Rahmi Novita Yusuf
Universitas Syedza Saintika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pemilihan Wadah dan Tempat Penyimpanan ASI dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Ramah Hayu; Rahmi Novita Yusuf; Aprima Yona Amir
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.46345

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap tumbuh kembang anak dan dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah kualitas Air Susu Ibu (ASI), yang dapat dipengaruhi oleh pemilihan wadah dan tempat penyimpanan ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemilihan wadah dan tempat penyimpanan ASI dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 123 ibu yang memiliki balita usia 24–36 bulan, dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemilihan wadah penyimpanan ASI dengan kejadian stunting (p=0,038), dan terdapat hubungan signifikan antara tempat penyimpanan ASI dengan kejadian stunting (p=0,002). Balita yang ASI-nya disimpan dalam botol plastik dan pada suhu ruangan lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan balita yang ASI-nya disimpan dalam botol kaca dan lemari es. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi kepada ibu menyusui mengenai praktik penyimpanan ASI yang tepat untuk menjaga kualitas gizi ASI dan mencegah kejadian stunting pada anak.
EFEKTIVITAS KOMBINASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN NIGELLA SATIVA DALAM REGULASI PROSES INFLAMASI DAN REMODELING JARINGAN PADA PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM PADA TIKUS Eliza Arman; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30561

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius diabetes melitus yang ditandai dengan proses penyembuhan luka yang lambat akibat inflamasi berkepanjangan dan gangguan regenerasi jaringan. Penatalaksanaan luka secara konvensional sering kali belum mampu mencegah terjadinya komplikasi berat seperti infeksi dan amputasi, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih efektif. Bahan alami seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak jintan hitam (Nigella sativa) mulai banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta kemampuan mendukung regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi VCO dan minyak jintan hitam terhadap ekspresi gen TNF-α dan MMP-2 selama proses penyembuhan luka pada model tikus ulkus diabetikum. Penelitian eksperimental ini menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar yang diinduksi diabetes melalui injeksi streptozotocin intraperitoneal. Luka eksisi penuh berdiameter 10 mm dibuat pada bagian punggung tikus menggunakan punch biopsy. Tikus dibagi secara acak menjadi enam kelompok, yaitu kontrol diabetes, VCO, minyak jintan hitam, serta tiga kelompok kombinasi (C1: 50% VCO–50% minyak jintan hitam; C2: 70% VCO–30% minyak jintan hitam; C3: 30% VCO–70% minyak jintan hitam). Perlakuan diberikan secara topikal selama 7 dan 14 hari. Kadar gula darah puasa dipantau setiap minggu. Jaringan luka diambil untuk analisis ekspresi gen TNF-α dan MMP-2 menggunakan RT-PCR serta pemeriksaan histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan ekspresi gen TNF-α pada seluruh kelompok kombinasi, dengan penurunan terbesar pada kelompok C3 baik pada hari ke-7 (rerata 0,111) maupun hari ke-14 (rerata 0,108). Sebaliknya, ekspresi gen MMP-2 tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok pada kedua waktu pengamatan. Temuan histopatologi juga mendukung hasil ini dengan menunjukkan perbaikan epitelisasi dan organisasi jaringan yang lebih baik pada kelompok kombinasi. Kesimpulannya, kombinasi VCO dan minyak jintan hitam secara sinergis mampu mempercepat penyembuhan luka diabetik terutama melalui modulasi jalur inflamasi dengan penekanan TNF-α, bukan melalui mekanisme remodeling matriks ekstraseluler yang dimediasi oleh MMP-2. Temuan ini menunjukkan potensi terapi topikal berbasis bahan alami dalam penatalaksanaan ulkus diabetikum.