Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASSISTANCE IN SOCIALIZATION OF THE TAPAK DARA PLANT AS A MOSQUITO REPELLENT Rochmat, Rustam Aji; Suriani, Suriani; Lusiani, Dewi; Aji, Sherly Ratih Frichesyarius Santi; Ayuningtyas, Roro Aji; Fahlevi, Reza; Wijaya, Yohannes; Andini, Indah Fitri
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3551

Abstract

During the transition season, there are lots of mosquitoes around, some of which contain the dengue virus which can transmit dengue hemorrhagic fever (DHF) which is transmitted through the bite of the Aedesaegypti mosquito. Students understand and are able to explain the purpose of community service activities. The initial survey was carried out at 09.00 – 10.00 WIT, Saturday 20 July February 2024. Providing socialization there were 4 pots of periwinkle plants in class VI.B and 18 pots of periwinkle plants in the yard of class VI B.SDN.07 Rejang Lebong. The school's suggestion is to cultivate it by planting more periwinkles indoors (in the classroom) and outdoors in the environment outside the school classroom as a mosquito repellent.
Pencegahan dan Penanggulangan Kecacingan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor di Sekolah Dasar: Worm Prevention and Control Through Cross-Sector Collaboration in Elementary Schools Simbolon, Demsa; Okfrianti, Yenni; Kermelita, Deri; Darwis, Darwis; Mulyati, Leli; Rochmat, Rustam Aji; Elly, Nur; Sahidan, Sahidan
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1346

Abstract

Infeksi kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada anak usia sekolah, terutama di wilayah dengan sanitasi yang belum memadai. Meskipun program pemberian obat pencegahan massal (POPM) telah dilaksanakan dengan cakupan tinggi, kasus kecacingan masih ditemukan, menunjukkan adanya kesenjangan pada aspek perilaku dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini, pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan kecacingan di SD 86 Tanjung Beringin, Kabupaten Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah intervensi terintegrasi berbasis sekolah dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pemerintah daerah, dan institusi akademik. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dan meliputi koordinasi dan advokasi lintas sektor, skrining kecacingan melalui pemeriksaan feses, pemeriksaan kadar hemoglobin, pengukuran status gizi (antropometri dan LILA), pemberian obat cacing, edukasi PHBS, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan prevalensi kecacingan sebesar 36,6% pada siswa, disertai masalah gizi berupa gizi kurang (26,4%), stunting (19,1%), dan anemia (6,4%). Skrining berhasil mengidentifikasi siswa berisiko yang memerlukan tindak lanjut. Selain itu, terjadi penguatan kapasitas guru dan UKS dalam edukasi kesehatan serta peningkatan komitmen lintas sektor dalam mendukung perbaikan sanitasi dan keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu berbasis sekolah yang mengombinasikan deteksi dini, edukasi, dan advokasi lintas sektor berpotensi meningkatkan efektivitas pencegahan kecacingan dalam mendukung pencapaian target Kabupaten Rejang Lebong Zero Kecacingan