Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pull Out Resistance of Glued in Rod Parallel to Grain in Laminated Bamboo Karyadi Karyadi; Wahyu Risky Nurpitasari; Nindyawati Nindyawati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i1.8755

Abstract

Research on hollow cross section beams and columns made of laminated bamboo has been carried out. So that the two elements can be assembled into a building structure, it is necessary to do connection. Glued in rod is a new connecting tool whose mechanical properties still need to be studied. For this reasons this research was conducted. To achieve this objective, an experiment was conducted with the independent variables (1) the distance between the two edges, (2) the diameter of the threaded rod, and (3) the embedded length. The results showed that (1) the greater the distance between the two edges, the greater the pull out strength of the glued in rod, (2) the larger the diameter of the threaded rod, the greater the pull out of the glued in rod, (3) the greater the embedded length of the threaded rod, the stronger the pull out of glued in rod, (4) the value of the slip modulus is affected by variations in diameter and embedded length but is not affected by the distance between the two edges. The greatest pull out strength, which is 34.85kN, is achieved at a glued in rod diameter of 12mm with an edge distance of 4.5d and a embedded length of 6d, while the lowest value is 14.38kN lies in steel rods with a diameter of 8mm with a embedded length of 5d and a distance of two edges is 2.5d. The highest slip modulus or the highest stiffness value of 9.75kN/mm is achieved at a diameter of 12 mm with an embedded length of 6d and a distance of two edges of 3.50d. The smallest slip modulus value of 3.75kN/mm was achieved at a diameter variation of 8 mm with an embedded length of 5d and a distance of two edges 2.5d
Aplikasi Kamus Bahasa Lembak Bengkulu Berbasis Android Menggunakan Algoritma Raita Nindyawati Nindyawati; Rozali Toyib; M Husni Rifqo; Eka Sahputra
Jurnal Sistem Informasi dan E-Bisnis Vol 3, No 2 (2021): Juli
Publisher : JUSIBI (Jurnal Sistem Informasi dan E-Bisnis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.899 KB)

Abstract

Penggunaan Bahasa Lembak dalam kehidupan sehari khususnya suku Lembak sendiri semakin luntur akibat pengaruh globalisasi bahasa asing dan kurangnya perhatian orang tua dalam membudidayakan anak dan keturunannya, sehingga tidak mampu menguasai bahasa leluhurnya. Untuk mempercepat proses pencarian kosakata pada aplikasi kamus berbasis android maka diperlukan sebuah algoritma Raita yaitu salah satu metode dalam pencarian dengan mencocokan pola kata dari sebuah string dengan pola kata yang ingin dicari. Dengan menggunakan algoritma Raita waktu yang dibutuhkan untuk pencaraian terjemahan bahasa Indonesia ke lembak dan sebaliknya hanya sedikit dan dapat berlangsung dengan cepat.
Pelatihan Macrame Sebagai Peningkatan Ketrampilan Masyarakat RT 01 RW 10 Kelurahan Merjosari, Kota Malang Nindyawati Nindyawati; karyadi karyadi; Muhammad Sulton; Edi Santoso; Maskur Efendi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v7i3.3918

Abstract

Kelurahan Merjosari memiliki penduduk sebanyak 17.842 jiwa pada Tahun 2020 dengan mata pencaharian penduduk kelurahan Merjosari adalah Pegawai Negeri Sipil, TNI/POLRI, karyawan swasta, wiraswasta atau pedagang, tani, pertukangan, buruh tani, dan jasa. Data Badan Pusat Statistik Kota Malang menyampaikan bahwa penganguran sebesar 9,65% dari jumlah usia produktif. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat belum diberdayakan secara maksimal. Dengan menambah ketrampilan SDM yang ada diharapkan akan meningkatkan kemampuan secara finansial. Jumlah KK di RT 1 RW 10 Kelurahan Merjosari adalah sebanyak 47 keluarga. Beberapa ibu yang dapat mengikuti kegiatan pelatihan adalah 10 orang. Pelatihan diberikan oleh pemateri pengrajin Macrame. Peserta diberikan pengetahuan membuat Macrame untuk simpul yang umum digunakan. Pada saat pelatihan, peserta diberi tali dan benang Macrame masing-masing satu paket. Berdasarkan pelatihan dengan bimbingan pemateri yang telah dilakukan, para peserta pelatihan memulai menganyam benang penggantung pot dan gantungan kunci. Hasil dari kerajinan dapat dibawa pulang untuk contoh apabila akan memperbanyak dan dijual. Kerajinan Macrame dapat dibuat di rumah dan di sela-sela kegiatan ibu-ibu rumah tangga. Selanjutnya penjualan dilakukan menggunakan social media, sehingga sangat flexible untuk ibu-ibu rumah tangga ataupun ibu-ibu pekerja.
Master plan design in developing village tourism potential with a Community Participatory Model Puput Risdanareni; Cynthia Permata Dewi; Nindyawati Nindyawati; Titi Rahayuningsing; Dwi Prastiyo; Adi Susetyo
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 2 (2023): May 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i2.8946

