Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI BIM SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI MATERIAL TULANGAN DI TULUNGAGUNG Achmad Saiful Arifin; Imam Mustofa; Faiz Muhammad Azhari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48733

Abstract

Transformasi digital dalam industri konstruksi menuntut peningkatan efisiensi dan akurasi, terutama dalam pengelolaan material seperti besi tulangan yang memiliki kontribusi besar terhadap struktur dan biaya proyek. Building Information Modelling (BIM) hadir sebagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan ini. Namun, adopsi BIM dalam proyek skala kecil-menengah, khususnya di daerah seperti Tulungagung, masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih penggunaan teknologi BIM kepada pelaku konstruksi lokal, dengan fokus pada perencanaan kebutuhan tulangan besi untuk membangun kolom dan balok. Pelatihan ini melibatkan pemodelan struktur 3D menggunakan Autodesk Revit serta penerapan metode Bar Bending Schedule (BBS) untuk menghitung volume, waktu, dan efisiensi material. Hasil ini BIM mampu mengurangi potensi pemborosan besi tulangan sebesar 18,7% dan memangkas perkiraan waktu dari 9 jam menjadi 3 jam. Selain peningkatan akurasi perencanaan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menerapkan BIM dalam proyeknya. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan BIM berbasis studi kasus lokal efektif dalam meningkatkan efisiensi proyek dan kapasitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Replikasi kegiatan dan dukungan infrastruktur digital direkomendasikan untuk memperluas dampak positif teknologi BIM di sektor konstruksi nasional. Kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kesadaran akan pentingnya digitalisasi perencanaan konstruksi dan membuka peluang untuk adopsi BIM yang lebih luas di tingkat lokal. Disarankan agar ada dukungan lebih lanjut berupa pelatihan tingkat menengah dan penyediaan akses perangkat lunak BIM sehingga dampak dari kegiatan tersebut dapat berkelanjutan.
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN PERKOTAAN MENGACU PADA PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA (PKJI 2023) Prabowo Prabowo; Achmad Saiful Arifin; Pranoto Pranoto; Nemesius Bambang Revantoro; Bambang Supriyanto; Salamur Rochman
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Gajah Mada di Kota Tarakan merupakan jalan perkotaan yang melayani kawasan pasar dengan tingkat aktivitas tinggi, sehingga menimbulkan hambatan samping yang signifikan, terutama akibat parkir kendaraan di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian dilakukan melalui survei volume lalu lintas, kondisi geometrik jalan, dan hambatan samping. Analisis kinerja dilakukan dengan menentukan kapasitas, derajat kejenuhan (DJ), dan tingkat pelayanan (Level of Service/LoS). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai DJ mencapai 0,81 dengan tingkat pelayanan LoS D, serta pada kondisi tertentu diperoleh nilai DJ sebesar 0,75 dengan tingkat pelayanan LoS C. Tingginya hambatan samping akibat aktivitas pasar dan parkir di badan jalan menjadi faktor utama penurunan kinerja ruas jalan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam upaya peningkatan kinerja lalu lintas di kawasan pasar perkotaan.
Transformasi Ketrampilan Furniture Tukang Kayu: Program Pelatihan Smart Furniture di Bengkel Kayu Mitra Kota Malang Achmad Saiful Arifin; Viola Malta Ramadhani; Rais Amin; Ika Salsabila Nurhida
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2025): EDISI JUNI 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i1.7129

Abstract

The Sukun, Lowokwaru, and Karangbesuki areas of Malang City are known for their supply of construction workers, the most significant proportion being carpenters. However, the transformation of modern construction materials, such as light steel, aluminum, and WPC, is gradually replacing the role of wood in structural work. This has reduced the scope of work for pre-construction carpenters, so a solution is needed to maintain the sustainability of their profession through post-construction work. This community service program is designed in response to this challenge through training in making smart furniture: functional, compact, and modern furniture relevant to the limited space needs of student boarding/rental housing around the State University of Malang campus. The activity methods include concept counseling, introduction to technical design (DED), and direct manufacturing practice in two partner workshops, namely the Revan Furniture and Indah Meubel wood workshops, each making smart furniture using different material variants (solid wood, Dutch teak, multiplex, and HPL finishing). The main work is a folding table and chair unit with dimensions of 120x100x90 cm that can be easily folded for minimalist housing needs. Evaluation of the training and outreach results showed a 45% increase in understanding of working drawings, a 20% increase in jointing skills, and a 20% increase in OSH awareness. This product meets three key criteria for engineered furniture: functionality, ease of use, visual appeal, and comfort. In conclusion, this training enhanced the carpenters' technical capacity and opened up new economic opportunities in the adaptive furniture sector..ABSTRAKWilayah Sukun, Lowokwaru, dan Karangbesuki di Kota Malang dikenal sebagai penyedia pekerja konstruksi, proporsi terbanyak adalah tukang kayu. Namun, transformasi material konstruksi modern seperti penggunaan baja ringan, aluminium, dan WPC, secara bertahap menggantikan peran kayu dalam pekerjaan struktur. Hal ini berdampak pada berkurangnya ruang lingkup kerja tukang kayu pra-konstruksi, sehingga diperlukan solusi untuk mempertahankan keberlangsungan profesi mereka melalui pekerjaan pasca-konstruksi. Program pengabdian ini dirancang sebagai respon atas tantangan tersebut melalui pelatihan pembuatan smart furniture: furnitur fungsional, ringkas, dan modern yang relevan dengan kebutuhan ruang terbatas pada hunian kost/kontrak mahasiswa di sekitar kampus Universitas Negeri Malang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan konsep, pengenalan desain teknis (DED), hingga praktik pembuatan langsung di dua bengkel mitra, yaitu bengkel kayu Revan Furnitur dan Indah Meubel, pembuatan smart furniture masing-masing menggunakan varian material berbeda (solid wood, jati belanda, multiplek, dan finishing HPL). Karya utama berupa unit meja-kursi lipat berdimensi 120×100×90 cm yang dapat dilipat secara mudah untuk kebutuhan hunian minimalis. Evaluasi hasil pelatihan dan penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman gambar kerja sebesar 45%, keterampilan kerja sambungan sebesar 20%, dan kesadaran K3 naik sebesar 20%. Produk ini memenuhi tiga dari empat kriteria utama furnitur teknik: fungsionalitas, kemudahan penggunaan, daya tarik visual, dan kekurangan adalah kenyamanan. Kesimpulannya, pelatihan ini meningkatkan kapasitas teknis tukang kayu, dan  membuka peluang ekonomi baru dalam sektor furnitur adaptif.