Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Oil to Source Rock Correlation of Besuki Area and its Role in Petroleum System of Banyumas Basin Yarra Sutadiwiria; Eko Bayu Purwasatriya; Cahyaningratri P R; Dewi Syavitri; Mustamina Maulani; Asy’ari Alfin Giovany; Anjar Kurnia Ramadhan
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 45 No. 3 (2022): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyumas Basin is a basin that has signs of the presence of hydrocarbons, including oil and gasseep on the surface, which indicates active petroleum systems in the subsurface. A lot of oil and gas seeps werefound in Banyumas Basin, including oil seeps in Cipari and Besuki, while gas seeps were found in Mount Wetan,Karanglewas, and also Cipari. Exploration drilling wells have also been carried out, such as the Jati-1 Well, KarangNangka-1, Karang Gedang-1, Tjipari-1, and Mount Wetan-1, but there still has been no significant evidenceof this basin producing hydrocarbons. The TOC value of the outcrop samples taken in Cipari and Besuki have badvalues, while the crude oil has reflected a severe biodegradation process. Both oil seep samples and one extractbitumen contained high bicadinane (R (resin) annotation) and oleanane indicating both oils and extract to have aninput to Tertiary-sourced oils throughout Southeast Asia. Both oil seep samples do not exhibit similarity with theextract source rock. Based on this negative correlation there may be another source rocks in Banyumas Basin, derivedfrom rocks that are not only from Pemali Formation. The existence of this research is expected to be able toadd geological data, especially hydrocarbon geochemical data in Banyumas Basin, so that it can provide evidenceof the prospect and calculation of reserves contained in this basin, and an understanding of the source rock it self.
Studi Karakteristik Senyawa Hidrokarbon dengan Metode Ekstraksi Geokimia Biomarker pada Cekungan Jawa Barat Utara Asy’ari Alfin Giovany; Yarra Sutadiwiria; Dewi Syavitri; Cahyaningratri; Rendy
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geokimia migas merupakan ilmu untuk mengkorelasi keterdapatan suatu senyawa kimia dalam kegiatan eksplorasi cekungan berdasarkan karakteristik senyawa kimia dan sumber material organik. Komponen senyawa kimia seperti karbohidrat, protein dan lipid digunakan untuk mengamati perubahan material organik pada proses sedimentasi. Tumbuhan tingkat tinggi (higher plants) memiliki kelimpahan lignin yang merupakan komponen utama pada jaringan pendukungnya. Geologi regional daerah penelitian memiliki pola sesar naik yang terjadi pada back-arc basin. Konfigurasi Cekungan Jawa Barat utara dipengaruhi oleh block faulting dengan orientasi arah utara - selatan yang mempengaruhi pembentukan cekungan dan pola sedimentasi. Analisis kualitatif digunakan untuk menginterpretasikan karakteristik senyawa hidrokarbon batuan induk. Sampel cutting diekstraksi dan dianalisis dengan metode kromatografi. Keempat sampel yang berumur Oligosen Akhir – Miosen Tengah dengan interval kedalaman 950m - 950m, 2000 - 2005m, 2150m - 2152m, dan 2200m - 2202m didominasi oleh sterana karbon ganjil sehingga diinterpretasikan terendapkan di lingkungan darat dengan suplai material terrigenous dalam kondisi oksik. Sampel pertama dinyatakan jenuh, sampel ketiga dan keempat dinyatakan tidak jenuh berdasarkan persentase senyawa triterpana. Konfigurasi ikatan stereoisomer keempat sampel memiliki energi aktif yang berbeda sehubungan dengan keterdapatan senyawa hopana dan triterpana yang dapat menentukan sifat geometris hidrokarbon