Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

History of Family: Denpasar’s 1950s generation in Cultural Transition Wijaya, Nyoman; Lestari, Sri; Tuan, Nguyen Thanh
Paramita: Historical Studies Journal Vol 34, No 2 (2024): Disaster and Disease in History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v34i2.44865

Abstract

Abstract: This study aims to find and discover the conditions that allow the 1950s generation in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar District, Denpasar City, Bali-Indonesia, not to be involved in the tourism business sector, either in the middle or upper class. Newcomers mostly control the sector. Even though their place of residence is only 6 to 12 kilometers from the Sanur and Kuta tourist attractions. Why can this phenomenon happen? This question will be answered using a combination of family history and memory history methodology, while the data excavation (heuristic) stage uses Bourdieu's concepts of generative structural theory. The research results show that the defeat of local residents in the tourism business can be found in the factor of family management in carrying out their obligations as members of the Banjar. Many parents force or are forced to assign their sons to represent the family in carrying out customary obligations, so they must always stay home and work not far from home. Rarely are there those who dare to look for work in Sanur and Kuta, which are the main tourist destinations in Bali. Therefore, they do not have the basics of the tourism business. The unstoppable negative excesses of modernization have further narrowed the business opportunities in the tourism sector. This mental condition is influenced by their habitus, which is formed from the practice of fear and obedience to parents and the strong domination of the banjar. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mencari dan menemukan kondisi-kondisi yang memungkinkan generasi tahun 1950-an di Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara,  Kota Denpasar Bali-Indonesia  tidak terlibat di sektor bisnis pariwisata, baik di kelas menengah maupun  atas.  Sektor tersebut kebanyakan dikuasai oleh para pendatang. Padahal tempat tinggal mereka berjarak hanya 6 hingga 12 kilometer dari objek wisata Sanur dan Kuta. Mengapa fenomena tersebut bisa terjadi? Persoalan itu akan dijawab dengan memakai perpaduan metodologi sejarah keluarga dan sejarah memori, sedangkan tahap penggalian data (heuristik) menggunakan konsep-konsep  teori strukrural generatif Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan kekalahan penduduk lokal dalam bisnis kepariwisataan dapat dicari pada faktor manajemen keluarga dalam menjalani kewajiban sebagai anggota banjar.  Banyak orang orang tua yang memaksa atau terpaksa menugaskan anak laki-lakinya mewakili keluarga dalam melaksanakan kewajiban adat, sehingga mereka harus selalu tinggal di rumah dan bekerja pun tidak jauh-jauh dari rumah. Jarang ada yang sampai berani mencari pekerjaaan ke Sanur dan Kuta, yang merupakan destinasi wisata utama di bali. Oleh karena itu mereka tidak memiliki dasar-dasar bisnis pariwisata. Ekses negatif modernisasi yang tidak terbendung semakin mempersempit peluang berbisnis di sektor pariwisata. Kondisi kejiwaan itu dipengaruhi oleh habitusnya yang terbentuk dari praktik rasa takut dan kepatuhan kepada orang tua dan dominasi banjar yang begitu kuat.
Voicing heartbreak: The sociopragmatics of ‘Cidra’ and Javanese masculinity in Didi Kempot’s lyrics Iswatinginsih, Daroe; Tuan, Nguyen Thanh; Diana, Purwati Zisca; Rahmawati, Ida Yeni; Firmansyah, Ridho Covinda Wahyu
BAHASTRA Vol. 45 No. 2 (2025): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v45i2.1604

Abstract

This study investigates the representation of cidra (heartbreak or betrayal of promise) and the construction of Javanese masculinity in Didi Kempot’s song lyrics through a sociopragmatic approach. Drawing on seven songs from four albums, the analysis proceeds in three steps: (1) segmenting the lyrics into expressive speech acts, (2) interpreting them through affective cultural scripts, and (3) situating the findings within masculinity discourses. The results reveal a tripartite model of male emotionality: (1) loyalty and patience that affirm Javanese cultural values, (2) emotional fragility expressed through crying and complaint, which challenges the script of stoic masculinity, and (3) resignation (lilo) as a culturally sanctioned coping mechanism. These dimensions converge into the concept of hybrid masculinity, which reconciles normative ideals with emotional expressions previously deemed inappropriate for Javanese men. Theoretically, this study contributes a sociopragmatic framework for analyzing emotional speech acts in non-Western contexts and positions popular music not only as a reflection but also as a site for reshaping gender norms. Practically, it demonstrates how Didi Kempot’s songs function as a form of collective cultural therapy, offering insights for culturally sensitive approaches to men’s mental health.
TEXT AND CONTEXT OF NEWSPAPER OPINION RUBRIC AND ITS UTILIZATION AS TEACHING MATERIALS IN SENIOR HIGH SCHOOL Kusumaningrum, Yulia; Tuan, Nguyen Thanh; Zulianto, Sugit; Mulyono, Slamet
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10, No 2 (2022): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v10i2.58794

