Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MENINGKATKAN TECHNICAL SKILL SISWA SMK TEKNIK BANGUNAN MELALUI PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI Blima Oktaviastuti; Ahmad Dardiri; Nindyawati Nindyawati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.292 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6223

Abstract

This paper aims to expose the study of: (1) technical skill; (2) the working practices of the industry (Prakerin); and (3) technical skill on implementation prakerin. Conclusions it can be concluded that, the real form of Prakerin is the implementation of the system of education in SMK is Double System Education (PSG). The program was drawn up jointly between prakerin school and industrial world in order to meet the needs of students. The party was active in the activities of prakerin include: (1) the implementing party as students practice; and (2) the industrial world and the teacher as the party that train students. The existence of activities expected prakerin can give students experience before entering the world of work. Through the activities, indirectly prakerin students have gained technical skill required as a provision for entering the workforce. Given the current state of infrastructure development is preferred, the demand for construction workers is the main one. Graduates of Vocational School building techniques is expected to have the technical skill to be able to compete with the foreign worker entering the era of the MEA as of now.Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan kajian tentang: (1) technical skill; (2) Praktik Kerja Industri (Prakerin); dan (3) technical skill pada pelaksanaan prakerin. Kesimpulan yang dapat disimpulkan bahwa, prakerin merupakan wujud nyata dari pelaksanaan sistem pendidikan di SMK yaitu Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Program prakerin disusun bersama antara sekolah dan dunia industri dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa. Pihak yang aktif dalam kegiatan prakerin, meliputi (1) siswa sebagai pihak pelaksana praktik; serta (2) dunia industri dan guru sebagai pihak yang melatih siswa. Adanya kegiatan prakerin diharapkan dapat memberi pengalaman siswa sebelum memasuki dunia kerja. Melalui kegiatan prakerin, secara tidak langsung siswa telah mendapatkan technical skill yang dibutuhkan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Mengingat pembangunan infrastruktur negara saat sekarang lebih diutamakan, kebutuhan pekerja konstruksi menjadi hal yang utama. Lulusan SMK teknik bangunan diharapkan memiliki technical skill agar dapat bersaing dengan tenaga asing memasuki era MEA seperti sekarang.
OPTIMASI BENTUK RANGKA ATAP STRUKTUR KUDA-KUDA BAJA CANAI DINGIN Irfan Adhe Mashudi; Edi Santoso; Nindyawati Nindyawati
BANGUNAN Vol 25, No 1 (2020): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p9-20

