Yoel Pasae
Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN MEMANFAATKAN KOTORAN TERNAK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF (BIOGAS) Budy Wiryono; Ahmad Akromul Huda; Muanah Muanah; Yoel Pasae; Yulianus Songli; Sita Yubelina; Abdul Hakim; Nina Malik; Istiara Istiara
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Bumi Sejuta Sapi (BSS) merupakan upaya Pemerintah Provinsi NTB dimulai dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2018 bagai dua sisi mata uang dimana dapat memberikan dampak positif di satu sisi tetapi juga dampak negatif di sisi lain. Masyarakat Desa Andalan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Barat salah satunya yang terkena dampak negatif dari program tersebut, 80-85% penduduknya memiliki ternak namun limbahnya (kotoran) pada musim penghujan selalu menyebabkan bau menyengat dikarenakan letak kandangnya berdekatan dengan pemukiman warga. Hal ini juga menyebabkan kasus kesehatan penyakit saluran pernapasan memasuki musim penghujan.  Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk memberikan solusi alternatif dengan membangun instalasi digister bagi masyarakat dan memberikan pendampingan untuk pengoperasian dan pemeliharaan instalasi digister yang dibangun di Desa Mitra Kegiatan yakni Desa Andalan Pelatihan pengoperasian, pemeliharaan Digister dan mengukur tingkat kapuasan masyarakat terhadap keberadaan instalasi digister yang dibangunkan merupakan metode yang digunakan. Pengukuran dengan uji T-test taraf 5%. Pembangunan instalasi digister menjadi biogas mengurangi jumlah kasus penyakit saluran pernapasan (Puskesmas Pembantu Desa Andalan). Sebelum pembangunan terdapat 27 kasus dan setelah baru terdapat 3 kasus. Kepuasan terhadap pembangunan instalasi biogas menunjukkan bahwa 93% masyarakatnya sangat puas dengan pembangunan tersebut dan menilai sangat nyata hasilnya serta mampu menghemat pengeluaran untuk membeli gas LPG.
Evaluasi Kualitas Minyak Sawit Mentah (CPO) PT Suryaraya Lestari I Berdasarkan Parameter FFA, Kadar Air, DOBI, dan Kadar PengotorEvaluasi Kualitas Minyak Sawit Mentah (CPO) PT Suryaraya Lestari I Berdasarkan Parameter FFA, Kadar Air, DOBI, dan Kadar Pengotor Grenatha Lengke’; Tiara Ornalia Lembang; M. Saleh; Yoel Pasae; Maxie Djonny
Paulus Chem Engineering Journal Vol 2 No 1 (2024): Vol.2 No.1 Februari 2024 Paulus Chem Engineering Journal
Publisher : Prodi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63365/pspcs213

Abstract

Standar mutu untuk minyak sawit mentah (CPO) digunakan untuk menentukan kualitas produk dan penerimaan pasar. Parameter seperti kadar FFA, kadar air, DOBI, dan kadar pengotor adalah indikator yang menentukan stabilitas, kemurnian, dan kemudahan pemrosesan minyak. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas CPO yang diproduksi oleh PT Suryaraya Lestari I, dengan fokus pada parameter kadar asam lemak bebas (FFA), kadar air, Deterioration of Bleachability Index (DOBI), dan kadar pengotor. Sampel dari PT Suryaraya Lestari I dianalisis untuk menentukan kesesuainnya terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata kadar FFA dalam sampel jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan sebesar 5%, menunjukkan kualitas yang sangat baik. Kadar air dalam semua sampel di bawah ambang batas 0,1%, mengindikasikan pengolahan dan penyimpanan yang baik yang mencegah hidrolisis dan degradasi dari minyak. Nilai DOBI, mencerminkan kualitas minyak yang tinggi yang cocok untuk proses pemurnian dan pemutihan lebih lanjut. Selain itu, kadar pengotor dalam semua sampel lebih rendah dari batas maksimum SNI sebesar 0,5%.