Abd. Gafar Mallo
Universitas Alkhairaat Palu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ADAT BARE’E KAYORI DI DESA BANANO KECAMATAN TOJO KABUPATEN TOJO UNA-UNA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM Muhamad Sauki; Ahmadan; Abd. Gafar Mallo
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una Dalam Tinjauan Hukum Islam”, dengan pokok bahasan bagaimanakah tinjauan hukum Islam terhadap prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una. Pokok bahasan tersebut diformulasi kedalam dua sub. Masalah yakni 1. Bagaimana bentuk prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una, 2. Apakah prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Unauna sesuai atau tidak dengan hukum Islam. Tujuan pembahasan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam tentang prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Unauna. Metode yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah metode pendekatan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket serta teknik analisis deduktif dan induktif. Dari hasil analisa ini, diperoleh hasil bahwa : 1. Bentuk prosesi adat Bare’e Kayori di Desa Banano Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-una merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun dan benuansa Islami, 2. Dalam pelaksanaan adat tersebut, Adat ini di laksanakan setelah selesai panen raya, terutama tanaman padi dalam bentuk pesta rakyat dan tidak bertentangan dengan Hukum Islam.
EFEKTIVITAS PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA KORUPSI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DIWILAYAH SULAWESI TENGAH ahmad tahali; Idrus M. Said; Abd. Gafar Mallo
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2022): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan kepada narapidana korupsi adalah tujuan dari penjara adalah untuk menyadarkan manusia akan perbuatannya dan dapat diterima oleh masyarakat. (1) Efektivitas pembinaan terhadap narapidana korupsi belum berjalan dengan baik, sehingga pembinaan tidak efektif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah sel yang sudah melebihi daya tampung narapidana. Kedua petugas Lembaga Pemasyarakatan yang kurang memadai dan pembinaan yang belum berpengalaman tidak berjalan dengan baik. Ketiga, kurangnya partisipasi warga binaan untuk mengikuti pembinaan. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi petugas terhadap narapidana. (2) Model pembentukan Lembaga Pemasyarakatan meliputi: bimbingan keagamaan, pembinaan keterampilan dan pembinaan jasmani dan rohani. Pembinaan penekanan pemahaman agama kepada narapidana. Pembinaan adalah pembinaan keterampilan untuk mengembangkan bakat narapidana. Sedangkan pembinaan peremajaan jasmani dan rohani adalah dengan memberikan narapidana.
MENGAZANKAN JENAZAH SAAT PENGUBURAN DALAM PANDANGAN FUQAHA Darman; Abd. Gafar Mallo; Asbar Tantu
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 5 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian menguraikan bagaimana tata cara jenazah dalam Islam. Pertama, memperdalam galian lobang kubur agar tidak tercium oleh binatang. Kedua, cara menaruh jenazah di kubur ada yang ditaruh di tepi lubang sebelah kiblat. Ketiga, cara memasukkan jenazah ke kubur dengan mendahulukan memasukkan kepala jenazah dari arah kaki kubur. Keempat, jenazah diletakkan miring ke kanan menghadap ke arah kiblat. Kelima, ditaruh tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan setelah dibukakan kain kafannya dari pipi itu dan ditempelkan langsung ke tanah. Keenam, waktu memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya dianjurkan membaca doa seperti: Bismillahi Waala Millati Rosulillah. Ketujuh, setelah jenazah sudah diletakkan di liang kubur, dianjurkan untuk mencurahinya dengan tanah tiga kali dengan tangannya dari arah kepala mayit lalu ditimbuni tanah. Kedelapan, berdoa setelah selesai menguburkan jenazah. Pandangan hukum Islam terhadap mengadzankan jenazah saat penguburan. Menurut beberapa mazhab, bahwa tidak dianjurkan mengazankan jenazah. Sedangkan mayoritas mazhab Syafi’i, meski sebagian tidak sependapat. Bahwa mengazankan jenazah hukumnya sunnah. mengibaratkan seperti bayi yang baru lahir.
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KHUSUS ANAK TELAAH DARI SUDUT PANDANG HUKUM ISLAM ahmad tahali; Abd. Gafar Mallo
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan hukum terhadap anak, sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 1 ayat (2), bertujuan memastikan dan melindungi hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi optimal sesuai martabat kemanusiaan. Ini melibatkan upaya melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi. Dalam konteks hukum Islam, perlindungan hukum anak juga diterapkan sesuai prinsip-prinsip Islam. Aspek-aspek tersebut mencakup memberikan pengetahuan akidah untuk memperkuat iman anak, memberikan pemahaman tentang ibadah di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA), serta membentuk akhlak baik melalui latihan berbuat baik, taqwa, kejujuran, pemenuhan janji, dan usaha ikhlas dalam aktivitas anak. Dengan demikian, perlindungan hukum anak tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan aspek moral dan spiritual untuk mencapai perkembangan holistik sesuai nilai-nilai Islam.