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan atau kenaikan penduduk Indonesia yang sangat pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah kebutuhan rumah tinggal yang juga semakin meningkat. Saat ini pembangunan seperti apartemen, dan perumahan sangat banyak didaerah perkotaan yang diakibatkan karena bertambahnya penduduk, atau migrasi dari desa ke perkotaan untuk mengimbangi dari pertumbuhan penduduknya. Rumah - rumah yang dibangun di perumahan pada umumnya banyak yang menggunakan rangka baja ringan sebagai atapnya. Material rangka atap biasanya dari kayu, beton, baja dan baja ringan, masing-masing memilik kelebihan dan kekurangannya. Dalam hal ini material kuda-kuda baja ringan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan material yang lainnya dalam penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumya. Beberapa tipe rangka untuk baja canai dingin antara lain tipe Howe, Pratt, Fan, Fink, Scissors dll. Untuk itu perlu dilakukan optimasi dari bentuk-bentuk rangka kuda-kuda baja ringan, untuk mencari bentuk rangka yang optimum, aman, ekonomis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk optimum maksimal dari rangka kuda-kuda baja ringan, megetahui beban maksimal, lendutan maksimal pada konfigurasi rangka, angka keamanan dan pola keruntuhan dari rangka kuda-kuda baja ringan akibat beban statis, sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan untuk diterapkan pada jenis-jenis rangka kuda-kuda baja ringan yang lain. Dari penelitian ini didapatkan hasil berdasarkan pemodelan secara analitis dari beberapa tahap bentuk dari rangka kuda-kuda baja canai yang ditemukan, yakni bentuk rangka Fink yang dimodifikasi dengan batang horizontal dengan tipe F1 pada proses modifikasi. Pada tahap selanjutnya yakni proses kombinasi rangka tidak mencapai bentuk yang optimum. Lendutan maksimum pada pemodelan secara analitis yakni sebesar 11.17 mm pada beban 2250 kg. Sedangkan pada pemodelan prototipe lendutan maksimum yang terjadi sebesar 11.33 mm pada beban 1270.99 kg dan didapatkan hasil angka keamanan yang direkomendasikan sebesar 1,4. Untuk pola keruntuhan keruntuhan yang terjadi, pada ½, ¼ bentang terjadi tekuk torsi, dan pada bagian tumpuan terjadi tekuk lentur torsional.Kata-kata kunci: Baja Canai dingin, Rangka Atap, Kuda-Kuda, Bentuk Rangka Optimum.Abstract:The growth or increase in Indonesia’s population is very rapid resulting in the increasing number of residential needs which are also increasing. At present development such as apartments and housing is very much in the urban areas due to increasing population, or migration from rural to urban areas to compensate for population growth. Many houses built in housing use light steel frames as roofs. Roof truss material is usually made of wood, concrete, steel and mild steel, each of which has advantages and disadvantages. In this case the material mild steel easel has many advantages compared to other materials in previous studies. Several types of frames for cold rolled steel include Howe, Pratt, Fan, Fink, Scissors etc. For this reason, it is necessary to optimize the forms of lightweight steel truss, to find the optimum, safe, economical and efficient frame form. This study aims to obtain the maximum optimum form of light steel frame trestle, to know the maximum load, maximum deflection in frame configuration, safety figures and the collapse pattern of light steel frame truss due to static load, so that it can be used as a reference to be applied to other types of light steel frame truss. From this study the results obtained are based on analytical modeling of several stages of the shape of the form of rolled steel horses which are found, namely the shape of the Fink frame modified with horizontal rods with type F1 in the modification process. In the next step, the process of combining skeletons does not reach optimum shape. The maximum deflection in analytical modeling is 11.17 mm at a load of 2250 kg. Whereas the maximum deflection modeling that occurred was 11.33 mm at a load of 1270.99 kg and the recommended safety figure was 1.4. For the pattern of collapse that occurs, at ½, ¼ the span of the torsion bend occurs, and in the pedestal the bending torsional bending occurs.Keywords: Cold Rolled Steel, Roof Truss, Easel, Optimum Frame Shape
Pull Out Resistance of Glued in Rod Parallel to Grain in Laminated Bamboo Karyadi Karyadi; Wahyu Risky Nurpitasari; Nindyawati Nindyawati
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i1.8755

Abstract

Research on hollow cross section beams and columns made of laminated bamboo has been carried out. So that the two elements can be assembled into a building structure, it is necessary to do connection. Glued in rod is a new connecting tool whose mechanical properties still need to be studied. For this reasons this research was conducted. To achieve this objective, an experiment was conducted with the independent variables (1) the distance between the two edges, (2) the diameter of the threaded rod, and (3) the embedded length. The results showed that (1) the greater the distance between the two edges, the greater the pull out strength of the glued in rod, (2) the larger the diameter of the threaded rod, the greater the pull out of the glued in rod, (3) the greater the embedded length of the threaded rod, the stronger the pull out of glued in rod, (4) the value of the slip modulus is affected by variations in diameter and embedded length but is not affected by the distance between the two edges. The greatest pull out strength, which is 34.85kN, is achieved at a glued in rod diameter of 12mm with an edge distance of 4.5d and a embedded length of 6d, while the lowest value is 14.38kN lies in steel rods with a diameter of 8mm with a embedded length of 5d and a distance of two edges is 2.5d. The highest slip modulus or the highest stiffness value of 9.75kN/mm is achieved at a diameter of 12 mm with an embedded length of 6d and a distance of two edges of 3.50d. The smallest slip modulus value of 3.75kN/mm was achieved at a diameter variation of 8 mm with an embedded length of 5d and a distance of two edges 2.5d
Aplikasi Kamus Bahasa Lembak Bengkulu Berbasis Android Menggunakan Algoritma Raita Nindyawati Nindyawati; Rozali Toyib; M Husni Rifqo; Eka Sahputra
Jurnal Sistem Informasi dan E-Bisnis Vol 3, No 2 (2021): Juli
Publisher : JUSIBI (Jurnal Sistem Informasi dan E-Bisnis)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.899 KB)

