Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Coffee Shop Di Tulungagung Dalam Menarik Minat Beli Konsumen Nabila, Nada Fitra; Saifudin, Windri
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 7, No 2 (2024): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v7i2.7077

Abstract

Pertumbuhan bisnis coffee shop di Indonesia telah mengalami peningkatan sangat pesat. Pertumbuhan bisnis coffee shop tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga telah merambah di kota-kota kecil, salah satunya Kabupaten Tulungagung. Menjamurnya coffee shop di Tulungagung menuntut para pebisnis menerapkan komunikasi pemasaran yang efektif untuk mencapai tujuan bisnis. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh tiga coffee shop di Tulungagung, yaitu ACC Coffee, Hakui Kopi, dan Foresthree Coffee Tulungagung, dalam menarik minat beli konsumen. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan konsep Marketing Mix 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence). Hasil penelitian menunjukkan ketiga coffee shop tersebut menjalankan strategi komunikasi pemasaran dalam menarik minat beli konsumen. Strategi tersebut dilakukan melalui media sosial sebagai media promosi, pemberian program promo yang beragam untuk menarik minat beli, serta kolaborasi dengan influencer untuk memperluas jangkauan pasar. Meskipun masing-masing menerapkan pendekatan berbeda sesuai karakteristik dan target pasar mereka. Ketiganya memiliki keunikan masing-masing yang dapat membedakan mereka dari pesaing. Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Coffee Shop, Strategi Pemasaran, Perilaku Konsumen, Marketing Mix
Penerimaan Audiens Pria Terhadap Soft Masculinity Dalam Videoklip NCT Dream – Candy Siagian, Jhosua Audison; Saifudin, Windri
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 7, No 01 (2025): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v7i01.14273

Abstract

The concept of soft masculinity presents a new dimension of male masculinity with feminine characteristics, often associated with women. This research examines the phenomenon of soft masculinity in the music video Candy by NCT Dream. The music video represents a different concept of masculinity compared to traditional masculinity, showcasing male characters with delicate gestures and various attributes typically associated with women. For adherents of traditional masculinity, such as those in Indonesian society, this is often perceived as a violation of social norms. The Candy music video, as a medium of communication and entertainment, is considered capable of influencing the cognitive, affective, and behavioral aspects of society in accepting this unconventional portrayal of masculinity. Through a qualitative approach using Stuart Hall's reception analysis method, this study focuses on the reception of male NCT Dream fans toward this new cultural phenomenon. The findings indicate that informants who accept soft masculinity in their daily lives are influenced by their cultural and social environment, particularly regarding exposure to K-Pop culture. Meanwhile, rejection of the message adaptation is largely driven by the entrenched social norms within society, requiring men to negotiate the meaning of the message or even reject it outright
Strategi Service Excellent pada Coffee Shop di Surabaya dalam Mempertahankan Loyalitas Customer Jocom, Gabriel Ferina; Saifudin, Windri
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1704-1712

Abstract

Pertumbuhan Coffee shop di Indonesia sangat signifikan, bahkan pertumbuhan tersebut telah menyebar luas di berbagai kota. Salah satu kota yang memiliki pertumbuhan coffee shop yang signifikan adalah Surabaya. Tingginya pertumbuhan coffee shop di Surabaya menuntut pihak coffee shop untuk melakukan service excellent dalam mempertahankan loyalitas customer, serta tetap unggul di tengah-tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini menganalisis bagaimana service excellent yang diterapkan oleh tiga coffee  shop di Surabaya yakni Kopi Se-Indonesia, Urban Latte, dan Warkop STK “Sedulur Tunggal Kopi” dengan tiga segmentasi yang berbeda mulai dari coffee shop kelas atas, menengah, dan bawah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis berdasarkan konsep A6 (attitude, attention, action, ability, appearance, accountability) dalam service excellent. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga coffee shop dari tiga segmen yang berbeda memiliki cara pandang yang berbeda untuk menentukan fokus utama dalam penerapan service excellent, sehingga mengakibatkan setiap customer yang datang ke coffee shop memiliki kebutuhan yang berbeda. 
Me Manajemen Konvergensi Radio Mercury 96 Fm Surabaya dalam Mempertahankan Eksistensinya: Konvergensi Radio Mercury 96 Fm Surabaya, Manajemen Konvergensi Radio Mercury 96 Fm Surabaya Al-Ansori, Moh. Zakari; Saifudin, Windri
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i1.991

