Penelitian ini difokuskan untuk menginvestigasi dampak dari perombakan budaya kerja terhadap kualitas layanan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Rumah BUMN Bandung pasca-pergantian jajaran pimpinan (CEO dan CFO). Dalam ekosistem pendampingan ini, pelaku UMKM ditempatkan sebagai pelanggan yang respons maupun perilakunya sangat bergantung pada mutu pelayanan institusi. Kajian ini mengaplikasikan desain kualitatif deskriptif, di mana data primer maupun sekunder digali melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta tinjauan dokumen. Proses pengolahan informasi mengadopsi alur reduksi data, penyajian, hingga penarikan simpulan. Guna menjamin keabsahan temuan, peneliti menerapkan uji kredibilitas melalui triangulasi (sumber dan waktu), perpanjangan masa pengamatan, serta peningkatan ketekunan. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa pembaruan budaya organisasi membuahkan luaran yang positif, yang direpresentasikan oleh revitalisasi infrastruktur, diversifikasi program pelatihan, hingga perluasan relasi kemitraan (stakeholders). Lebih lanjut, staf mampu menyesuaikan diri secara sigap dan responsif berkat terbangunnya alur komunikasi internal yang kuat. Apabila ditinjau dari kacamata perilaku konsumen, peningkatan mutu pendampingan pasca-transformasi ini secara empiris terbukti mampu membangun citra layanan yang prima, sekaligus mewujudkan tingkat kepuasan yang maksimal bagi para pelaku UMKM binaan selaku penerima manfaat.