Abstract

Penggunaan Bahasa Lembak dalam kehidupan sehari khususnya suku Lembak sendiri semakin luntur akibat pengaruh globalisasi bahasa asing dan kurangnya perhatian orang tua dalam membudidayakan anak dan keturunannya, sehingga tidak mampu menguasai bahasa leluhurnya. Untuk mempercepat proses pencarian kosakata pada aplikasi kamus berbasis android maka diperlukan sebuah algoritma Raita yaitu salah satu metode dalam pencarian dengan mencocokan pola kata dari sebuah string dengan pola kata yang ingin dicari. Dengan menggunakan algoritma Raita waktu yang dibutuhkan untuk pencaraian terjemahan bahasa Indonesia ke lembak dan sebaliknya hanya sedikit dan dapat berlangsung dengan cepat.
EKSPERIMENTAL MOMEN-LENDUTAN BALOK KANTILEVER BAJA CANAI DINGIN DENGAN VARIASI JUMLAH SEKRUP Nindyawati Nindyawati; Gede Agung Shri Parta; Adjib Karjanto; Wahyo Hendarto Yoh
BANGUNAN Vol 27, No 2 (2022): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v27i22022p7-16

Abstract

Abstrak:Momen lentur dan lendutan pada struktur baja canai dingin erat kaitannya dengan model sambungan yang dipergunakan. Sambungan yang termasuk klasifikasi flexible dan semi-rigid didapatkan dari pengamatan yang dilakukan. Pada paper ini karakteristik dari variasi sambungan dan pengaruhnya diamati dengan metode eksperimental menggunakan benda uji single profile yang dimodelkan sebagai balok kantilever. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan jumlah sekrup turut meningkatkan momen lentur maksimum yang dapat diterima struktur. Akan tetapi hasil analitis dan hasil ekperimen menunjukkan ketidaksesuaian di mana struktur masih belum dapat menerima beban secara optimal.Kata-kata kunci: sambungan, kapasitas lentur, momen lentur, lendutanAbstract: Bending moments and deflections in cold rolled steel structures are closely related to the connection model used. Connections that are classified as flexible and semi-rigid are obtained from observations made. In this paper, the characteristics of connection variations and their effects are observed by experimental method using a single profile specimen which is modeled as a cantilever beam. The results of the study show that increasing the number of screws also increases the maximum acceptable bending moment of the structure. However, the analytical results and experimental results show a discrepancy where the structure is still not able to accept the load optimally.Keywords: connection, flexural capacity, bending moment, deflection
Pelatihan Macrame Sebagai Peningkatan Ketrampilan Masyarakat RT 01 RW 10 Kelurahan Merjosari, Kota Malang Nindyawati Nindyawati; karyadi karyadi; Muhammad Sulton; Edi Santoso; Maskur Efendi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v7i3.3918