Abstract

Pait Village, located in Kasembon Sub-district of Malang Regency, is a village with high natural tourism potential. However, the allure of tourism in Pait Village, which is located in a green area and surrounded by rivers and waterfalls, still lacks development. Carrying the main mission to increase the tourism potential in Pait Village, the community service team will develop a water tourism design in the form of a multifunctional fishpond. This fishpond will solve the problem of water surplus due to agricultural land runoff. In addition, this pond can be an alternative source of animal protein for residents and an integrated water tourism location in the Kasembon Area. The implementation method carried out in this program is to analyze the needs of the Pait village integrated Master Plan design with a community participatory model. The results of the Pait Village water tourism master plan design are in the form of a 3D mockup of water tourism and a cultivation pond that can be used as an amphitheater along with the regional expenditure budget plan (RAB).
MEMBANGUN DESA WISATA KEBANGSAAN DENGAN PENDEKATAN KIPAS (KREATIF, INOVATIF, PARTISIPATIF, DAN KOLABORATIF) MENUJU DESA CERDAS, MANDIRI, DAN BERKELANJUTAN Sri Untari; Agung Hariyono; Nindyawati Nindyawati; Alfan Bramantya; Kanzenna Kurnia Ashshiddieqy; Aliyah Ardhana Riswari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.849-864

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi suatu tantangan yang kompleks dan menuntut pendekatan yang inovatif serta berorientasi pada partisipasi masyarakat. Artikel ini membahas pengalaman Desa Wonorejo, Situbondo, dalam membangun desa wisata "Kebangsaan" dengan menerapkan pendekatan KIPAS (Kreatif, Inovatif, Partisipatif, dan Kolaboratif). Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan desa wisata yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan. Sedangkan tujuan kegiatan adalah 1) Pemberdayaan Pemdes dalam membangun kemitraan; 2) Pendampingan dan pelatihan PKK, Karang Taruna, POKDARWIS dalam produksi merchandise, dan home industry; 3) Pendampingan BUMDes dalam mengelola usaha dan mengurus badan Hukum; 4) Pengembangan model desa wisata “Kebangsaan”.  Metode pelaksanaan sosialisasi tentang desa wisata kebangsaan. Fasilitasi dan pendampingan perangkat desa dalam pengembangan kemitraan dengan stakeholders internal dan eksternal. Pendampingan BUMDes dalam penyusunan Rencana Strategis. Pendampingan dan pelatihan PKK, Karang Taruna dan Pok DARWIS dalam membuat merchandise. dan pengembangan model desa wisata kebangsaan untuk menjadi desa cerdas (smart village), mandiri berkelanjutan. Hasil kegiatan mencerminkan pencapaian signifikan dalam Penguatan kapabilitas aparat desa dalam mengembangkan kemitraan secara internal dengan stakeholders lokal dan eksternal dengan perguruan tinggi. BUMDes berbadan Hukum dan mampu membuat rencana strategis. Jangka pendek dan panjang. PKK, Karang Taruna dan PokDarwis dapat membuat merchandise untuk melengkapi cindera mata desa wisata kebangsaan. Model KIPAS (Kreatif, Inovatif, Partisipatif dan Kolaboratif) dapat ditetapkan untuk kemajuan desa wisata kebangsaan.
Experimental Study on The Capacity Of Z-Brace and X-Brace Cold-Formed Steel Wall Panel Cantikawati, Khristia Ningsih; Nindyawati, Nindyawati; Sulaksitaningrum, Roro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v25i2.46357

