Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi dan Karakterisasi Katalis TA-4 Bekas secara Kimia-Fisika dan Biologi Beserta Pemanfaatannya sebagai Limbah Non B3 Edi Gunawan; M. Udiharto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja suatu katalis mempunyai keterbatasan. Selama pemanfaatan berlangsung, secara bertahap akan terjadi penurunan kemampuan kerja katalis. Katalis akan diganti dengan yang baru bila kinerja katalis tidak efektif lagi. Katalis bekas tidak dapat diaktifkan kembali, selanjutnya bahan tersebut berubah fungsi menjadi limbah. Limbah yang berasal dari katalis TA-4 bekas berupa butiran-butiran kecil yang keras dan berwarna hitam. Selama kegiatan kilang berlangsung, secara periodik limbah katalis akan selalu dihasilkan. Dari kegiatan suatu kilang di Pertamina, produksi limbah yang berasal dari katalis TA-4 dapat mencapai 12 ton per tahun. Sebagai limbah hasil kegiatan suatu industri migas, katalis TA-4 bekas tidak boleh langsung dibuang atau dimanfaatkan. Penanganan limbah tersebut, harus mengikuti ketentuan seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 85 Tahun 1999 (PPRI 85/1999). Penanganan diawali dengan identifikasi limbah, yaitu untuk mengetahui apakah limbah eks katalis TA-4 terdaftar dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau tidak. Kemudian kajian dilanjutkan ke arah karakteristik limbah. Dalam hal ini pengujian limbah secara kimia-fisika diikuti dengan uji biologi. Apabila hasil analisis tidak memenuhi kriteria sebagai limbah B3, maka terhadap limbah katalis tersebut dapat dilakukan penanganan lebih lanjut. Limbah dapat dibuang di suatu lokasi yang terkontrol atau dapat pula dimanfaatkan menjadi produk lain. Dalam kegiatan ini, limbah katalis yang telah memenuhi kriteria untuk dibuang diusahakan untuk tidak langsung dibuang tetapi dikaji pemanfaatannya. Selama masih dapat dimanfaatkan, limbah tersebut perlu dimanfaatkan menjadi produk yang berdaya guna. Sehubungan dengan pendayagunaan limbah bekas katalis TA-4, dicoba mengkaji pemanfaatan limbah tersebut sebagai bahan campuran pembuatan paving block.
Degradasi Fenol Dalam Air Limbah Kilang Minyak Cepu Dengan Menggunakan Kultur Campuran M. Udiharto; Noegroho Hadi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenol termasuk slaah satu senyawa yang dapat merupakan pencemar serius dalam air buangan industri minyak minyak. Adanya fenol dalam air buangan dapat menimbulkan pencemaran air buangan. Dengan menggunakan bantuan aktivitas cultur campuran dilakukan suatu usaha mendegrasi untuk menurunkan kandungan fenol dalam air buangan kilang minyak, dengan menggunakan proses fermentasi aerobik. Di dalam kultur campuran tersebut terdapat bakteri dimana Pseudomonas sp. merupakan bakteri dominan.