Abstract

Kelurahan Merjosari memiliki penduduk sebanyak 17.842 jiwa pada Tahun 2020 dengan mata pencaharian penduduk kelurahan Merjosari adalah Pegawai Negeri Sipil, TNI/POLRI, karyawan swasta, wiraswasta atau pedagang, tani, pertukangan, buruh tani, dan jasa. Data Badan Pusat Statistik Kota Malang menyampaikan bahwa penganguran sebesar 9,65% dari jumlah usia produktif. Dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat belum diberdayakan secara maksimal. Dengan menambah ketrampilan SDM yang ada diharapkan akan meningkatkan kemampuan secara finansial. Jumlah KK di RT 1 RW 10 Kelurahan Merjosari adalah sebanyak 47 keluarga. Beberapa ibu yang dapat mengikuti kegiatan pelatihan adalah 10 orang. Pelatihan diberikan oleh pemateri pengrajin Macrame. Peserta diberikan pengetahuan membuat Macrame untuk simpul yang umum digunakan. Pada saat pelatihan, peserta diberi tali dan benang Macrame masing-masing satu paket. Berdasarkan pelatihan dengan bimbingan pemateri yang telah dilakukan, para peserta pelatihan memulai menganyam benang penggantung pot dan gantungan kunci. Hasil dari kerajinan dapat dibawa pulang untuk contoh apabila akan memperbanyak dan dijual. Kerajinan Macrame dapat dibuat di rumah dan di sela-sela kegiatan ibu-ibu rumah tangga. Selanjutnya penjualan dilakukan menggunakan social media, sehingga sangat flexible untuk ibu-ibu rumah tangga ataupun ibu-ibu pekerja.
Master plan design in developing village tourism potential with a Community Participatory Model Puput Risdanareni; Cynthia Permata Dewi; Nindyawati Nindyawati; Titi Rahayuningsing; Dwi Prastiyo; Adi Susetyo
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 2 (2023): May 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i2.8946

Abstract

Pait Village, located in Kasembon Sub-district of Malang Regency, is a village with high natural tourism potential. However, the allure of tourism in Pait Village, which is located in a green area and surrounded by rivers and waterfalls, still lacks development. Carrying the main mission to increase the tourism potential in Pait Village, the community service team will develop a water tourism design in the form of a multifunctional fishpond. This fishpond will solve the problem of water surplus due to agricultural land runoff. In addition, this pond can be an alternative source of animal protein for residents and an integrated water tourism location in the Kasembon Area. The implementation method carried out in this program is to analyze the needs of the Pait village integrated Master Plan design with a community participatory model. The results of the Pait Village water tourism master plan design are in the form of a 3D mockup of water tourism and a cultivation pond that can be used as an amphitheater along with the regional expenditure budget plan (RAB).
MEMBANGUN DESA WISATA KEBANGSAAN DENGAN PENDEKATAN KIPAS (KREATIF, INOVATIF, PARTISIPATIF, DAN KOLABORATIF) MENUJU DESA CERDAS, MANDIRI, DAN BERKELANJUTAN Sri Untari; Agung Hariyono; Nindyawati Nindyawati; Alfan Bramantya; Kanzenna Kurnia Ashshiddieqy; Aliyah Ardhana Riswari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.849-864

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi suatu tantangan yang kompleks dan menuntut pendekatan yang inovatif serta berorientasi pada partisipasi masyarakat. Artikel ini membahas pengalaman Desa Wonorejo, Situbondo, dalam membangun desa wisata "Kebangsaan" dengan menerapkan pendekatan KIPAS (Kreatif, Inovatif, Partisipatif, dan Kolaboratif). Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan desa wisata yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan. Sedangkan tujuan kegiatan adalah 1) Pemberdayaan Pemdes dalam membangun kemitraan; 2) Pendampingan dan pelatihan PKK, Karang Taruna, POKDARWIS dalam produksi merchandise, dan home industry; 3) Pendampingan BUMDes dalam mengelola usaha dan mengurus badan Hukum; 4) Pengembangan model desa wisata “Kebangsaan”.  Metode pelaksanaan sosialisasi tentang desa wisata kebangsaan. Fasilitasi dan pendampingan perangkat desa dalam pengembangan kemitraan dengan stakeholders internal dan eksternal. Pendampingan BUMDes dalam penyusunan Rencana Strategis. Pendampingan dan pelatihan PKK, Karang Taruna dan Pok DARWIS dalam membuat merchandise. dan pengembangan model desa wisata kebangsaan untuk menjadi desa cerdas (smart village), mandiri berkelanjutan. Hasil kegiatan mencerminkan pencapaian signifikan dalam Penguatan kapabilitas aparat desa dalam mengembangkan kemitraan secara internal dengan stakeholders lokal dan eksternal dengan perguruan tinggi. BUMDes berbadan Hukum dan mampu membuat rencana strategis. Jangka pendek dan panjang. PKK, Karang Taruna dan PokDarwis dapat membuat merchandise untuk melengkapi cindera mata desa wisata kebangsaan. Model KIPAS (Kreatif, Inovatif, Partisipatif dan Kolaboratif) dapat ditetapkan untuk kemajuan desa wisata kebangsaan.
Experimental Study on The Capacity Of Z-Brace and X-Brace Cold-Formed Steel Wall Panel Cantikawati, Khristia Ningsih; Nindyawati, Nindyawati; Sulaksitaningrum, Roro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v25i2.46357

