Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI POLI UMUM PUSKESMAS PRACIMANTORO I Febri Rahma Wati; Prita Devy Igiany; Yul Asriati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : program studi Rekam Medis dan Infomasi Kesehatan ITSK RS dr Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jurmiki.v2i2.33

Abstract

One of the efforts in the health sector is the creation of quality service. Patient satisfaction is a level of patient feeling that arises as a result of the performance of health services obtained after the patient compares with what he expects. The purpose of the study was to determine the relationship between waiting time and the level of patient satisfaction in obtaining health service at the public polyclinic of Pracimantoro I Health Care. Design the study used a quantitative analysis design with a cross-sectional approach and the data collection using a questionnaire. The method used in the analysis is the customer satisfaction indeks (CSI) method. The population in this study was patients who came for treatment at the Pracimantoro I Health Center in 2021 with a total of 16.511 people. The sampling method used an accidental sampling technique which was taken by 60 respondents. The result of the analysis of patient satisfaction using CSI with the result of 77.123 which means that the level of patient satisfaction in the general poly Pracimantoro I Health Center is in the satisfied category. Of the 60 respondent, more than half stated that the waiting time st the general polyclinic was not long (93,3%) and from the result of the kolmogrov-smirnov statistical test there was a relationship between waiting time.
EVALUASI SISTEM INFORMASI PENGADAAN BAHAN MAKANAN DENGAN METODE PIECES DI GUDANG INSTALASI GIZI RSUD IR SOEKARNO SUKOHARJO Yul Asriati; Asri Nawan Cahyanti; Triyanta
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.666 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1628

Abstract

RSUD Ir Soekarno Sukoharjo merupakan rumah sakit tipe B milik pemerintah yang berada di kabupaten Sukoharjo, jadi rumah rumah sakit ini memerlukan bahan makanan yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan pasien, maka dari itu dibutuhkan sistem pengadaan bahan makanan yang akurat dan tepat. Pengadaan bahan makanan dilakukan oleh team ahli gizi di instalasi gizi. Sistem pengadaan bahan makanan di instalasi gizi RSUD Ir Soekarno Sukoharjo pada tahun 2019 mengalami perubahan dari sistem manual menjadi menggunakan sistem KHS (Krakatau Hospital System). Dengan adanya perubahan tersebut ada beberapa kendala yang dialami. Misalnya dalam pelaporan perbulan belum ada rekapannya dalam aplikasi tersebut jadi harus merekap sendiri dengan menggunakan bantuan excel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah sebanyak 5 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan wawancara. Metode analisa data mengunakan analisis PIECES. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan adanya sistem informasi pengelolaan data pengadaan bahan makanan kinerjanya menjadi lebih baik sangat membantu, informasinya mudah untuk dipahami dan tepat waktu setiap bulannya, meminimalisir pengeluaran rumah sakit, keamanan dan pengawasannya cukup aman dan terkontrol, membuat pekerjaan lebih efisien, dan sudah memberikan hasil yang lebih baik terhadap rumah sakit. Kata kunci : Sistem Informasi, Pengadaan Bahan Makanan, Analisis PIECES
Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Nguter Yul Asriati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i2.71

Abstract

Misfile merupakan berkas rekam medis yang hilang dan salah letak pada rak penyimpanan berkas rekam medis di ruang filing. Berkas rekam medis dikatakan salah letak atau hilang (misfile) apabila berkas tersebut dibutuhkan akan tetapi pada rak penyimpanan berkas tersebut tidak tersedia atau tidak ada. Puskesmas Nguter masih sering terjadi kesalahan letak atau misfile yang disebabkan oleh petugas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya misfile berkas rekam medis rawat jalan melalui unsur – unsur manajemen di Puskesmas Nguter. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu 4 orang petugas rekam medis, objeknya adalah berkas rekam medis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Instrument Penelitian menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil Penelitian disimpulkan bahwa unsur manajmen man yang menyebabkan misfile yaitu petugas rekam yang mengikuti pelatihan hanya perwakilan saja, petugas tidak teliti dalam mencari berkas serta beban kerja rekam medis. money tidak ada anggaran khusus, anggaran pertahun hanya untuk pengadaan map. material berkas rekam medis masih ada yang tidak diberikan map tidak ada penggunaan kode warna. machine penggunaan tracer sudah efektif hanyan saja tracer yang digunakan masih terbilang tipis mudah sobek dan tertekuk dan buku ekspedisi tapi buku ekspedisi digunakan jika ada petugas nakes lainnya yang akan meminjam berkas rekam medis tidak digunakan untuk keperluan pelayanan. method sistem penomoran yang digunakan adalah unit numbering system Sistem penjajaran yang digunakan adalah straight numbering system. Market atau tempat berkas rekam medis dimana menggunakan sistem penyimpanan desentralisasi selain itu kondisi rak yang penuh dengan berkas rekam medis dan dokumen rekam medis tidak ada di bagian rak filing. Minute waktu yang dipergunakan dalam pencarian berkas rekam medis di bagian filing sudah sesuai dengan SOP yang berlaku, Information mengenai pengelolahan penyimpanan rekam medis belum merata ke petugas yang lain dikarenakan hanya perwakilan petugas yang ikut pelatihan. Selain itu yang mengikuti pelatihan tidak langsung dilakukan sosialisasi kepada teman – teman yang lain dengan segera. Kata kunci: unsur manajemen, penyebab misfile, berkas rekam medis