Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Model PBL Terintegrasi Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa di SDN Beran 4 Ngawi Arum Ariyani; Darmadi Darmadi; Lis Yanthi Nurhayati; Lina Cahyawati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banyak siswa yang masih merasa bahwa Matematika itu sulit, diperkuat dengan bukti motivasi dan hasil belajar rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan hasil belajar mata pelajaran Matematika siswa setelah diberikan pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) yang terintegrasi denagn pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Peneliti melakukan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan metode planning-acting-observing-reflecting. Penelitian kualitatif ini menggukanan teknik pengumpulan data berupa nilai pre-test, post-test, dan angket motivasi belajar.  Penilitian dilakukan di kelas 2B SDN Beran 4 Ngawi pada Semester 1 tahun ajaran 2023/2024. Pembelajaran dilakukan pada Materi Berbagai Diagram dengan jumlah siswa 22 anak, yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Proses pembelajaran dilakukan selama 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Siswa diminta untuk mengerjakan soal pre-test dan post-test di setiap siklus dan mengisi angket motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Matematika dengan penerapan model PBL yang terintegrasi dengan CRT. Ketuntasan hasil belajar Matematika pada siklus 1 mengalami kenaikan dari 27% menjadi 50%, dan pada siklus 2 naik dari 27% menjadi 86%. Hasil angket menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa cukup tinggi dengan persentase setuju 66%.
PELATIHAN PEMBUATAN AKSESORIS STRAP PHONE DAN KEYCHAIN DARI BEADS SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH NGAWI Nabilla Bakda Mauludy; Syari Hanifah; Arum Ariyani; Awaliyah Fajar; Nurul Janahti; Seinditya Seinditya; Masitoh Nur Kharimah; Nadira Elsa Gusnia; Riza Sholehah Intan Sari; Nur Fitriana; Rusmalistia Intan Arjunani; Rissa Prima Kurniawati
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21005

Abstract

Abstract. The training in making phone strap and keychain accessories from beads at the Ngawi Muhammadiyah Orphanage aims to develop creative and technical skills for participants, as well as providing a positive impact in social and emotional aspects. This training involves a series of activities starting from opening, providing basic materials, demonstration of manufacturing techniques, to direct practice by participants. The results of the training showed that participants not only succeeded in mastering technical skills in designing and making accessories, but were also able to develop their creativity, precision and increase their self-confidence. In addition, this training provides significant social benefits by encouraging cooperation and building a sense of community among participants. The positive emotional impact is also reflected in increased emotional well-being, where participants feel satisfied and proud of the results of their work. This training succeeded in opening up opportunities for participants to utilize new skills as a potential source of additional income. Overall, this training contributes to empowering participants to create positive changes in their lives through creativity and skills.   Abstrak. Pelatihan pembuatan aksesori strap phone dan keychain dari beads di Panti Asuhan Muhammadiyah Ngawi bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kreatif dan teknis bagi para peserta, serta memberikan dampak positif dalam aspek sosial dan emosional. Pelatihan ini melibatkan serangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, pemberian materi dasar, demonstrasi teknik pembuatan, hingga praktik langsung oleh peserta. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya berhasil menguasai keterampilan teknis dalam merancang dan membuat aksesori, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, ketelitian, serta meningkatkan rasa percaya diri mereka. Pelatihan pembuatan aksesori seperti strap phone dan keychain dari beads dipilih karena memiliki nilai ekonomis, mudah dibuat, serta diminati pasar, sehingga peserta dapat mengembangkannya menjadi peluang wirausaha. Selain melatih keterampilan teknis, pelatihan ini mendorong kreativitas, ketelitian, dan rasa percaya diri peserta. Peluang penjualan produk secara langsung atau daring juga memberikan prospek pemberdayaan ekonomi, sementara kerja sama dalam proses pelatihan memperkuat aspek sosial dan emosional peserta, menjadikannya aktivitas yang bermanfaat secara holistik.  Selain itu, pelatihan ini memberikan manfaat sosial yang signifikan dengan mendorong kerjasama dan membangun rasa kebersamaan di antara peserta. Dampak emosional yang positif juga tercermin dalam peningkatan kesejahteraan emosional, di mana peserta merasa puas dan bangga dengan hasil karya mereka. Pelatihan ini berhasil membuka peluang bagi peserta untuk memanfaatkan keterampilan baru sebagai potensi sumber penghasilan tambahan. Keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi dalam memberdayakan peserta untuk menciptakan perubahan positif dalam kehidupan mereka melalui kreativitas dan keterampilan.