Abstract

Awaludin et al. created an anti-earthquake temporary shelter called RISBARI (Rumah Instan Baja Ringan/Light Steel Instant House), featuring an X-shaped strap-braced wall system using cold-formed steel as its primary structure. A similar temporary shelter (hunian sementara/huntara) was developed by Biru Bumi Hijau using Z-shaped wall bracing. While experimental research on the lateral strength of cold-formed steel wall panels with X-brace bracing, such as in RISBARI, has been conducted extensively, there has been limited in-depth study on Biru Bumi Hijau's huntara. Hence, this research aimed to identify the load capacity, stiffness, and ductility of both bracing configurations on lateral strength using cold-formed steel wall panels. This study used an experimental method through the monotonic static load in the laboratory. The test results were analyzed with One-way ANOVA. The load capacity, stiffness, and ductility of the X-brace panel increased by 201%, 4452%, and 105%, respectively. In contrast, the load capacity, stiffness, and ductility of the Z-brace panel increased by 201%, 4253%, and 156%. The bracing capacity on both was not directly proportional since both test objects had different configuration structures, although they had equalized length and width.
ANALISIS MOMEN-LENDUTAN PADA BALOK INDUK DENGAN VARIASI PENEMPATAN BALOK ANAK BETON BERTULANG Indriyani, Indriyani; Nindyawati, Nindyawati; Sulton, Mohammad
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i4.2024.2

Abstract

Abstrak : Elemen struktur yang sangat penting pada bangunan adalah balok. Dalam perencanaan balok beton bertulang didesain untuk kuat menahan gaya sesuai dengan pembebanan. Balok anak berfungsi untuk mendistribusikan beban pelat ke balok induk. Bangunan yang memiliki pelat lantai yang cukup besar penting untuk menggunakan balok anak untuk meminimalisir lendutan pada pelat. Luasan pelat yang besar memengaruhi besarnya lendutan yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konfigurasi penempatan balok anak beserta ukurannya terhadap momen lentur dan lendutan balok induk, serta lendutan maksimum yang terjadi pada pelat lantai. Terdapat enam Tipe pemodelan, yaitu Struktur Tipe Kontrol A1, Tipe A2, Tipe A3, Tipe Kontrol B1, Tipe B2, dan Tipe B3. Struktur Tipe Kontrol A1 memiliki luasan 7,2 m x 5 m tanpa menggunakan balok anak. Struktur Tipe A2 memiliki luasan 7,2 m x 5 m dengan balok anak perletakan silang, Tipe A3 memiliki luasan 7,2 m x 5 m dengan perletakan balok anak sejajar. Tipe Kontrol B1 memiliki luasan 6 m x 6 m tanpa menggunakan balok anak, Tipe B2 memiliki luasan 6 m x 6 m dengan perletakan balok anak silang, Tipe B3 memiliki luasan 6 m x 6 m dengan perletakan balok sejajar. Analisis pada penelitian ini menggunakan program berbasis elemen hingga. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah variasi konfigurasi dengan penambahan balok anak berpengaruh pada lendutan pelat lantai. Penambahan balok anak pada struktur dapat mereduksi lendutan pada pelat lantai hingga 98,32 percent.