Abstract

Awaludin et al. created an anti-earthquake temporary shelter called RISBARI (Rumah Instan Baja Ringan/Light Steel Instant House), featuring an X-shaped strap-braced wall system using cold-formed steel as its primary structure. A similar temporary shelter (hunian sementara/huntara) was developed by Biru Bumi Hijau using Z-shaped wall bracing. While experimental research on the lateral strength of cold-formed steel wall panels with X-brace bracing, such as in RISBARI, has been conducted extensively, there has been limited in-depth study on Biru Bumi Hijau's huntara. Hence, this research aimed to identify the load capacity, stiffness, and ductility of both bracing configurations on lateral strength using cold-formed steel wall panels. This study used an experimental method through the monotonic static load in the laboratory. The test results were analyzed with One-way ANOVA. The load capacity, stiffness, and ductility of the X-brace panel increased by 201%, 4452%, and 105%, respectively. In contrast, the load capacity, stiffness, and ductility of the Z-brace panel increased by 201%, 4253%, and 156%. The bracing capacity on both was not directly proportional since both test objects had different configuration structures, although they had equalized length and width.
ANALISIS MOMEN-LENDUTAN PADA BALOK INDUK DENGAN VARIASI PENEMPATAN BALOK ANAK BETON BERTULANG Indriyani, Indriyani; Nindyawati, Nindyawati; Sulton, Mohammad
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i4.2024.2

Abstract

Abstrak : Elemen struktur yang sangat penting pada bangunan adalah balok. Dalam perencanaan balok beton bertulang didesain untuk kuat menahan gaya sesuai dengan pembebanan. Balok anak berfungsi untuk mendistribusikan beban pelat ke balok induk. Bangunan yang memiliki pelat lantai yang cukup besar penting untuk menggunakan balok anak untuk meminimalisir lendutan pada pelat. Luasan pelat yang besar memengaruhi besarnya lendutan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konfigurasi penempatan balok anak beserta ukurannya terhadap momen lentur dan lendutan balok induk, serta lendutan maksimum yang terjadi pada pelat lantai. Terdapat enam Tipe pemodelan, yaitu Struktur Tipe Kontrol A1, Tipe A2, Tipe A3, Tipe Kontrol B1, Tipe B2, dan Tipe B3. Struktur Tipe Kontrol A1 memiliki luasan 7,2 m x 5 m tanpa menggunakan balok anak. Struktur Tipe A2 memiliki luasan 7,2 m x 5 m dengan balok anak perletakan silang, Tipe A3 memiliki luasan 7,2 m x 5 m dengan perletakan balok anak sejajar. Tipe Kontrol B1 memiliki luasan 6 m x 6 m tanpa menggunakan balok anak, Tipe B2 memiliki luasan 6 m x 6 m dengan perletakan balok anak silang, Tipe B3 memiliki luasan 6 m x 6 m dengan perletakan balok sejajar. Analisis pada penelitian ini menggunakan program berbasis elemen hingga. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah variasi konfigurasi dengan penambahan balok anak berpengaruh pada lendutan pelat lantai. Penambahan balok anak pada struktur dapat mereduksi lendutan pada pelat lantai hingga 98,32 percent.
ANALISIS PENGARUH TIPE RANGKA WARREN, PRATT, HOWE, DAN K-TRUSS TERHADAP EFISIENSI JEMBATAN RANGKA BAJA BENTANG 80 M Putri, Nadiyah Mulia; Nindyawati, Nindyawati
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i5.2024.1

