Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ductylity Behavior of Laminated Hollow Section Bamboo Beam-Column Connections with Glue-in-Rod–Bracket System: An Environmentally Friendly Construction Material Solution Achmad Saiful Arifin; Karyadi Karyadi; Nindyawati Nindyawati; Eka Nurul Qomaliyah; Imam Mustofa
Proceeding of the International Conferences on Engineering Sciences Vol. 3 No. 1 (2026): January : Proceeding of the International Conferences on Engineering Sciences
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/iconfes.v3i1.185

Abstract

Wood consumption in Indonesia, which is expected to reach more than 64.84 million m³ by 2025, is putting enormous pressure on forests, as evidenced by the reduction in forest area through the clearing of 96,230 hectares of forest in 2023. To reduce dependence on wood as a building material, alternative materials with comparable physical and mechanical properties are needed. Bamboo, especially laminated bamboo, was chosen because it has high tensile strength, a short harvest time, and abundant availability. This study examines the behavior of hollow section laminated bamboo beam-column connections with a glue-in-rod-bracket system to determine the ductility of the connection under unidirectional (static) loads. An experimental method was used with the independent variables of diameter and number of bolts, while the dependent variables included the moment-rotation of the connection, stiffness, strength, and ductility. The results show that the average ductility values for 4 and 6 thread rods D6, D8, and D10 mostly meet the SNI 1729 (≥1.25) and AISC 360 (rotation >0.03 rad) standards, with classifications ranging from "partially ductile" to "fully elastic." However, the 10-diameter 6-thread rod only achieved a ductility of 1.2, thus failing to meet the SNI standard. Based on the Handbook of Structural Steel Connection Design and Details, all connections fall into the non-seismic category because their ductility values are less than 3. These findings confirm the potential of laminated bamboo as an environmentally friendly construction material, while also providing technical guidelines for the design of non-seismic beam-column connections.
SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI BIM SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI MATERIAL TULANGAN DI TULUNGAGUNG Achmad Saiful Arifin; Imam Mustofa; Faiz Muhammad Azhari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48733

Abstract

Transformasi digital dalam industri konstruksi menuntut peningkatan efisiensi dan akurasi, terutama dalam pengelolaan material seperti besi tulangan yang memiliki kontribusi besar terhadap struktur dan biaya proyek. Building Information Modelling (BIM) hadir sebagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan ini. Namun, adopsi BIM dalam proyek skala kecil-menengah, khususnya di daerah seperti Tulungagung, masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih penggunaan teknologi BIM kepada pelaku konstruksi lokal, dengan fokus pada perencanaan kebutuhan tulangan besi untuk membangun kolom dan balok. Pelatihan ini melibatkan pemodelan struktur 3D menggunakan Autodesk Revit serta penerapan metode Bar Bending Schedule (BBS) untuk menghitung volume, waktu, dan efisiensi material. Hasil ini BIM mampu mengurangi potensi pemborosan besi tulangan sebesar 18,7% dan memangkas perkiraan waktu dari 9 jam menjadi 3 jam. Selain peningkatan akurasi perencanaan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menerapkan BIM dalam proyeknya. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan BIM berbasis studi kasus lokal efektif dalam meningkatkan efisiensi proyek dan kapasitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Replikasi kegiatan dan dukungan infrastruktur digital direkomendasikan untuk memperluas dampak positif teknologi BIM di sektor konstruksi nasional. Kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kesadaran akan pentingnya digitalisasi perencanaan konstruksi dan membuka peluang untuk adopsi BIM yang lebih luas di tingkat lokal. Disarankan agar ada dukungan lebih lanjut berupa pelatihan tingkat menengah dan penyediaan akses perangkat lunak BIM sehingga dampak dari kegiatan tersebut dapat berkelanjutan.