Abstract

This research focuses on how Mercury 96 FM Radio Surabaya manages its convergence strategy. The study is based on the trend of many conventional radio industries adopting the convergence concept to remain relevant in the digital era. It is well known that the advent of digital technology has changed the public's consumption patterns in obtaining information and entertainment. Therefore, media companies must quickly adapt to avoid losing their audience and remain relevant in a changing market. This study aims to explore how Mercury 96 FM Radio Surabaya implements its convergence strategy to maintain its business existence amid increasingly fierce and dynamic competition. The research employs a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The findings indicate that Mercury 96 FM Radio Surabaya has implemented a comprehensive convergence management strategy, including the development of new media, human resource management, activation of digital content, and maintaining the quality of conventional broadcasting to keep it attractive for its loyal listeners. Penelitian ini berfokus pada bagaimana manajemen strategi Radio Mercury 96 Fm Surabaya dalam menjalankan konvergensi. Penelitian ini didasarkan pada banyaknya industri radio konvensional yang menjalankan konsep konvergensi agar tetap eksis di era digital. Sebagaimana diketahui bahwa hadirnya teknologi digital merubah pola konsumsi masyarakat dalam mendapatkan informasi dan hiburan. Oleh karena itu, perusahaan media harus beradaptasi dengan cepat agar tidak kehilangan audiens dan tetap relevan di pasar yang berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen strategi konvergensi yang dilakukan oleh Radio Mercury 96 Fm Surabaya dalam mempertahankan eksistensi bisnisnya di tengah persaingan yang semakin ketat dan dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radio Mercury 96 Fm Surabaya telah melakukan manajemen strategi konvergensi dengan melakukan pengelolaan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan media baru, pengelolaan SDM, pengaktivasian konten-konten digital, serta menjaga kualitas siaran konvensional untuk tetap menarik bagi pendengar setianya.
The Perception of First-Time Voters Towards the "Bijak Memilih" Website as a Source of Information for the 2024 Election Samosir, Friska Lestari; Saifudin, Windri
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v4i1.1140

Abstract

The spread of information about the 2024 Election has become faster and more accessible due to digital media. Digital media is often used to share political information, campaign messages, and updates related to the 2024 Election. Through digital media, information can be distributed quickly without the limits of distance, space, or time. This rapid spread of information is also supported by user-generated content (UGC), which allows users to produce, share, and consume information freely. This freedom is sometimes used to influence and change public opinion with unverified information, such as discrediting candidates or spreading false news. To prevent the spread of misinformation, the "Bijak Memilih" website aims to provide neutral information and political education related to candidates, political parties, and relevant issues to help voters make informed decisions in the 2024 Election. This study focuses on how first-time voters, especially Generation Z, perceive the "Bijak Memilih" website as a source of election information. A qualitative approach with a descriptive method was used, and data was collected through interviews, observations, and literature reviews. The analysis is based on Bernard Barelson's Perception Theory, which consists of three stages: sensation, attention, and interpretation. The results show that first-time voters perceive the "Bijak Memilih" website as a useful source of information and education, supporting them in making decisions in the 2024 Election. Penyebaran informasi Pemilu 2024 menjadi lebih cepat dan mudah diakses berkat hadirnya media digital. Media digital seringkali digunakan sebagai media penyebaran informasi politik, kampanye, serta informasi-informasi terkait Pemilu 2024. Melalui media digital, informasi bisa disebarluaskan secara cepat, tanpa terbatas jarak, ruang, dan waktu. Cepatnya penyebaran informasi tersebut didukung juga pada karakter user generated content (UGC) yang memungkinkan para pengguna mampu memproduksi, mendistribusikan, serta mengonsumsi informasi di media digital secara bebas. Kebebasan sering dimanfaatkan untuk mempengaruhi dan mengubah opini publik. Hal ini dilakukan melalui informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti menjatuhkan salah satu pasangan calon atau menyebarkan berita bohong. Untuk mengantisipasi munculnya informasi-informasi yang keliru, situs “Bijak Memilih” berupaya memberikan informasi yang netral, edukasi politik terkait kandidat, partai politik, dan isu-isu yang relevan untuk membuat keputusan di Pemilu 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pemilih pemula terutama Generasi Z terhadap situs “Bijak Memilih” sebagai sumber informasi Pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori Persepsi oleh Bernard Barelson yang terdiri atas tiga tahap, yaitu sensasi, atensi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemilih pemula terhadap situs “Bijak Memilih” dapat digunakan sebagai sumber informasi dan edukasi. Informasi ini turut mendukung pemilih pemula saat membuat keputusan dalam Pemilu 2024.
Strategi Service Excellent pada Coffee Shop di Surabaya dalam Mempertahankan Loyalitas Customer Jocom, Gabriel Ferina; Saifudin, Windri
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.%p

