Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model STAD Pada Mata Pelajaran Housekeeping Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas Xi Ap 1 Di SMK Pariwisata Dalung Kae, Maria Magdalena; Suartana, I Ketut; Diarini, , I Gusti Ayu Agung Sinta
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 3 No. 2 (2024): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v3i2.3219

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motitivasi siswa dalam proses pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa. Hal ini disebab karena guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran housekeeping dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di SMK Pariwisata Dalung. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Metode pengambilan sampel adalah total sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI AP 1 di SMK Pariwisata Dalung yang berjumlah 31 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes perbuatan, kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terjadi peningkatan pada motivasi dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran STAD pada kelas XI AP 1. Hal ini dilihat dari peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 70,55%, sedangkan pada siklus II memperoleh persentase sebesar 83,28%. Peningkatan ketuntasan klasikal pada siklus I dengan persentase sebesar 32,26%. Peningkatan hasil belajar pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 68,29, sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata sebesar 81,52. Peningkatan ketuntasan klasikal pada siklus II memperoleh persentase rata-rata 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
PENGENDALIAN ORANG TUA DALAM PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI DI KELURAHAN NGEDUKELU Kae, Maria Magdalena; Ita, Efrida; Dhiu, Konstantinus Dua; Oka, Gde Putu Arya
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9957

Abstract

This study aims to describe parental control in the use of gadgets among early childhood in Ngedukelu Village. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The subjects consisted of five parents who have children aged 4–6 years. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that parental control was implemented through limiting screen time, providing supervision, establishing rules, and diverting children’s activities to non-digital activities. Parents generally limited gadget use to around one hour per day or at certain times. Children who were accustomed to consistent rules showed more adaptive responses, while those without clear limitations tended to exhibit negative reactions. Gadgets functioned as both entertainment and educational media, depending on parenting patterns. In conclusion, consistent parental control plays an important role in optimizing the benefits of gadget use while minimizing its negative impacts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengendalian orang tua dalam penggunaan gadget pada anak usia dini di Kelurahan Ngedukelu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian orang tua dilakukan melalui pembatasan waktu penggunaan gadget, pendampingan, pemberian aturan, serta pengalihan aktivitas ke kegiatan non-digital. Orang tua umumnya membatasi penggunaan sekitar satu jam per hari atau pada waktu tertentu. Anak yang dibiasakan dengan aturan konsisten menunjukkan respons yang lebih adaptif, sedangkan anak tanpa batasan yang jelas cenderung menunjukkan reaksi negatif. Penggunaan gadget berfungsi sebagai media hiburan dan pembelajaran, bergantung pada pola pengasuhan orang tua. Kesimpulan menunjukkan bahwa pengendalian orang tua yang konsisten sangat penting dalam mengoptimalkan manfaat gadget serta meminimalkan dampak negatif.