Aprillia Dewi Riyanti
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality (AR) Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa dalam Proses Pembelajaran IPA Siklus Air SDN 02 Sidayu Kelas V Aprillia Dewi Riyanti; Firman Wahyu Farudin; Muwarni Dewi Wijayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91640

Abstract

Tantangan abad 21 menjadikan keterampilan kreatif menjadi bagian penting dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas V SDN 02 Sidayu pada mata pelajaran IPA tentang siklus air dengan media Augmented Reality (AR). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Dengan menggunakan metode eksperimen, rancangan pembelajaran media AR tentang siklus air, peserta didik akan menjadi lebih kreatif. Teknik pengambilan sampel dengan data peserta didik kelas V SDN 02 Sidayu. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, eksperimen, dan tes. Teknik analisis data menyatakan media pembelajaran 3D berbasis Augmented Reality (AR) efektif meningkatkan kreativitas dan hasil belajar, perbedaan yang signifikan hasil belajar peserta didik sebelum yaitu 39,3% dan sesudah menggunakan media pembelajaran 60,7%. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi yang baru bagi guru dengan tujuan merancang media pembelajaran IPA yang kreatif dan inovatif. Kesimpulan dengan menggunakan AR untuk mata pelajaran IPA sangat berperan penting dalam pengaruh proses belajar mengajar.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran AR Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Materi Efek Rumah Kaca Siswa Kelas 4 SD Aprillia Dewi Riyanti; Rokhmaniyah Rokhmaniyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107224

Abstract

The limitations of conventional media in delivering greenhouse effect material hinder the development of creative thinking skills among elementary school students. This study aims to analyze the need for Augmented Reality (AR) learning media to enhance the creative thinking skills of 4th-grade students. A systematic literature review method was employed by analyzing three key journals that met the criteria of validity and relevance. The findings indicate that AR media can concretely and interactively visualize abstract concepts, increase learning motivation, and support the development of students' creative ideas. However, challenges were identified, including limited access to devices, teachers' readiness, and the complexity of developing content suitable for children's characteristics. In conclusion, effective AR media development requires accurate needs analysis, teacher training, and collaboration between developers, educators, and educational institutions. Keterbatasan media konvensional dalam menyampaikan materi efek rumah kaca menghambat pengembangan keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas 4 SD. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review melalui analisis tiga jurnal utama yang memenuhi kriteria validitas dan relevansi. Hasil menunjukkan bahwa media AR mampu memvisualisasikan konsep abstrak secara konkret dan interaktif, meningkatkan motivasi belajar, dan memfasilitasi pengembangan ide-ide kreatif siswa. Namun, ditemukan tantangan berupa keterbatasan perangkat, kesiapan guru, serta kompleksitas pengembangan konten sesuai karakteristik anak. Kesimpulannya, pengembangan media AR yang efektif membutuhkan analisis kebutuhan yang tepat, pelatihan guru, serta kolaborasi antara pengembang, pendidik, dan institusi pendidikan.