Abstract

Pertumbuhan Coffee shop di Indonesia sangat signifikan, bahkan pertumbuhan tersebut telah menyebar luas di berbagai kota. Salah satu kota yang memiliki pertumbuhan coffee shop yang signifikan adalah Surabaya. Tingginya pertumbuhan coffee shop di Surabaya menuntut pihak coffee shop untuk melakukan service excellent dalam mempertahankan loyalitas customer, serta tetap unggul di tengah-tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini menganalisis bagaimana service excellent yang diterapkan oleh tiga coffee  shop di Surabaya yakni Kopi Se-Indonesia, Urban Latte, dan Warkop STK “Sedulur Tunggal Kopi” dengan tiga segmentasi yang berbeda mulai dari coffee shop kelas atas, menengah, dan bawah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis berdasarkan konsep A6 (attitude, attention, action, ability, appearance, accountability) dalam service excellent. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga coffee shop dari tiga segmen yang berbeda memiliki cara pandang yang berbeda untuk menentukan fokus utama dalam penerapan service excellent, sehingga mengakibatkan setiap customer yang datang ke coffee shop memiliki kebutuhan yang berbeda.Kata kunci : Service Excellent, Coffee Shop, Loyalitas Customer
Strategi Portal Media Berita Online Beritajatim.com Dalam Memperluas Audiens Arfina, Pelangi Nerisa; Saifudin, Windri
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i1.4586

Abstract

The high growth of internet usage has resulted in a shift in the way people access and consume news. This condition encourages competition between online media in capturing the attention and tastes of the audience. This study aims to analyze Beritajatim.com's strategy in expanding its audience reach amidst the dynamics of the digital media industry. The method used is descriptive qualitative with a SWOT and STPD analysis approach to identify internal and external factors that influence Beritajatim.com's position as a news portal. Data analysis techniques through interviews, observation and documentation. The results of the study revealed that audience expansion is an important strategic step for Beritajatim.com, due to the high level of competition, changes in reader tastes, audience fragmentation, and declining revenue. This encourages Beritajatim.com to implement a media convergence strategy as an adaptive step. This strategy is realized through podcast production, content variety, and content distribution across digital platforms to reach a wider audience.
Penerimaan gen z tentang feminine dan masculine energy pada tikTok @feminiyou sebagai strategi hubungan PDKT Rainanda, Savira; Saifudin, Windri
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 2 (2025): Oktober 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In the digital era, social media platforms such as TikTok significantly shape young people’s perceptions of gender and interpersonal relationships. A prominent narrative is the concept of feminine and masculine energy, often presented as a guide for attraction and relational dynamics. Accounts like @feminiyou encourage women to highlight their feminine traits to balance men’s masculine energy. While appealing, this narrative may reinforce traditional gender stereotypes, restrict self-expression, and create performative pressures in relationships. This study employs a qualitative descriptive approach using Stuart Hall’s reception analysis, categorizing audiences as dominant-hegemonic, negotiated, or oppositional. Findings reveal that most Generation Z respondents adopt a negotiated position, accepting some aspects of the message while adapting it to personal values, cultural norms, experiences, and relational contexts. Feminine and masculine energy are often applied as image-management strategies in early-stage relationships (front stage), but their use becomes flexible or is rejected in more intimate stages (back stage) if it conflicts with authenticity. These results suggest that Generation Z actively and adaptively interprets gender expectations, maintaining relationships that are healthy, equitable, and meaningful. Keywords: Feminine energy; masculine energy; gender role; generation Z; TikTok.   Abstrak Di era digital, media sosial seperti TikTok memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk pemahaman generasi muda mengenai gender dan hubungan interpersonal. Salah satu narasi yang populer adalah konsep feminine dan masculine energy, yang sering dianggap sebagai panduan dalam membangun daya tarik dan dinamika hubungan romantis. Misalnya, akun TikTok @feminiyou mendorong perempuan untuk menonjolkan sisi feminin sebagai upaya menciptakan keseimbangan dengan masculine energy laki-laki. Meskipun narasi ini tampak menarik, penerapannya berpotensi memperkuat stereotip peran gender tradisional, membatasi ekspresi diri, dan memunculkan tekanan performatif dalam relasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan Generasi Z terhadap narasi tersebut melalui pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan metode analisis resepsi Stuart Hall yang membagi audiens menjadi tiga kategori: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan berada pada posisi negotiated, yakni menerima sebagian pesan tetapi menyesuaikannya dengan nilai pribadi, budaya, pengalaman, dan dinamika hubungan. Konsep feminine dan masculine energy sering dimaknai sebagai strategi pencitraan pada tahap awal hubungan (front stage) dan dijadikan panduan untuk membangun hubungan ideal. Namun, saat relasi berkembang ke tahap lebih intim (back stage), penerapannya menjadi lebih fleksibel atau bahkan ditolak apabila bertentangan dengan otentisitas diri. Dengan demikian, Generasi Z tidak bersikap pasif terhadap pengaruh media, tetapi secara aktif dan adaptif menafsirkan ulang ekspektasi gender demi menjaga relasi yang sehat, setara, dan bermakna. Kata-kata kunci: Feminine energy; masculine energy; peran gender; generasi Z; TikTok.