Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Influence of Religiosity and Self-Compassion on the Psychological Well-Being of Unmarried Early Adult Men in The Batak Tribe Pasaribu, Ronald Panaehan; Brahmana, Karina Meriem Beru; Rosito, Asina Christina; Gea, Berkat Sudianto; Siringoringo, Nova V
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i3.27706

Abstract

In the patrilineal culture of the Batak tribe, marriage is a societal expectation for adult men, and remaining unmarried can lead to significant pressure, resulting in feelings of frustration and failure. Religiosity and self-compassion are believed to positively impact the psychological well-being of unmarried early adult men within the Batak tribe. This study aims to explore the influence of religiosity and self-compassion on the psychological well-being of these men. The research involved 66 participants who were early adult, unmarried, and of Batak ethnicity. The instruments used in the study included scales for religiosity, self-compassion, and psychological well-being, with data analyzed through multiple regression analysis. The findings indicate that: 1) religiosity does not significantly influence psychological well-being, and 2) selfcompassion has a positive impact on psychological well-being. It is recommended that unmarried early adult men in the Batak tribe enhance their self-compassion by cultivating positive self-assessment and self-respect in various situations, particularly in response to the stress of being unmarried
PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA PERANTAU SUKU NIAS DI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN Gea, Berkat Sudianto; Siahaan, Ervina M.R.
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 3 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i3.1034

Abstract

Penelitian ini didasarkan dari fenomena yang terjadi pada mahasiswa perantau suku nias yang menempuh perkuliahan di Universitas HKBP Nommensen . Penyesuaian diri bagi kehidupan setiap orang adalah hal yang perlu dan penting, sebab itu penyesuaian diri perlu dilakukan untuk dapat menciptakan keseimbangan agar tidak adanya tekanan dalam aktivitas kehidupan seseorang. Salah satu masalah terberat yang harus dihadapi ketika memasuki dunia kuliah adalah proses penyesuaian diri. Untuk menghadapi segala tantangan yang ada di perantauan penting bagi individu dapat menyesuaikan diri dengan segala hal baru yang ia temui agar tidak mengalami masalah-masalah lain kedepannya, kemampuan dalam melakukan ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat penyesuaian diri mahasiswa perantau suku nias di Universitas HKBP Nommensen. Peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode Fenomenologi. Subjek penelitian ini sebanyak 2 orang mahasiwa suku Nias berusia 18 Tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya para mahasiswa rantau memiliki langkah atau cara yang sama dalam melakukan penyesuaian diri dilingkungan baru. Berdasarkan hasil kajian mendalam terhadap wawancara observasi dan yang dilakukan peneliti terhadap subjek pertama dan subjek kedua, didapati bahwa subjek memiliki penyesuaian diri selama merantau di Universitas HKBP Nommensen. Adapun masing-masing subjek memiliki proses penyesuaian diri yang berbeda namun dengan kondisi yang tidak jauh berbeda. Dalam menjalankan penyesuaian diri di lingkungan baru, Subjek 1 memiliki tantangan emosional yang signifikan sedangkan subjek 2 dalam proses penyesuaian diri lebih tenang dalam menghadapi tantangan maupun kesulitan selama merantau
The Influence of Religiosity and Self-Compassion on the Psychological Well-Being of Unmarried Early Adult Men in The Batak Tribe Pasaribu, Ronald Panaehan; Brahmana, Karina Meriem Beru; Rosito, Asina Christina; Gea, Berkat Sudianto; Siringoringo, Nova V
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i3.27706

Abstract

In the patrilineal culture of the Batak tribe, marriage is a societal expectation for adult men, and remaining unmarried can lead to significant pressure, resulting in feelings of frustration and failure. Religiosity and self-compassion are believed to positively impact the psychological well-being of unmarried early adult men within the Batak tribe. This study aims to explore the influence of religiosity and self-compassion on the psychological well-being of these men. The research involved 66 participants who were early adult, unmarried, and of Batak ethnicity. The instruments used in the study included scales for religiosity, self-compassion, and psychological well-being, with data analyzed through multiple regression analysis. The findings indicate that: 1) religiosity does not significantly influence psychological well-being, and 2) selfcompassion has a positive impact on psychological well-being. It is recommended that unmarried early adult men in the Batak tribe enhance their self-compassion by cultivating positive self-assessment and self-respect in various situations, particularly in response to the stress of being unmarried