is 1). Educational methods, 2). Performance method, 3). Evaluation methods, 4). Sustainability method. The results of cultural activities are performances of folk games and the traditional sport of Gantao as cultural expressions. This activity is carried out based on the spirit of promoting traditional sports. Performance activities can motivate cultural preservation through government policies, budget support, and facilitation for studios. Apart from that, teachers are also motivated to implement the gantao game in schools. The impact on society of this activity can form the value of preserving the game of gantao as one of the activities carried out in their lives. The impact on students of the gantao activity is to gain knowledge about the traditional sports game gantao and implement it in the school environment as the formation of disciplined, independent, responsible, and improved physical health.
Pemberdayaan Pokdarwis Wisata Wadu Jao Berbasis Sport Tourism dalam Memanfaatkan Digitalisasi untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Irfan, Irfan; Amelia, Rizky; Ramadhan, Syahrul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6876

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jambu, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, sebagai salah satu daerah afirmasi 3T dengan potensi wisata unggulan Pantai Wadu Jao. Permasalahan utama mitra Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah terbatasnya kapasitas dalam manajemen wisata berbasis sport tourism, keterbatasan fasilitas pendukung, serta lemahnya pemanfaatan digitalisasi untuk promosi wisata. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan Pokdarwis melalui pendekatan sport tourism dan literasi digital untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan capaian strategis berupa: (1) pemetaan potensi wisata dan permasalahan utama, khususnya peluang pengembangan aktivitas olahraga pantai seperti voli, renang, dayung, dan camping; (2) peningkatan kapasitas Pokdarwis dalam manajemen wisata olahraga desa (SIMWOD) serta pemanduan wisata; (3) peningkatan literasi digital melalui pelatihan aplikasi CapCut, Canva, dan strategi promosi media sosial sehingga akun resmi Pokdarwis mulai aktif digunakan; (4) pendampingan pembangunan infrastruktur sederhana seperti spot foto, area camping, tenda, pelampung, papan petunjuk arah, dan fasilitas kebersihan yang meningkatkan daya tarik wisata; (5) penguatan jejaring lintas sektoral dengan pemerintah desa, UMKM, dan tokoh masyarakat. Temuan membuktikan bahwa sport tourism berbasis digitalisasi berpotensi memperkuat pemberdayaan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing wisata desa. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model integratif pengembangan wisata lokal yang berkelanjutan dan selaras dengan SDGs terkait pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta kehidupan sehat dan sejahtera.