Abstract

This study aims to describe and explain: (1) aspects of the textual discourse of the opinion rubric in the Solopos newspaper, (2) the contextual aspects of the opinion rubric in the Solopos newspaper, and (3) the relevance of the textual and contextual aspects of the opinion rubric in the newspaper. Solopos news with teaching materials in high school. This study uses a qualitative descriptive research design with a content analysis approach. The data in this study are in the form of words, phrases, and sentences. The data sources used in this study are documents, namely the opinion rubric of the Solopos newspaper January-February 2021 edition, and the informants are Indonesian language teachers in class XII SMA, opinion writers, and opinion editors for the Solopos newspaper. Data collection techniques used, namely document analysis and interviews. Test the validity of the data using theoretical triangulation and data source triangulation. The data analysis technique used is the agih method. The results of this study indicate that: (1) textual aspects that support the integrity and cohesion of opinion discourse consist of grammatical cohesion and lexical cohesion; (2) contextual aspects of opinion discourse can be understood using the principle of personal interpretation, the principle of locational interpretation, and the principle of temporal interpretation; and (4) the opinion rubric for the January-February 2021 edition of the Solopos newspaper can be used as an alternative material for teaching editorial texts for class XII SMA.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA VIDEO YOUTUBE PAGELARAN BUDAYA ISLAM|CAK NUN DAN KIAIKANJENG Viridian, Refano Juang; Sumarwati, Sumarwati; Wardani, Nugraheni Eko; Tuan, Nguyen Thanh
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.83643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi pada tayangan video YouTube Pagelaran Budaya Islam|Cak Nun & KiaiKanjeng dari kanal CakNun.com. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Sumber data digunakan berupa tayangan video YouTube Pagelaran Budaya Islam|Cak Nun & KiaiKanjeng. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber data. Analisis data menggunakan analisis padan. Data yang digunakan berupa dialog yang diujarkan oleh penutur maupun mitra tutur dalam video Pagelaran Budaya Islam|Cak Nun & KiaiKanjeng. Hasil penelitian menunjukkan data tindak tutur ilokusi berupa (1) asertif, (2) direktif, (3) komisif, (4) ekspresif, (5) deklaratif. Masing-masing tuturan memiliki persentase berurutan dari yang paling dominan berupa tuturan asertif sebesar 41,06%, direktif sebesar 35,2%, komisif sebesar 5,33%, ekspresif sebesar 9,33%, dan deklaratif sebesar 9,06%. Dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi yang terdapat pada video Pagelaran Budaya Islam|Cak Nun & KiaiKanjeng ada lima jenis yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif.
DEIKSIS DALAM NOVEL IBUK KARYA IWAN SETYAWAN SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Maringga, Murthofiah Dewi; Wardani, Nugraheni Eko; Suryanto, Edy; Tuan, Nguyen Thanh
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i2.76940

Abstract

Deiksis merupakan suatu kajian pragmatik yang memiliki peranan penting dalam penggunaan bahasa, baik dalam tulisan maupun lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawa serta pemanfaatan hasil analisis sebagai materi ajar bahasa dan sastra Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data yaitu novel Ibuk karya Iwan Setyawan dan informan yaitu guru mapel bahasa Indonesia. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen. Untuk menguji validitas data dilakukan triangulasi teori dan sumber data. Hasil penelitian sebagai berikut ini. Ada empat bentuk deiksis dalam novel Ibuk, yaitu data deiksis persona, tempat, waktu, dan sosial. Bentuk deiksis yang dominan yaitu deiksis persona karena novel Ibuk menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama. Fungsi deiksis dalam novel Ibuk, yaitu fungsi ideasional, interpersonal, dan tekstural. Fungsi yang dominan adalah fungsi ideasional sebagai petutur yang ditandai dengan pemakaian diksi “aku”. Pemanfaatan analisis hasil deiksis sebagai materi ajar teks cerpen karena selain sebagai inovasi, peserta didik dapat memahami konteks makna kalimat guna menunjang proses produksi.