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengaruh tipe rangka terhadap efisiensi jembatan berdasarkan nilai DCR (Demand Capacity Ratio), berat total struktur, nilai lendutan, dan nilai efisiensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian komparatif. Rancangan dari penelitian ini diawali dengan permodelan struktur jembatan menggunakan program SAP2000 dengan analisis pembebanan jembatan sesuai SNI 1725-2016 dan kontrol profil baja elemen batang jembatan sesuai RSNI T-03-2005 dan SNI 1729-2020. Tipe rangka yang dibandingkan adalah warren, pratt, howe, dan k-truss. Bentang jembatan 80 m dengan tinggi 8 m dan lebar 9 m. Mutu baja menggunakan SNI 07-2610-2011 BJ PHC 540 untuk profil baja H-beam dan JIS G3101-SS400 untuk profil IWF. Nilai efisiensi jembatan ditentukan dengan rumus perkalian berat total struktur dan lendutan maksimum jembatan. Semakin kecil nilai efisiensi jembatan maka semakin efektif kinerja struktur jembatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DCR pada setiap tipe rangka memiliki pola grafik yang relatif sama pada daerah gelagar dan berbeda pada daerah sistem truss (rangka utama). Tipe rangka yang terberat adalah warren sebesar 161,77 ton, sedangkan yang teringan adalah k-truss sebesar 153,38 ton. Tipe rangka pratt dan howe mempunyai berat total struktur yang sama yaitu 154,54 ton. Tipe rangka yang mempunyai lendutan maksimum yang terkecil adalah k-truss sebesar 0,05227 m, sedangkan yang terbesar adalah pratt sebesar 0,05472 m. Tipe rangka yang mempunyai nilai efisiensi terkecil adalah k-truss sebesar 8,0172, sedangkan yang terbesar adalah warren sebesar 8,6968. Sehingga dapat diidentifikasi bahwa jembatan yang paling efisien dalam penelitian ini adalah jembatan dengan tipe rangka k-truss.
Studi Numerik Pengaruh Konfigurasi Bracing Baja Canai Dingin pada Panel Dinding Kristian, Matthew Hassel; Nindyawati, Nindyawati; Muhammad, Dzul Fikri
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 22, No 4 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v22i4.21467

Abstract

Meningkatkan kualitas bangunan di Indonesia sebagai negara yang memiliki risiko bencana alam khususnya gempa bumi, penelitian mengenai penggunaan bracing pada suatu struktur terutama untuk mengetahui kekuatan dan efektifitas perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan masing-masing variasi penggunaan bracing khususnya pada panel dinding. Pengujian dilakukan dengan metode numeris menggunakan software Abaqus CAE agar penelitian dapat dilakukan dengan tingkat efektifitas yang lebih tinggi dibanding pengujian secara eksperimental. Kekuatan, daktilitas, dan juga pergeseran atau displacement merupakan hal yang akan diidentifikasi dalam penelitian ini. Hasil pengujian menunjukan dalam hal kekuatan variasi X-bracing menunjukan keunggulan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan variasi Z-bracing yaitu 203% dibanding Z-bracing dengan 178%. Simpangan X-bracing memiliki keunggulan dengan 17.04 mm, 23.31 mm untuk Z-bracing, dan 269.73 mm untuk non-bracing.
Structural Performance Optimization of Multi-Story Steel Frames with Split-K EBF Bracing System Configuration Kusuma, Kadek Adyatma Teja; Nindyawati, Nindyawati; Sulaksitaningrum, Roro; Muhammad, Dzul Fikri
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 21 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v21i1.78431

Abstract

Conventional steel frame structures tend to be susceptible to earthquakes, which can lead to significant economic and social losses. The earthquake disaster has motivated various technological exploration efforts to improve the seismic resilience of building structures. To strengthen the structure and prevent collapse, reducing the span length by adding bracing to the weak axis of the column proved effective. The addition of lateral stiffeners (bracing) to the elements of the frame structure is crucial in reducing lateral forces due to earthquakes in high-rise buildings. However, the researchers only focused on comparing the types of bracing used. Therefore, the purpose of this study is to optimize the structure of the steel frame multi-story building by innovating the configuration of bracing placement to match the composition of the building. To produce optimal results, the steel frame building model using bracing is varied in the placement of bracing with the middle model (BC1), the edge model (BC2), and the even model (BC3), so that the three models produce the effect of bracing placement on the building. The three building models will be analyzed using SAP200 to produce the performance of the steel frame building structure, including displacement, natural vibration periods, and base shear forces. From the overall analysis of the three models, it is shown that the evenness model (BC3) produces the most optimal structural performance. This is also shown by the fulfillment of all structural performance requirements based on the requirements of earthquake-resistant structures in SNI 1726-2019. The result of the buffer evenly provides a large displacement that occurs on the 3rd floor in the X direction which compared to other models has the smallest value, which is 20.13 mm. Based on the results of the analysis, it is known that the uniform model has the smallest natural vibration period value of 0.779 seconds in the X direction and has the largest dynamic shear force value in the X direction, which is 4823.74 kN. Therefore, it can be concluded that there is an effect of the placement of supports in steel frame multi-story buildings on the ability of the building structure with the even placement model (BC3) to produce the most optimal building design when compared to other building models.