Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan pemecahan masalah matematis melalui soal cerita analisis berdasarkan kemampuan akademik berbeda pada siswa kelas V SDN 02 Klegen Madiun Dewi Arofatul Mahmudah; Ivayuni Listiani; Diyan Marlina
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 4 (2023): Peran Pendidikan Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan matematika termasuk Pendidikan dengan hasil yang masih sangat rendah. Pada beberapa kasus matematika menjadi pembelajaran yang ditakuti oleh beberapa siswa khususnya di jenjang SD. Seperti siswa yang lamban untuk memahami materi, namun ada juga siswa yang cepat dalam memahami materi. Perbedaan dalam pemahaman tersebut merupakan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis. Akhirnya kemampuan pemecahan masalah ini perlu ditingkatkan untuk menjadi salah satu cara yang dapat ditempuh seperti dalam kegiatan belajar mengajar yang berfokus terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tingkatan kemampuan yang termasuk dalam kategori HOTS yakni kemampuan analisis (C4). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini mengambil 6 (enam) responden, yang terdiri dari dua siswa dengan kemampuan akademik tinggi, dua siswa dengan kemampuan akademik sedang dan dua siswa dengan kemampuan akademik rendah. Metode pengumpulan data menggunakan teknik tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penelitian ini, presentase kemampuan pemecahan masalah pada siswa masih banyak berasal dari kategori rendah. Siswa berkemampuan akademik tinggi, sedang ataupun rendah mempunyai cara menyelesaikan pemecahan masalah dalam soal cerita berbasis analysis (C4) yang berbeda-beda disetiap kemampuannya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS V SDN BANJARSARI KULON 02 Dewi Arofatul Mahmudah; Khoirul Huda; Ferry Andri Susanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4506

Abstract

Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia, sebab kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kualitas Pendidikan. Pendidikan matematika termasuk kedalam pendidikan dengan hasil yang masih sangat rendah. Beberapa siswa menganggap pembelajaran matematika sebuah pembelajaran yang rumit dan susah. Hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan pemecahan siswa yang masih rendah sebab penyelesaian dalam pemecahan masalah membutuhkan pemahaman dan ketekunan untuk mengatasi berbagai hambatan. Pembelajaran berbasis masalah memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi masalah dunia nyata, mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Salah satu model pembelajaran yang telah terbukti efektif dalam mengatasi tantangan ini adalah Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus yang masing- masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, mengamati dan hasilnya, kemudian merefleksi kegiatan. Penelitian dilaksanakan di SDN Banjarsari Kulon 02, Kabupaten Madiun pada bulan Agustus sampai September 2024, yang terdiri dari 23 anak bertindak sebagai subyek yang menerima tindakan. Hasil dari penelitian menunjukkan dari sebanyak 23 siswa, penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dalem materi bangun ruang kubus dan balok. Kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan model PBL mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah dengan penerapan model PBL mengalami peningkatan dari siklus I dengan peserta didik yang tuntas dalam KKM sebanyak 11 orang dengan persentase 25% dari 23 peserta didik. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan sebanyak 17 peserta didik dengan persentase sebesar 54% dari 23 peserta didik telah mencapai KKM